diajeng.id - Meski baru berusia 22 tahun, Millie Bobby Brown kerap menjadi sasaran komentar tentang penampilannya yang dianggap membuatnya terlihat lebih dewasa.
Pilihan fesyen dan gaya makeup mantan artis cilik di serial Stranger Things ini sering memicu spekulasi soal usianya. Bahkan, ada tabloid yang terang-terangan berkomentar bahwa Millie "terlihat seperti usia 40".
Fenomena ini tidak hanya dialami Millie. Mungkin kamu atau teman-temanmu yang tergolong anak muda Gen Z juga pernah menerima komentar bahwa kalian terlihat lebih dewasa dibandingkan usia sebenarnya.
Hal ini cukup mengejutkan lantaran Gen Z termasuk generasi yang sadar akan perawatan diri dan skincare. Bahkan, banyak dari generasi ini yang membiasakan skincare anti-aging lebih awal dari generasi sebelumnya.
Bagaimana bisa keseriusan Gen Z merawat diri agar awet muda justru menghasilkan komentar yang berkebalikan dari objektif tersebut?
Kesan terlihat lebih matang dewasa sebenarnya bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari pilihan fesyen, gaya riasan, hingga cara kita sehari-hari menampilkan diri.
Menariknya, ada fakta-fakta penting tentang kesehatan mental dan pergeseran tren zaman yang ikut andil di dalam merebaknya fenomena ini.
Didewasakan oleh Zaman?
Alvara Research Center pada 2022 menemukan bahwa Gen Z memiliki tingkat kecemasan dan stres yang lebih tinggi dibanding generasi pendahulunya.
Sebagai generasi yang lebih melek teknologi, temuan tersebut tidak mengherankan. Paparan internet bagi Gen Z menjadi salah satu faktor pendorong stres generasi ini. Berbagai penelitian sudah banyak menyorot bagaimana media sosial meningkatkan kerentanan Gen Z dalam membanding-bandingkan diri dengan orang lain di internet.
Dari sisi karier, Gen Z dihadapkan pada ekspektasi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi sosioekonomi saat ini, termasuk ketidakstabilan situasi global, juga ikut menekan kondisi mental dan meningkatkan stres.
Ketika mengalami stres, tubuh kita akan menghasilkan reaksi emosional yang kuat, mulai dari kecemasan sampai ketidakberdayaan. Reaksi ini menguatkan persepsi otak terhadap pengalaman penuaan.
Secara biologis, stres meningkatkan produksi kortisol dan respons inflamasi. Dalam efek yang lebih panjang, tubuh mengalami keriput dan perubahan rambut menjadi abu-abu.
Banyaknya waktu yang dihabiskan di depan layar smartphone, laptop, dan berbagai jenis gawai turut berkontribusi terhadap penuaan dini secara tidak langsung.
Selain dapat mengganggu kualitas tidur akibat paparan blue light, beberapa penelitian juga mengaitkan paparan cahaya ini dengan perubahan pada kulit seperti hiperpigmentasi, stres oksidatif, dan berkurangnya kolagen.
Melansir penuturan dermatolog Dr. Jaishree Sharad dari Cosmopolitan, penuaan juga bisa dipengaruhi oleh strategi penggunaan produk skincare
Paparan iklan dan tren di media sosial yang datang silih berganti diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi cara sebagian Gen Z dalam menjalani rutinitas skincare.
Yang perlu jadi perhatian, kebiasaan mencoba berbagai produk dan mengombinasikan bahan aktif tanpa panduan tepat berisiko menimbulkan efek kurang baik pada kulit.
“Penggunaan bahan aktif yang terlalu kuat atau berlebihan dapat melemahkan skin barrier dan memicu peradangan, yang pada akhirnya dapat mempercepat proses penuaan,” kata Dr. Sharad.
Menjaga dan Menerima Diri Kita
Menariknya, stres ternyata bisa juga diasosiasikan dengan perasaan dan tampilan lebih tua.
Seperti diulas dalam studi di jurnal Mental Health Science (2024), orang dewasa muda cenderung merasa lebih tua dan menilai dirinya tampak lebih tua pada hari-hari ketika mereka mengalami lebih banyak stres.
Artinya, rasa memiliki kendali atas situasi dapat menjadi faktor pelindung yang mengurangi dampak stres terhadap persepsi penuaan.
Dalam siniar Call Her Daddy pada 2025 lalu, Millie Bobby Brown memberikan tanggapan terkait komentar yang dilayangkan terkait penampilannya yang terlihat lebih matang daripada usianya.
“Aku sempat ingin mengubah diriku sendiri, aku ingat pernah mengubah diriku untuk menyenangkan orang lain. Sekarang, aku sadar bahwa aku memang berubah, wajahku memang bertumbuh dan aku memang pakai banyak makeup. Itu bikin aku bahagia.”
Nyatanya, penampilan memang akan selalu mengundang komentar. Hanya saja, hidup rasanya terlalu singkat untuk dipusingkan dengan upaya memenuhi ekspektasi orang lain.
Kalau kamu sudah nyaman dengan cara dirimu merawat dan menampilkan diri, mungkin itu memang yang paling penting. Setuju?
Penulis: Maria Gratia Rosarina
Editor: Sekar Kinasih