Menuju konten utama

Apa itu Hair Porosity? Berikut Jenis dan Cara Menentukannya

Berikut adalah penjelasan tentang hair porosity disertai dengan jenis-jenisnya, dan tips menentukan tingkat porositas rambut dengan mudah.

Apa itu Hair Porosity? Berikut Jenis dan Cara Menentukannya
Hair porosity. foto/istockphoto

diajeng.id - Setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda, sehingga perawatannya pun perlu disesuaikan. Hal ini mencakup tekstur rambut, kondisi kulit kepala, hingga tingkat porositas rambut atau hair porosity. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hair porosity?

Apa itu Hair Porosity?

Apa itu porosity hair? Porositas rambut, atau hair porosity, sebenarnya bukan istilah yang asing dalam dunia perawatan rambut. Secara sederhana, porositas merujuk pada seberapa baik helai rambut dapat menyerap dan mempertahankan kelembapan.

Untuk memahami konsep ini dengan lebih jelas, penting untuk mengenal struktur dasar rambut terlebih dahulu. Rambut terdiri dari tiga lapisan utama. Lapisan terluar disebut kutikula, yang berfungsi sebagai pelindung bagi seluruh helai rambut.

Di bawahnya terdapat korteks, yaitu lapisan paling tebal yang mengandung protein dan pigmen penentu warna rambut. Sementara itu, lapisan terdalam disebut medula, meskipun tidak selalu dimiliki oleh semua jenis rambut.

Tingkat porositas rambut sangat menentukan bagaimana kutikula bekerja dalam menyerap sekaligus menjaga kelembapan dan minyak alami rambut. Sama seperti kulit, rambut juga memerlukan hidrasi yang cukup agar tetap sehat.

Oleh karena itu, air, minyak, serta produk perawatan seperti kondisioner dan masker rambut perlu mampu menembus lapisan kutikula agar dapat mencapai korteks dan menutrisi rambut secara optimal.

Jenis-Jenis Hair Porosity

Hair porosity atau porositas rambut terbagi menjadi tiga jenis, yaitu low, medium, dan high porosity. Ketiganya menunjukkan seberapa baik rambut menyerap dan mempertahankan kelembapan.

Low porosity hair adalah rambut yang memiliki kutikula yang rapat, sehingga sulit menyerap air dan produk perawatan. Produk cenderung menumpuk di permukaan rambut, membuatnya cepat lepek. Jenis rambut cocok menggunakan produk berbahan dasar air serta perawatan dengan uap atau air hangat untuk membantu membuka kutikula.

Porositas sedang dianggap ideal karena kutikulanya cukup terbuka untuk menyerap dan menahan kelembapan dengan baik. Medium porosity hair ini umumnya terasa lembut, mudah diatur, dan merespons baik terhadap berbagai produk. Perawatannya cukup dengan rutinitas sederhana seperti kondisioner dan masker rambut.

Sementara itu, high porosity hair memiliki kutikula yang terbuka lebar atau rusak. Rambut menyerap kelembapan dengan cepat, tetapi juga mudah kehilangannya. Akibatnya, rambut tampak kering, frizzy, dan mudah kusut.

Perawatan yang disarankan adalah penggunaan produk kaya emolien dan protein untuk membantu menjaga kelembapan dan memperkuat struktur rambut. Memahami jenis porositas rambut akan memudahkan kamu dalam memilih produk dan metode perawatan yang tepat agar rambut tetap sehat dan ternutrisi.

Cara Mengetahui Jenis Hair Porosity

Salah satu cara paling sederhana untuk mengetahui tingkat porositas rambut adalah dengan melakukan beberapa tes di rumah. Pertama, kamu bisa mencoba tes semprot air. Caranya, semprotkan sedikit air ke rambut dalam kondisi kering.

Jika air tampak menggumpal seperti kristal dan tidak langsung meresap, itu menunjukkan bahwa porositas rambutmu cenderung rendah. Sebaliknya, jika air langsung terserap dan membuat rambut basah, besar kemungkinan kamu memiliki porositas sedang atau tinggi.

Tes berikutnya yang bisa dicoba adalah floating test. Ambil beberapa helai rambut yang bersih dan kering, lalu masukkan ke dalam wadah berisi air. Jika rambut mengapung di permukaan, itu menandakan porositas rendah. Jika berada di tengah-tengah antara permukaan dan dasar air, maka porositasnya sedang.

Sementara itu, rambut yang langsung tenggelam biasanya menandakan tingkat porositas yang tinggi. Kamu juga bisa mencoba slip and slide test untuk merasakan tekstur rambut secara langsung. Ambil satu helai rambut, jepit menggunakan dua jari, lalu geser perlahan dari ujung rambut ke arah akar.

Bila terasa kasar atau bertekstur, kemungkinan rambutmu memiliki porositas rendah. Namun jika helaian terasa halus saat disentuh, bisa jadi porositas rambutmu tergolong sedang atau tinggi.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno