Menuju konten utama

Digunjingkan Rekan Kerja di Kantor, Apa yang Bisa Dilakukan?

Apa saja yang bisa dilakukan ketika tahu kamu jadi bahan gunjingan dan gosip oleh rekan kerja di kantor? Simak langkah-langkahnya di artikel ini.

Digunjingkan Rekan Kerja di Kantor, Apa yang Bisa Dilakukan?
Header Diajeng Digunjingkan di Kantor. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Dunia kerja adalah panggung bagi dinamika hubungan yang kompleks.

Salah satu realitas yang menantang untuk dihadapi adalah ketika kita menyadari bahwa diri kita menjadi pusat pembicaraan negatif atau gunjingan rekan kerja.

Gunjingan atau gosip kantor hadir dalam berbagai bentuk. Gunjingan bisa jadi sumber informasi bagi mereka yang tidak percaya pada saluran formal, sebagai pelepasan emosional atas kemarahan, atau sebagai cara tidak langsung untuk memunculkan konflik interpersonal.

Bentuk yang terakhir inilah yang sering kali memicu drama di tempat kerja, karena gosip pada dasarnya adalah "komunikasi minus tanggung jawab".

Yang Bisa Dilakukan saat Digosipkan Rekan Kerja di Kantor

Sebagai pihak yang ingin tetap "waras", bagaimana menghadapi situasi ini?

Alih-alih terjebak dalam emosi, ada langkah-langkah strategis dan reflektif yang bisa diambil seperti dirangkum dari Indeed dan Harvard Business Review.

1. Tetapkan Batasan Saat Mendengar Gunjingan Tersebut

Momen paling krusial ketika menghadapi gosip bukanlah setelah kamu mendengarnya, melainkan saat mendengarnya.

Informasi tentang gunjingan biasanya datang dari rekan lain yang membisikkannya secara rahasia. Di sini, kamu harus menentukan pilihan, apa kamu akan terus menjadi bagian dari rantai gosip tersebut atau memutuskan untuk menciptakan komunikasi yang bertanggung jawab?

Salah satu etika yang bisa diterapkan adalah tidak mendengarkan apabila memang kamu tidak bisa bertindak. Jika ada orang yang datang untuk menyampaikan apa yang dikatakan orang lain tentangmu, berikan batasan yang sopan.

Sampaikan pula bahwa kamu kemungkinan besar akan menindaklanjuti informasi tersebut. Jawaban ini memberikan sinyal bahwa dengan berbicara, kita semua memikul tanggung jawab.

Jika informan merasa gugup karena identitasnya mungkin terungkap, kamu tetap harus memegang batasan tersebut agar tidak terjebak dalam tubrukan informasi yang tidak sehat.

2. Fokus pada Konten, Bukan Proses

Reaksi pertama kita saat mengetahui digunjingkan biasanya adalah rasa marah karena rekan kerja berbicara di belakang kita (masalah proses). Namun, strategi yang lebih bijak adalah fokus pada konten atau isi dari gunjingan tersebut terlebih dahulu.

Misalnya, jika rekan kerja meragukan kompetensimu, fokuslah pada isu kompetensi tersebut, bukan pada fakta bahwa dia membicarakannya secara sembunyi-sembunyi.

Cobalah untuk bersikap rendah hati. Dekati orang yang membicarakanmu tersebut dan sampaikan bahwa kamu mendengar adanya kekhawatiran terkait kinerja atau perilakukamu.

Nyatakan dengan tulus, seperti, "Saya ingin memahami kekecewaan kalian tentang keterampilan saya yang kurang ini sebagai masukan."

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kamu terbuka terhadap umpan balik dan mampu melampaui reaksi "balas dendam" yang hanya akan memperpanjang konflik personal.

3. Selesaikan Masalah Proses Secara Profesional

Setelah kamu mengeksplorasi kekhawatiran rekan kerja tersebut dan mendiskusikan isunya secara konkret, barulah kamu bisa membahas masalah proses komunikasinya.

Kamu memiliki otoritas moral untuk meminta komitmen agar di masa depan, setiap keluhan atau masukan disampaikan langsung kepadamu, alih-alih dibicarakan dengan orang lain.

Dengan memberikan teladan dalam meminta umpan balik secara terbuka, kamu menciptakan ruang yang lebih aman bagi orang lain untuk bertindak lebih bertanggung jawab.

4. Mengabaikan

Strategi lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengabaikan saja. Dalam beberapa kejadian, apabila kamu bereaksi atas gunjingan tersebut, bukan tidak mungkin narasi yang tidak benar malah semakin tersebar.

Pada waktu sama, apabila gosip diabaikan, ada kemungkinan orang-orang juga akan bosan sendiri dan berhenti kasak-kusuk di belakangmu.

Cobalah untuk mengabaikan gosip tentangmu sementara waktu. Namun, apabila gosip itu terus berkembang, kamu mungkin juga perlu mengambil tindakan lebih langsung.

5. Periksa Kebijakan Perusahaan

Ada banyak perusahaan yang memiliki kebijakan terkait gosip atau gunjingan.

Kalau gosip tentangmu di kantor terasa mengganggu dan kamu ingin mengakhirinya dengan tegas, coba cek apakah ada kebijakan perusahaan untuk menangani masalah tersebut.

Misalnya, terdapat aturan yang mengharuskan manajer SDM untuk turun tangan atau apakah kamu perlu mengajukan laporan resmi.

Keputusan untuk menghadapi gunjingan dengan strategi matang memang memiliki risiko. Kemungkinan, orang-orang akan lebih berhati-hati dalam berbagi informasi dengan kamu.

Namun, keuntungan jangka panjangnya jauh lebih besar. Kamu dapat menghentikan siklus drama sekaligus membantu membangun budaya kerja yang lebih sehat dan transparan.

Menjadi pihak yang digunjingkan memang tidak menyenangkan, akan tetapi kita selalu punya kontrol atas bagaimana kita merespons.

Melalui dialog yang terbuka, pastikan dirimu menjadi bagian dari solusi, alih-alih perpanjangan masalah yang terus berlanjut.

Simak juga artikel lainnya seputar gosip di sini.

Baca juga artikel terkait GOSIP atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih