Menuju konten utama

Harlah ke-80 Muslimat NU DIY: Perempuan Arsitek Peradaban

Muslimat NU memandang perempuan sebagai manusia utuh yang memiliki komponen lahiriah fisik, akal budi, dan spiritualitas tinggi.

Harlah ke-80 Muslimat NU DIY: Perempuan Arsitek Peradaban
PW Muslimat NU DIY menggelar 11 rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80. (FOTO/Dok.PW Muslimat NU DIY)

diajeng.id - Dalam menyambut delapan dekade pengabdian, PW Muslimat NU DIY menggelar 11 rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80. Dengan mengusung tema "Peran Strategis Muslimat NU Menuju Indonesia Emas 2045", Muslimat NU menegaskan komitmennya dalam membangun kesejahteraan rakyat dan fondasi moral bangsa.

Muslimat NU memandang perempuan sebagai manusia utuh yang memiliki komponen lahiriah fisik, akal budi, dan spiritualitas tinggi. Lebih dari sekadar pendukung, perempuan adalah hamba Allah sekaligus khalifah fil ardl (wakil Tuhan di muka bumi) yang bertugas mewujudkan kemaslahatan semesta alam. Tema yang diusung PW Muslimat NU DIY senada dengan tema nasional Harlah Muslimat NU ke-80 yang diusung oleh PP Muslimat NU, yakni “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.”

Di bawah panji Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah an Nahdliyyah, Muslimat NU memposisikan diri sebagai "arsitek peradaban" yang berkontribusi nyata dalam berbagai bidang. Muslimat NU terus berkhidmat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di ruang publik, menjaga moralitas komunitas dan kualitas kesehatan masyarakat, menjadi penggerak ekonomi keluarga dan kemandirian umat, memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Harlah Muslimat NU ke-80

PW Muslimat NU DIY menggelar 11 rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80. (FOTO/Dok.PW Muslimat NU DIY)

Untuk itu, pada peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 tahun ini, PW Muslimat NU DIY menyelenggarakan peringatan Harlah dan Halal Bi Halal yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Agenda utama puncak harlah pada hari tersebut meliputi:

• Santunan Anak Yatim oleh PP Muslimat NU

• Sambutan Ketua PW Muslimat NU DI Yogyakarta, Ibu Hj. Fatma Amilia, S.Ag., M.Si.

• Prosesi inaugurasi paralegal Muslimat NU oleh Ibu Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., didampingi Ibu Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si. dan BPHN

• Pembacaan Ikrar Paralegal Muslimat NU

• Pembacaan Surat Himbauan ke PBB untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia

• Sambutan Ketua PP Muslimat NU/Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Dra. Hj. Arifah Chooiri Fauzi, M.Si.

• Penganugerahan Tokoh Muslimat NU DI Yogyakarta diberikan oleh Sekum Dewan Pembina PP Muslimat Ibu Hj. Siti Aniroh dan penganugerahan Tokoh Muslimat NU Peduli PAUD oleh Wakil Ketua periodik Prof. Dr. Hj, Zahrotun Nihayah, didampingi oleh Ketua PWMNU DIY.

• Pidato Harlah Muslimat NU ke 80 oleh Ibu Dr.(H.C.), Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU)

• Sosialisasi Hasil Keputusan konggres XVIII dan POAM

• Konsultasi Hukum Gratis: Kerja sama antara Paralegal Muslimat NU DIY dan LKBH Pandawa.

Puncak acara HARLAH dimulai dengan melaksanakan istighosah yang dipimpin oleh Ibu Nyai Hj. Yayah Syamsiah, pengasuh Pondok Pesantren Azzuhriyah, Sleman , dilanjutkan dengan pemberian santunan anak-anak yatim oleh PP Muslimat NU yang diberikan secara langsung oleh Ketua Dewan Pembina Muslimat NU Dr. HC. Hj. Khofifah Indar Parawansa M.Si.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Sholawat Nabi, dirangkai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Subbanul Wathon, dan Mars Muslimat NU. Ketua PW Muslimat NU DIY Hj. Fatma Amelia, M. Ag., pada sambutannya menyampaikan harapan agar Muslimat NU DIY mampu meningkatkan perannya sebagai pendamping pendidikan umat dan memperkuat kemandirian perempuan sebagai penyangga peradaban.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Harlah Muslimat NU juga mengadakan Inaugurasi Paralegal Muslimat oleh Ketua PP Muslimat NU, dengan membacakan ikrar Panca Setia Paralegal Muslimat NU.

Harlah Muslimat NU ke-80

PW Muslimat NU DIY menggelar 11 rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80. (FOTO/Dok.PW Muslimat NU DIY)

Pada acara tersebut, PP Muslimat NU membacakan surat imbauan kepada PBB untuk menghentikan perang. Muslimat NU sebagai elemen strategis perempuan turut serta aktif dalam mewujudkan ketertiban dunia melalui diplomasi damai dengan menyampaikan 9 poin penting himbauan pernyataan perdamaian.

Sambutan Ketua PWNU DIY, Dr. KH. Zuhdi Muhdhor, selain menyampaikan ucapan Idul Fitri, Kiai Zuhdi mengapresiasi tema Harlah “Merawat Tradisi, Menguatkan kemandirian, Meneduhkan Peradaban”.

Kiai Zuhdi berharap Muslimat dapat memberi contoh baik di lingkungan NU dan lainnya. Sementara itu Rektor UIN Suka Prof. Dr. Noorhadi Hasan, MA. selain menyampaikan ucapan selamat Harlah, juga memberikan dukungan kepada Muslimat NU untuk terus merawat tradisi sebagaimana Tema Harlah tersebut.

Rektor juga menyampaikan rasa bangganya karena Menteri Pemberdayaan Perempuan, Dra. Arifatul Choiri Fauzi. M.Si. merupakan alumni UIN Sunan Kalijaga. Sambutan Gubernur DIY diwakili oleh Bapak Faisol Muslim, S.IP., M.Si., juga mengapresiasi Muslimat NU yang telah membuktikan diri sebagai organisasi yang konsisten dan tangguh dalam memberikan pelayanan dan mengukuhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, menjaga persatuan, meneguhkan kebhinekaan dan menjaga toleransi.

Muslimat NU telah berkontribusi besar terhadap bangsa dan negara dengan selalu menebar kebaikan. Sambutan Ketua BPHN yang diwakili oleh Bapak Constantinus Kristomo menyampaikan terima kasih kepada Muslimat NU yang telah berkontribusi melatih dan menghadirkan paralegal yang diharapkan dapat selalu aktif di Pos Bantuan Hukum di seluruh desa/kelurahan di Indonesia.

Sambutan Ketua PP Muslimat NU Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., memberi apresiasi kepada Muslimat NU DIY yang telah ikut melahirkan generasi unggul yang mencintai perdamaian dan berakhlak karimah. Muslimat NU mewujudkan perempuan berdaya dan anak-anak yang terlindungi.

Adapun Pidato Harlah Muslimat NU disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU, Dr. HC. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., yang memulainya dengan menyampaikan sejarah Muslimat yang bermula dari NOM (Nahdlatul Oelama Muslimat) yang kemudian berubah menjadi Muslimat Nahdlatul Ulama.

Ibu Khafifah membedah Qonun Asasi, yaitu pesan-pesan Hadratus Syaih KH Hasyim Asy’ari untuk menguatkan kembali semangat Muslimat NU untuk merawat tradisi dan mengembangkan peradaban. Muslimat NU adalah perekat literasi, ibu yang menjadi perekat umat dari tingkat anak ranting hingga tingkat wilayah.

Muslimat NU harus terus melakukan kerja-kerja profesional dan kerja-kerja spiritual. Muslimat NU juga sudah melahirkan 185 profesor, dengan 130 disiplin ilmu. Muslimat NU telah membuktikan bisa menjadi besar karena kemandirian, bukan karena kaya atau karena menjadi pejabat. Contohnya, membangun partnership dengan BSI: cicilan emas, haji dan umrah.

Demikian juga ada peluang ekonomi melalui usaha logistik jemaah haji Indonesia. Ibu Khafifah juga mengapresiasi PAUD-PAUD yang dibina Muslimat NU DIY yang telah menjadi yang terbaik di Indonesia. Harlah Muslimah NU kali ini juga melaksanakan acara Pelepasan Calon Haji Muslimat NU, yang dilakukan oleh Ketua IHM, Nyai Nurhayati Said Agil Siroj dan Nyai Farida Salahudin Wahid, yang menyerahkan hadiah kepada 5 calon haji.

Pada kesempatan tersebut, BSI menyerahkan bantuan dan menandatangani MOU program haji kepada PW Muslimat NU DIY. Pada acara Harlah tersebut, PW Muslimat NU DIY juga menyerahkan kenang-kenangan berupa dua lukisan karya seniman Jogja, Ernani Widodo, yaitu lukisan Masjid Istiqlal yang diberikan kepada Ketua PP Muslimat NU, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, dan lukisan Masjid Al-Aqsa diberikan kepada Ketua Dewan Pimpinan PP Muslimat NU Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Selain acara peringatan Harlah dan Halal bi Halal, PW Muslimat NU DIY juga menyelenggarakan berbagai kegiatan inklusif lainnya, yang sudah dimulai sejak 13 Februari dan akan diakhiri pada 26 April 2026. Secara keseluruhan kegiatan yang telah dan akan berlangsung adalah :

• Aksi Sosial: Santunan anak yatim piatu, bakti sosial lanjut usia, dan pemeriksaan kesehatan gratis.

• Syiar Ramadan: Buka bersama dan peringatan Nuzulul Quran.

• Pemberdayaan Ekonomi: Bazar dan program Pelatihan Pembuatan Produk Jamu Herbal dari anggota Baznas Micro Finance Majelis Taklim, pada tanggal 11 April 2026 yang dilaksanakan di Genung DPD RI DIY

• Kreativitas: Lomba paduan suara dan senam massal pada bulan Maret 2026

• Penguatan Ideologi: Pelatihan Aswaja An-Nahdliyyah untuk kader Muslimat NU DIY akan dilaksanakan pada tanggal 26 April 2026 di Kampus Al-Azhar

Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan mandiri demi membantu persoalan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045. PW Muslimat NU DIY meyakini bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika kaum perempuan tertinggal. Melalui momen Harlah ini, PW Muslimat NU DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan empati, kepedulian, dan kualitas generasi masa depan.

Baca juga artikel terkait HARLAH NU

diajeng.id - Binar
Sumber: Siaran Pers
Penulis: Tim Media Service