diajeng.id - Tekanan darah tinggi saat hamil dikenal sebagai hipertensi gestasional, yaitu kondisi ketika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti riwayat keluarga, pernah mengalami preeklamsia sebelumnya, kehamilan kembar, hingga kondisi seperti diabetes atau kadar kolesterol yang tinggi.
Sayangnya, kondisi ini sering dianggap sebagai bagian normal dari kehamilan. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, tekanan darah tinggi bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan ibu maupun perkembangan janin. Ciri-ciri darah tinggi pada ibu hamil umumnya muncul secara bertahap, berikut penjelasan dan cara pencegahan.
Ciri-ciri Darah Tinggi pada ibu Hamil
Penting bagi ibu hamil untuk mengenali ciri-ciri darah tinggi sejak dini agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah risiko yang lebih serius. Berikut ini adalah ciri-ciri tekanan darah tinggi saat hamil.
1. Gangguan penglihatan
Tekanan darah tinggi saat hamil bisa memengaruhi penglihatan, seperti mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, muncul bintik-bintik, atau pandangan terasa kabur. Pada kondisi yang lebih berat, bahkan bisa terjadi gangguan penglihatan sementara.
2. Nyeri di perut bagian atas
Rasa nyeri yang muncul di area perut kanan atas, tepat di bawah tulang rusuk, bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Jika keluhan ini sering terjadi atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksa ke dokter karena bisa berkaitan dengan komplikasi seperti preeklamsia.
3. Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh
Pembengkakan pada kaki memang umum terjadi saat hamil, tetapi jika juga muncul di wajah dan tangan, kondisi ini bisa menjadi tanda tekanan darah tinggi. Hal ini terjadi karena cairan dari pembuluh darah merembes ke jaringan sekitar akibat meningkatnya tekanan dalam tubuh.
4. Sesak napas
Jika disertai dengan gejala lain, sesak napas bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, sehingga membuat napas terasa berat dan tidak nyaman.
5. Mual dan muntah berlebihan
Keluhan ini memang sering dialami ibu hamil, tetapi perlu diwaspadai jika muncul bersamaan dengan tanda lain seperti sakit kepala hebat atau pembengkakan, karena bisa mengarah pada hipertensi dalam kehamilan.
6. Sakit kepala yang tidak biasa
Sakit kepala yang terasa lebih berat, berlangsung lama, dan tidak membaik meski sudah minum obat, bisa menjadi sinyal adanya tekanan darah tinggi. Kondisi ini juga dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan memicu rasa pusing atau vertigo.
Pencegahan Darah Tinggi pada Ibu Hamil
Untuk menurunkan risiko hipertensi selama kehamilan beserta komplikasinya, penting bagi ibu hamil untuk rutin melakukan kontrol ke dokter atau fasilitas kesehatan. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi tanda-tanda tekanan darah tinggi sejak dini, sehingga penanganan yang tepat bisa segera dilakukan demi menjaga kesehatan ibu dan janin.
Dalam proses pemeriksaan, dokter biasanya akan mengecek tekanan darah dan kondisi fisik secara menyeluruh di setiap kunjungan. Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti tes darah dan urine juga dapat dilakukan guna memastikan kondisi secara lebih akurat.
Kemudian, apabila ibu hamil mengalami bengkak pada wajah, kaki, atau tangan, dan penglihatan kabur sebaiknya segera di bawa ke dokter.
Artikel lainnya seputar ibu hamil dan kehamilan juga bisa dicek di sini.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno