diajeng.id - Lamaran dan tunangan menjadi bagian penting dalam perjalanan cinta sebelum memasuki jenjang pernikahan. Kedua momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan proses yang menandai keseriusan dua orang untuk melangkah bersama ke masa depan.
Melalui lamaran dan tunangan, hubungan yang dijalani semakin terikat, sekaligus menjadi jembatan menuju hari bahagia yang diimpikan bersama.
Lantas, apa perbedaan lamaran dan tunangan? Serta duluan mana antara lamaran dan tunangan? Berikut penjelasannya yang perlu kamu pahami.
Pengertian Lamaran dan Tunangan
Pelaksanaannya pun bisa beragam, menyesuaikan dengan tradisi, budaya, serta kebiasaan yang dianut oleh masing-masing pihak.
Apa Perbedaan Tunangan dan Lamaran?
Lamaran dan tunangan apakah sama? Meski sering dianggap sama, tunangan dan lamaran sebenarnya memiliki peran yang berbeda dalam rangkaian menuju pernikahan. Keduanya menjadi tahap penting yang menandai keseriusan hubungan, namun dijalani dengan cara dan makna yang tidak selalu sama. Berikut perbedaan lamaran dan tunangan.
Lamaran
Lamaran atau khitbah merupakan salah satu tahap penting sebelum pernikahan, yang menandai keseriusan seorang pria dalam menyampaikan niat untuk menikahi perempuan yang dicintainya. Tahapan ini dianjurkan dalam ajaran Islam dan menjadi awal dari komitmen yang lebih serius.Umumnya, lamaran dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu jauh dari hari pernikahan, bisa beberapa bulan hingga hanya beberapa minggu sebelumnya. Hal ini bertujuan agar proses menuju pernikahan tetap terjaga kesungguhannya tanpa jeda yang terlalu lama.
Prosesi lamaran biasanya berlangsung sederhana dan bersifat tertutup, hanya dihadiri keluarga inti serta tokoh yang dihormati. Dalam momen ini, penyerahan seserahan dan pemasangan cincin menjadi simbol ikatan antara kedua calon mempelai.
Dalam beberapa pendapat ulama, hari Jumat dianggap sebagai waktu yang baik untuk melangsungkan lamaran maupun akad nikah, karena memiliki nilai keutamaan dan keberkahan dalam ajaran Islam.
Tunangan
Tunangan merupakan tahap dalam hubungan yang menandakan kesepakatan dua orang untuk melangkah ke arah pernikahan. Pada fase ini, pasangan tidak lagi sekadar berpacaran, tetapi telah memiliki status baru dengan komitmen yang lebih jelas, meski belum membahas detail pernikahan secara menyeluruh.Berbeda dengan lamaran yang biasanya dekat dengan hari pernikahan, tunangan umumnya dilakukan lebih awal, sekitar beberapa bulan hingga satu tahun sebelumnya. Tujuannya memberi waktu bagi pasangan untuk mempersiapkan diri secara mental dan emosional.
Prosesi tunangan biasanya ditandai dengan pertukaran cincin sebagai simbol komitmen. Dalam beberapa keluarga, acara ini juga dikemas cukup formal dengan rangkaian acara dan sering kali melibatkan keluarga besar serta kerabat dekat.
Artikel lainnya seputar pernikahan juga bisa dibaca di sini.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno