diajeng.id - Di era serba digital saat ini, nyaris tak ada orang yang tak menggenggam smartphone dalam kesehariannya. Tak terhitung pula realitas kerja yang mengharuskan manusia menatap layar laptop atau komputer setiap saat.
Akibatnya, kita rentan terjebak dalam siklus tanpa akhir antara ibu jari yang terus bergerak dan cahaya biru yang perlahan meredupkan binar mata.
Banjir informasi, termasuk berita terkini seperti gempa hari ini atau perkembangan kesehatan global, sering kali menambah beban mental.
Dalam rangka meredakan penat ini, banyak orang yang kini beralih ke aktivitas analog, sebuah upaya sederhana untuk menemukan kembali jati diri dan ketenangan.
Istilah yang disebut aktivitas analog adalah kegiatan yang tidak melibatkan teknologi digital atau penggunaan gawai dalam aktivitasnya. Jika diteruskan dan dijadikan kegemaran, aktivitas analog bisa jadi hobi yang memberdayakan.
Alasan Orang Beralih ke Aktivitas Analog
Tulisan dari psikoterapis Phil Lane, MSW, LCSW di laman Psychology Today menjelaskan bahwa tren ini berkembang sejak pandemi COVID-19.
Banyak orang mencari cara bagaimana agar terhindar dari stres, kecemasan, isolasi, dan ketidakpastian, sehingga hobi yang sederhana dan manual kembali diminati.
Selain itu, aktivitas analog juga menjadi alasan orang-orang yang ingin memperlambat tempo hidup di tengah dunia yang semakin cepat, digital, dan penuh teknologi.
Kegiatan analog juga menjadi reaksi terhadap kelelahan akibat paparan informasi terus-menerus (doomscrolling) dari ponsel dan media sosial.
Paparan ini, menurutnya, dapat meningkatkan hormon stres (kortisol) dan membuat orang merasa cemas atau lelah secara mental.
Aktivitas analog seperti merajut atau kerajinan tangan membantu menenangkan sistem saraf karena menuntut fokus pada pekerjaan, perhatian, dan mengulangi gerakan sesuai yang dibutuhkan.
Alasan lainnya, kegiatan analog juga memberi kesempatan untuk lebih hadir dan terlibat secara nyata, mirip dengan praktik mindfulness.
Itulah mengapa aktivitas seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan sering direkomendasikan sebagai cara untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Dari sisi psikologis, aktivitas analog yang menjadi hobi dapat memungkinkan orang dewasa kembali ke kesederhanaan dan unsur bermain secara sehat, tanpa meninggalkan tanggung jawab, sehingga menjadi cara efektif untuk mengurangi tekanan hidup modern.
Contoh Aktivitas Analog, Bisa Jadi Hobi
Dilansir dari The Everymom dan UCW, berikut ini beberapa contoh kegiatan analog yang bisa jadi rujukan bagi kamu yang sedang ingin jeda dari riuhnya kegiatan scroll di media sosial:
1. Bermain Mahjong
Mahjong adalah permainan untuk 4 orang dengan menggunakan ubin kecil.Permainan ini sudah lama populer di Amerika Serikat, terutama di kalangan perempuan yang lebih tua, sehingga sering dianggap sebagai permainan “nenek-nenek”. Mahjong juga pernah muncul dalam film Crazy Rich Asians (2018).
Cara bermainnya, setiap pemain mengambil dan membuang ubin secara bergiliran. Tujuannya adalah menyusun kombinasi ubin tertentu agar bisa menang dan disebut “mahjong”.
Permainan ini membutuhkan konsentrasi dan fokus, tapi tetap memungkinkan pemain mengobrol dan bersosialisasi.
2. Menyulam
Menyulam adalah kegiatan menghias kain dengan benang dan jarum. Contohnya, seperti nama bayi yang dijahit dengan tulisan melengkung di sweater.Umumnya aktivitas menyulam memerlukan benang halus untuk membuat hiasan yang terlihat lembut dan detail, seolah-olah kita menggambar di kain dengan jarum dan benang.
Menyulam bisa digunakan untuk mempercantik berbagai benda, seperti serbet, kerah sweater, atau sarung bantal.
Bagi pemula, sebaiknya mulai dengan mempelajari tusukan dasar menggunakan kit khusus pemula sebelum mencoba pola sulaman yang lebih rumit atau dekoratif.
3. Memasak atau Membuat Kue
Teruntuk kamu yang suka memasak dan membuat kue, aktivitas ini bisa jadi semacam sarana terapi karena menggabungkan kreativitas dengan hasil yang nyata dan kelezatan makanan.Dari menyiapkan bahan, mengikuti resep, hingga plating, memungkinkan kita lebih fokus dan menikmati pengalaman sensorik
Selain itu, menghirup aroma yang lezat dan kepuasan mencicipi hasil masakan atau kue dapat memberikan kepuasan tersendiri yang menenangkan indra dan jiwa.
4. Seni dan Kerajinan
Terlibat dalam kegiatan seperti melukis, menggambar, membuat tembikar, atau seni kerajinan apa pun dapat membantumu untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan memberikan pengalaman langsung tanpa layar.Kamu juga bisa mencoba melukis bersama teman dengan mengambil objek tertentu untuk pengalaman yang menyenangkan dan kompetitif.
5. Bermain Catur, Teka-teki, Kartu, dan Boardgame
Bermain catur, teka-teki, kartu, atau permainan papan boardgame dapat mendorong interaksi sosial dan berpikir kritis tanpa bergantung pada layar.Selain kartu remi, UNO, Monopoli, Scrabble, masih ada banyak permainan berbasis kertas dan papan lain yang mengalami perkembangan pesat selama bertahun-tahun, termasuk permainan kooperatif, yang mendorong kerja sama tim dan pengalaman bersama teman sepermainan.
6. Berkebun Bercocok tanam termasuk hobi yang dapat memberikan perasaan damai sekaligus menghubungkan kita dengan alam. Menyiram, merawat tanaman, mengamati pertumbuhannya, dan merapikan taman dapat memberikan kepuasan yang luar biasa.
Ini adalah hobi inklusif yang dapat disesuaikan dengan ruang apa pun, baik jika kamu punya halaman yang luas atau hanya sepetak tanah seukuran 1 meter untuk tanaman kecil. Selain itu, juga berdampak positif pada hidup dan lingkungan sekitarmu.
7. Fotografi
Mengabadikan momen melalui fotografi mendorong kita untuk mengamati dan menghargai dunia di sekitar. Kegiatan ini dapat berubah menjadi praktik kreatif dan perhatian ekstra.Pengalaman juga bisa jauh lebih mengesankan jika kamu menggunakan kamera film jadul atau Polaroid, karena fotografi analog ini akan membawa kamu makin menjauh dari dunia digital.
8. Olahraga dan aktivitas di Luar Ruangan
Mendaki gunung, berolahraga tenis atau badminton, angkat beban di gym, menyusuri pantai, atau sekadar mengamati burung terbang di alam bebas menawarkan banyak manfaat.Aktivitas ini dapat menghubungkan kita dengan alam terbuka, mendorong aktivitas fisik sekaligus menyegarkan pikiran dari hiruk pikuk notifikasi di smartphone.
9. Yoga atau Meditasi
Berlatih yoga atau meditasi akan membantu relaksasi, mengurangi stres, dan menumbuhkan hubungan sehat antara pikiran-tubuh, serta menjauhkan sejenak ingatan dari gangguan digital.
10. Musik
Belajar memainkan alat musik atau sekadar menikmati musik tanpa bantuan dari layar smartphone memberikan kesan tersendiri dan efek terapeutik yang memuaskan.Kegiatan ini juga berhubungan dengan kreativitas diri.
Mulai dari proses menguasai not balok dan ritme secara bertahap, hingga keberhasilan memainkan atau sekadar mengikuti lirik lagu dapat membuat bahagia dan meningkatkan kepercayaan diri.
Selain itu, memainkan alat musik memungkinkan kamu membina hubungan dengan orang lain melalui musik bersama.
Simak juga artikel terkait hobi dan kegiatan kreatif lainnya di sini.
Editor: Sekar Kinasih