Menuju konten utama

Apa Dampak Menyapih Anak Kurang dari 2 Tahun? Ini Penjelasannya

Menyapih anak disesuaikan dengan kondisi ibu dan anak. Keputusan ibu biasanya dipengaruhi faktor pekerjaan, kesiapan anak, atau pertimbangan kesehatan.

Apa Dampak Menyapih Anak Kurang dari 2 Tahun? Ini Penjelasannya
⁠menyapih anak kurang dari 2 tahun. foto/istockphoto

diajeng.id - Setiap ibu memiliki pertimbangan dan situasi yang berbeda dalam perjalanan menyusui.

Tidak sedikit ibu yang memilih menyapih anak di usia 1–1,5 tahun karena berbagai alasan, mulai dari tuntutan pekerjaan, kondisi fisik dan mental ibu, hingga kesiapan anak itu sendiri.

Keputusan ini sering kali diambil dengan banyak pertimbangan, bukan tanpa rasa dilema.

Di tengah beragam pandangan tentang menyusui, penting untuk melihat proses menyapih sebagai bagian dari penyesuaian yang wajar dalam pengasuhan.

Selama kebutuhan anak tetap terpenuhi dan prosesnya dilakukan dengan penuh perhatian, menyapih di usia ini bukanlah bentuk kegagalan, melainkan pilihan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga.

Apa Itu Menyapih Dini & Rekomendasi Resmi dari WHO & IDAI?

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan anjuran para ahli kesehatan, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menyusui dipandang sebagai langkah penting untuk mendukung kesehatan dan keberlangsungan hidup anak di masa mendatang.

Pada dasarnya, proses menyusui dapat diteruskan hingga anak berusia dua tahun atau lebih.

Selama tidak ada kondisi khusus yang mengharuskan berhenti, ibu dianjurkan tetap memberikan ASI kepada anak di bawah usia dua tahun.

Rekomendasi ini tidak hanya datang dari tenaga medis, tetapi juga dari berbagai lembaga kesehatan dunia, seperti WHO, UNICEF, CDC, AAP, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Menyusui hingga usia dua tahun atau lebih memberikan banyak manfaat, bukan hanya dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga berperan dalam mendukung perkembangan emosional dan psikologis anak di kemudian hari.

Pengaruh Penyapihan pada Kesehatan Anak

Memberikan ASI hingga usia dua tahun terbukti memberikan manfaat yang luas bagi bayi, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis.

ASI mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi dari infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur, sekaligus mendukung perkembangan kecerdasan dan memperkuat ikatan kasih sayang antara ibu dan anak.

Kontak fisik selama menyusui juga memberi rasa aman, menenangkan, dan membantu mengurangi stres, yang menjadi fondasi penting bagi pembentukan kepribadian dan mental anak.

Bayi yang mendapat kenyamanan sejak dini cenderung lebih stabil secara emosional, sementara stres yang dialami sejak kecil bisa berpengaruh hingga dewasa, termasuk meningkatkan risiko masalah perilaku.

Kapan Menyapih Anak Diperbolehkan?

Dari perspektif medis, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan awal bayi.

Setelah itu, makanan pendamping ASI (MPASI) dapat diperkenalkan sambil tetap melanjutkan menyusui, sehingga bayi memperoleh nutrisi lengkap sekaligus tetap merasakan manfaat emosional dan psikologis dari ASI.

Menyapih anak disesuaikan dengan kondisi ibu dan anak. Banyak ibu memilih menyapih di usia 1–1,5 tahun karena alasan pekerjaan, kesiapan anak, atau pertimbangan kesehatan ibu.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno