Menuju konten utama

Apakah Biaya Tes PCOS Ditanggung BPJS? Inilah Penjelasannya

Apakah PCOS ditanggung BPJS? Tidak semua tahapan tes PCOS bisa ditanggung oleh BPJS. Berikut ini adalah penjelasan dan biayanya. 

Apakah Biaya Tes PCOS Ditanggung BPJS? Inilah Penjelasannya
Tes PCOS. foto/istokcphoto

diajeng.id - Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormonal yang umum terjadi pada perempuan usia subur. Kondisi ini biasanya ditandai oleh tiga ciri utama, yaitu siklus menstruasi yang tidak teratur, kadar hormon androgen (hormon laki-laki) yang lebih tinggi dari normal, serta ovarium yang membesar dan dipenuhi oleh banyak folikel atau kantung kecil berisi cairan yang mengelilingi sel telur.

Meski namanya mengandung kata “polycystic”, perempuan dengan PCOS sebenarnya tidak selalu memiliki kista pada ovarium mereka. Untuk mendiagnosis PCOS ada beberapa tahapan tes pemeriksaan yang perlu dilakukan sehingga bisa didiagnosa menderita pcos. Lantas, apakah PCOS ditanggung BPJS? Inilah penjelasannya.

Tahapan Pemeriksaan PCOS

Sebelum tes PCOS, ketahui dulu proses diagnosisnya. Perlu diketahui bahwa diagnosis PCOS tidak bisa dilakukan hanya dengan satu pemeriksaan. Terdapat macam-macam tes PCOS, sehingga dibutuhkan beberapa tes untuk memastikan gangguan ini secara akurat.

1. Riwayat Medis dan Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menanyakan gejala, pola haid, serta perubahan berat badan. Pemeriksaan fisik mencakup tanda seperti jerawat parah, pertumbuhan rambut berlebih, hingga resistensi insulin.

2. Pemeriksaan Panggul

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek kondisi ovarium dan organ reproduksi lainnya. PCOS biasanya ditandai dengan ovarium membesar dan berisi banyak folikel. Tes ini juga bisa mengidentifikasi keluhan lain seperti nyeri panggul atau keputihan tak normal.

3. Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar hormon androgen, insulin, serta memeriksa gula darah dan kolesterol. Hasilnya membantu mendeteksi risiko diabetes atau gangguan metabolik pada penderita PCOS.

4. Tes Hormon

Pemeriksaan kadar FSH dan LH digunakan untuk menilai keseimbangan hormon yang memengaruhi siklus menstruasi. Namun, tidak semua penderita PCOS mengalami gangguan pada rasio hormon ini.

5. USG Transvaginal

Melalui USG transvaginal, dokter bisa melihat kondisi rahim, ovarium, dan jaringan sekitarnya secara lebih detail. Tes ini dapat mendeteksi ukuran ovarium, ketebalan endometrium, hingga keberadaan kista.

Apakah Biaya Tes PCOS Ditanggung BPJS?

Apakah pemeriksaan pcos ditanggung BPJS? Perlu diketahui bahwa tidak semua tes PCOS ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Dari seluruh rangkaian pemeriksaan, umumnya hanya tes gula darah yang dijamin. Pemeriksaan lain seperti tes hormon dan kolesterol belum termasuk dalam cakupan BPJS.

Untuk USG, biaya bisa ditanggung jika ada surat rujukan dari dokter, namun biasanya hanya diberikan jika kondisi dianggap cukup serius. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menjalani tes PCOS.

Biaya Pemeriksaan Tes PCOS

Apakah PCOS bisa pakai BPJS? Biaya pemeriksaan PCOS bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatan dan gejala yang dialami masing-masing individu. Biaya juga tergantung pada lokasi dan fasilitas pada layanan kesehatan.

Tidak ada tarif tetap untuk biaya tes PCOS, karena dokter akan menyesuaikan jenis tes yang diperlukan sesuai kebutuhan pasien. Jadi,tidak semua periksa PCOS pakai BPJS bisa dilakukan.

Secara umum, terdapat empat jenis pemeriksaan utama yang sering dilakukan untuk mendeteksi PCOS, yaitu tes gula darah, pemeriksaan hormon, tes kolesterol, dan USG. Setiap tes memiliki fungsi masing-masing untuk mengidentifikasi faktor penyebab gangguan ini.

Biaya tes kolesterol di klinik atau rumah sakit dimulai dari Rp.83.000 - Rp.178.000. Kemudian biaya tes kadar gula darah dimulai dari Rp.40.000 - Rp.275.000. Biaya cek hormonal mulai dari Rp.147.000 - Rp.1.500.000. Biaya USG mulai dari Rp.150.000 - Rp.500.000.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan PCOS?

Jika kamu mulai menyadari bahwa siklus menstruasimu menjadi tidak teratur. Misalnya terjadi lebih dari 90 hari sekali atau hanya datang setiap tiga bulan, ada baiknya mulai waspada.

Begitu pula jika kamu yang biasanya jarang berjerawat, tiba-tiba mengalami jerawat berlebih disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno