Menuju konten utama
Ruang Refleksi Diajeng

Anak Lulus TK: Haru-Biru Menyaksikan Anak Tumbuh Besar

Di balik senyum dan tepuk tangan kelulusan, ada rasa bangga, syukur, dan haru karena sadar anak yang dulu begitu bergantung kini tumbuh jadi lebih mandiri.

Anak Lulus TK: Haru-Biru Menyaksikan Anak Tumbuh Besar
Header DIAJENG Haru Biru Menyaksikan Anak Tumbuh Besar. tirto.id/Quita

diajeng.id - Bulan Juni identik dengan momen kenaikan kelas dan kelulusan.

Anak-anak TK bersiap memasuki bangku SD, yang SD akan melangkah ke SMP, SMP ke SMA, hingga siswa SMA melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Bagi setiap anak, momen ini bisa jadi langkah dari perjalanan mereka yang baru, sementara bagi orang tua, tentu menyimpan perasaan dan cerita yang berbeda.

Tahun ini aku pun mengalami hal itu, anak pertamaku akan lulus dari taman kanak-kanak dan memasuki jenjang SD.

Ada perasaan haru yang sulit disampaikan lewat kata-kata. Rasanya, baru kemarin aku mengantarkannya ke TK dengan menggenggam tangan kecilnya erat, karena ia malu dan tak mau berpisah walau sebentar saja.

Momen-momen berkesan lainnya langsung melintas di kepalaku. Awal anak masuk TK, pergi ke kamar mandi saja harus diantar, jika tidak, ia bisa menangis atau bahkan mengompol di celana.

Namun begitu, setelah dua tahun menempuh pendidikan di TK, kini ia sudah jauh lebih mandiri, mampu menuntaskan banyak hal sendirian.

Dari yang belum mengenal huruf sama sekali, kini sudah lancar membaca. Putraku yang sebelumnya sangat bergantung dengan ibunya, sekarang jadi mulai berani mencoba berbagai hal dengan kemampuannya sendiri.

Ada banyak lagi hal lain yang bikin jadi meleleh. Melihat perkembangan putra sulungku, hati terasa hangat.

Ternyata, di tengah padatnya rutinitas sehari-hari, anak-anak tumbuh begitu cepat.

Mereka belajar banyak hal, dari membaca dan berhitung, sampai bersosialisasi dan bagaimana cara bertanggung jawab serta percaya diri.

Masa TK, Anak Belajar Makin Berani dan Percaya Diri

Tak terasa tinggal hitungan minggu lagi, anakku akan mengenakan seragam SD. Sosoknya terlihat semakin besar dan berani.

Seiring itu, aku sebagai ibu juga terus belajar dan berpikir pelan-pelan untuk percaya bahwa anakku mampu melangkah sendiri, dan sedikit demi sedikit melepaskan genggaman eratku padanya.

Perasaanku ini mungkin wajar, mungkin jamak pula dirasakan ibu dan ayah lainnya yang juga akan menghadapi kelulusan anak-anaknya dari TK.

Di balik senyum dan tepuk tangan pada hari kelulusan, ada rasa bangga, syukur, dan haru karena menyadari bahwa anak-anak kecil yang dulu begitu bergantung pada kita, kini perlahan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan siap menapaki melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

Bagi Umi (38), momen wisuda TK putrinya, Almeera, menjadi pengingat akan hari pertama sekolah yang penuh tangis.

Saat itu, Almeera enggan ditinggal dan harus ditemani selama sekitar satu minggu agar mau mengikuti kegiatan di sekolah.

"Pertama kali masuk TK, Almeera cengeng enggak mau ditinggal, sekolah ditungguin selama seminggu. Seiring berjalannya waktu sekarang Almeera lebih berani dan percaya diri," ujar Umi kepada Diajeng.

Umi pun melihat banyak perkembangan lain dalam diri putrinya.

"Dari pemalu lebih percaya diri, lebih mandiri, mampu bersosialisasi, mengenal huruf dan angka, bisa membaca dan berhitung, mau mengerjakan tugas yang diberikan gurunya," jelas Umi.

Harapan Ibu saat Anak Lulus TK

Sebagai seorang ibu, Umi memiliki harapan sederhana namun bermakna untuk sang putri.

"Semoga Almeera ke depan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, semakin rajin belajarnya," imbuhnya.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh ibu NN. Baginya, salah satu momen yang paling mengharukan adalah ketika melihat kemampuan membaca anaknya berkembang begitu pesat.

"Padahal rasanya belum lama diajarin baca kata-kata dan tiap ada tulisan tanya kakaknya, 'Itu bacanya apa Kak?' Ya Allah, sekarang alhamdulillah anaknya sudah bisa baca kalimat panjang," tuturnya penuh haru dan rasa syukur.

Bukan hanya kemampuan akademik yang membuatnya bangga. Ibu NN juga melihat perubahan besar dalam kepercayaan diri anaknya. Jika pada awal masuk TK sang anak cenderung diam dan hanya berbicara ketika ditanya, kini ia sudah berani menyapa teman-temannya lebih dulu dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

"Anak saya tentunya sekarang lebih percaya diri, mau menyapa teman lebih dulu, karena awal masuk TK, anaknya kalau tidak ditanya ya diam saja," sebut Ibu NN.

Sebagai orang tua, doa yang dipanjatkan pun tak jauh berbeda dengan harapan para ibu lainnya.

"Semoga ke depan lebih dimudahkan dan dilancarkan semuanya," harapnya.

Dari kisah Ibu Umi, ibu NN, dan mungkin banyak ibu lainnya di luar sana, aku menyadari bahwa wisuda TK ternyata bukan sekadar momen usainya masa belajar di taman kanak-kanak.

Ada begitu banyak proses yang telah dilalui anak-anak dan orang tua bersama. Mulai dari air mata di hari pertama sekolah, rasa takut untuk berpisah, belajar mengenal teman baru, hingga keberanian untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya terasa sulit.

Mungkin itulah yang membuat hari kelulusan TK terasa begitu istimewa. Yang dirayakan bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, atau berhitung, tetapi juga setiap langkah kecil yang berhasil dilewati anak-anak dalam proses bertumbuh.

Artikel lainnya seputar anak dan orang tua juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait ANAK DAN ORANG TUA atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih