Menuju konten utama

Tas Darurat Perempuan: Barang Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Pengalaman perempuan dalam situasi bencana sangat berbeda dari laki-laki lantaran kondisi fisiologis dan multiperannya dalam keluarga.

Tas Darurat Perempuan: Barang Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
Header Diajeng Tas Darurat Perempuan. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Bencana seperti gempa bumi, kebakaran hutan, dan banjir dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga setiap orang perlu memiliki tas darurat yang siap dibawa saat harus segera melakukan evakuasi.

Meski kita sering menganggap sama rata pengalaman setiap orang dalam situasi bencana, realitasnya perempuan memiliki pengalaman yang sangat berbeda karena kondisi fisiologis dan multiperannya dalam keluarga.

Artinya, kebutuhan perempuan lebih banyak jika dibandingkan dengan laki-laki. Selain kebutuhan dasar seperti air minum, makanan dan obat-obatan, perempuan juga memiliki sejumlah kebutuhan khusus yang penting untuk diperhatikan, dari pembalut untuk menstruasi sampai tambahan perlengkapan jika memiliki anak balita.

Berikut beberapa barang penting yang bisa disimpan dalam tas darurat perempuan sebagai persiapan menghadapi situasi bencana.

Barang Penting yang Harus Ada dalam Tas Darurat

Tas darurat perlu berisi berbagai perlengkapan dasar untuk membantu bertahan selama beberapa hari ketika bencana terjadi. Berikut beberapa barang dasar penting yang sebaiknya disiapkan:

  • Kotak P3K dan perlengkapan medis dasar
  • Senter
  • Pembalut
  • Power bank, kabel pengisi daya
  • Uang tunai
  • Kunci cadangan rumah dan kendaraan
  • Obat antinyamuk
  • Sabun, tisu, hand sanitizer, dan perlengkapan kebersihan lainnya
  • Masker untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari udara yang kotor
  • Peluit untuk memberi tanda atau meminta pertolongan
  • Daftar nomor kontak penting, seperti keluarga, tenaga medis, apotek, dan layanan darurat
  • Identitas diri serta salinan dokumen penting yang disimpan dalam wadah tahan air
  • Selimut hangat atau sleeping bag
  • Pakaian ganti yang disesuaikan dengan kondisi cuaca
  • Peralatan makan sederhana, seperti piring kertas dan gelas sekali pakai
  • Persediaan makanan tahan lama untuk beberapa hari misal makanan kaleng, mie instan, dan susu kotak
  • Air minum dalam kemasan.
  • Kunci inggris atau tang, yang dapat digunakan untuk mematikan aliran gas atau air
  • Gunting, lembaran plastik, dan lakban untuk kebutuhan perlindungan darurat
  • Korek api yang disimpan dalam wadah tahan air atau kantong plastik tertutup

Barang Tambahan untuk Ibu Hamil dalam Tas Darurat

Selain barang-barang di atas, perempuan dalam kondisi hamil memiliki kebutuhan tambahan yang sebaiknya dipersiapkan dalam tas darurat bencana. Beberapa barang penting yang dapat dibawa antara lain:

  • Camilan bergizi
  • Pakaian hamil serta pakaian bayi sebagai persiapan
  • Vitamin prenatal dan obat-obatan pribadi yang diresepkan dokter
  • Persediaan air tambahan, terutama air minum dalam kemasan
  • Selimut darurat untuk menjaga tubuh tetap hangat
  • Produk kebersihan perempuan, seperti pembalut dan alas penyerap
  • Identitas diri serta foto terbaru anggota keluarga, foto dapat membantu proses pencarian dan penyatuan kembali anggota keluarga yang terpisah saat bencana
  • Informasi tempat mendapatkan pemeriksaan kehamilan atau melahirkan apabila fasilitas kesehatan biasa tidak dapat digunakan.
  • Perlengkapan persalinan darurat

Kebutuhan Perempuan dengan Bayi dan Balita

Perempuan yang membawa bayi atau balita saat menghadapi bencana perlu menyiapkan perlengkapan tambahan sesuai usia anak. Selain kebutuhan pribadi, beberapa barang penting yang sebaiknya masuk dalam tas darurat meliputi:

  • Dokumen kesehatan anak, seperti salinan catatan imunisasi dan identitas
  • Obat-obatan anak dan termometer
  • Popok, tisu basah, krim ruam popok
  • Pakaian, selimut, dan perlengkapan tidur portabel jika memungkinkan
  • Susu formula, makanan bayi, atau ASI perah beserta wadah pendingin jika diperlukan
  • Pompa ASI dan breast pad untuk ibu menyusui
  • Perlengkapan makan dan celemek anak
  • Camilan dan botol dot susu
  • Gendongan bayi
  • Mainan atau aktivitas sederhana, seperti buku mewarnai dan pensil warna, untuk membantu anak tetap tenang selama berada di pengungsian
  • Gelang atau tanda pengenal darurat yang mencantumkan nama anak dan nomor kontak orang tua, terutama untuk mengantisipasi anak terpisah saat situasi darurat
  • Bagi yang anaknya sudah lebih besar, ajarkan nama orang tua dan nomor kontak penting agar mereka dapat meminta bantuan jika terpisah dari keluarga

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih