diajeng.id - Orangtua pasti sudah tidak asing dengan istilah amandel, yang sering menjadi keluhan pada anak-anak. Amandel, atau tonsil, adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak di dalam tenggorokan.
Fungsi utama amandel adalah membantu mencegah infeksi, terutama pada anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna. Seiring bertambahnya usia, kekebalan anak semakin matang, sehingga peran amandel dalam melawan penyakit perlahan berkurang.
Ketika amandel mengalami peradangan, kelenjar ini akan membengkak dan menimbulkan gejala seperti sakit kepala, demam, nyeri di sekitar telinga, batuk, serta rasa sakit pada tenggorokan saat menelan. Terdapat beberapa penyebab amandel pada anak, berikut penjelasannya.
Penyebab Utama Radang Amandel pada Anak
Amandel bengkak pada anak atau radang amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Bakteri penyebabnya biasanya berasal dari kelompok streptococcus, sementara virus yang memicu peradangan bisa berupa parainfluenza, influenza, rhinovirus, rubeola, dan jenis virus lain yang menyerang saluran pernapasan.
Infeksi dari penyakit lain dalam tubuh juga dapat memicu radang amandel.
Mengapa Anak Lebih Mudah Kena Radang Amandel Berulang?
Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak dari usia prasekolah hingga remaja awal. Hal ini karena pada rentang usia tersebut, anak-anak lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya, sehingga risiko penularan virus menjadi lebih tinggi.
Cara Efektif Mencegah Radang Amandel pada Anak
Radang amandel pada anak bisa dicegah dengan langkah sederhana sehari-hari. Menjaga kebersihan, pola makan sehat, dan lingkungan yang bersih menjadi kunci agar si kecil terhindar dari peradangan tonsil.
1. Perbanyak istirahat
Istirahat cukup menjadi cara efektif untuk memulihkan tubuh saat sakit. Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang memadai di rumah hingga kondisinya membaik.
2. Perbaiki kualitas udara
Kondisi udara di rumah berperan penting saat anak mengalami radang amandel. Usahakan menjauhkannya dari polusi seperti debu, asap rokok, atau asap kendaraan.Penggunaan humidifier juga bisa membantu melembapkan dan membersihkan udara agar tenggorokan anak lebih nyaman.
3. Kumur dengan air garam
Bagi anak yang berusia lebih dari 6 tahun, berkumur dengan larutan air garam dapat membantu meredakan nyeri tenggorokan akibat amandel.Campurkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, aduk rata, lalu minta anak berkumur beberapa detik sebelum membuangnya.
4. Konsumsi makanan lembut dan minuman hangat
Radang amandel sering membuat anak sulit menelan dan kehilangan nafsu makan. Berikan makanan lembut yang mudah ditelan seperti bubur, sup, atau nasi tim.Minuman hangat, seperti teh dengan madu, juga bisa mengurangi ketidaknyamanan tenggorokan, tapi madu sebaiknya hanya diberikan pada anak berusia di atas 1 tahun untuk mencegah risiko botulisme.
Pantangan Makanan Amandel pada Anak
Saat anak mengalami radang amandel, beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari. Pilihan makanan yang tepat dapat membantu meredakan gejala, mencegah iritasi tambahan, dan mempercepat proses penyembuhan.
- Makanan berminyak: Gorengan atau camilan berminyak bisa menempel di tenggorokan, memperparah iritasi dan nyeri, serta memperlambat penyembuhan.
- Makanan pedas: Sambal atau makanan pedas memperburuk perih tenggorokan dan memperlama proses penyembuhan.
- Makanan bersantan: Santan berlebih menambah lendir, membuat tenggorokan gatal dan napas sesak, serta menurunkan selera makan.
- Makanan asam: Jeruk, lemon, atau nanas dapat memperparah rasa perih dan membuat anak enggan makan.
- Makanan keras: Roti kering, biskuit, atau kacang utuh bisa menggores amandel dan menyulitkan anak menelan.
- Makanan manis: Permen, cokelat, dan kue manis mempercepat pertumbuhan bakteri, memperburuk peradangan, dan meninggalkan rasa lengket.
- Produk olahan susu: Susu, keju, atau es krim dapat menambah lendir, menimbulkan gatal, dan menyulitkan menelan namun boleh diberikan jika anak nyaman.
Amandel Kumat Gara-gara Apa?
Amandel bisa kumat karena infeksi virus atau bakteri, daya tahan tubuh menurun, paparan polusi atau asap rokok, kontak dengan orang sakit, dan konsumsi makanan pemicu seperti pedas atau berminyak.
Menjaga kebersihan, kesehatan, dan menghindari pemicu membantu mencegah amandel kambuh.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno