diajeng.id - Asuransi jiwa dan asuransi penyakit kronis adalah dua jenis produk asuransi yang memberi manfaat berbeda dalam hal perlindungan finansial.
Asuransi jiwa berguna ketika nasabah sudah meninggal dunia atau mengalami cacat permanen.
Manfaatnya berupa uang pertanggungan kepada keluarga nasabah untuk memastikan keberlanjutan kebutuhan hidup, pendidikan, dan stabilitas ekonomi orang-orang tercinta.
Sementara asuransi penyakit kritis manfaatnya dapat dirasakan ketika nasabah terdiagnosa penyakit kritis, seperti kanker, jantung, stroke, paru-paru, dan ginjal.
Perlindungan finansial yang diperoleh biasanya dalam bentuk uang pertanggungan untuk menggantikan penghasilan selama nasabah tidak masuk bekerja karena sakit dan pengobatan.
Menariknya, pemahaman tentang asuransi sering kali masih disertai sudut pandang yang bias gender.
Selama ini pandangan yang umum muncul adalah asuransi lebih diutamakan untuk laki-laki sebagai pencari nafkah utama.
Sebagai CEO rumah tangga, ketika mereka “tumbang” karena sakit atau telah tiada, dapur tetap harus mengepul, urusan rumah tangga harus tetap berjalan dan memerlukan dukungan finansial ekstra.
Tentunya asuransi tetap bermanfaat dalam membantu keuangan keluarga saat kondisi kritis.
Perempuan dari kategori apa saja yang perlu memiliki asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis?
Asuransi Jiwa/Penyakit Kronis Bagi Perempuan
Setiap perempuan memegang peran penting dalam keluarga, baik sebagai pencari nafkah utama, pendamping, maupun pengelola rumah tangga. Berikut penjelasan dari laman CPAI.
1. Ibu Tunggal dan Ibu Rumah Tangga
Sebagai ibu tunggal, perempuan memiliki dua peran sekaligus, baik ibu maupun ayah, sehingga ibu tunggal memikul seluruh tanggung jawab keluarga sendirian. Perlindungan finansialnya pun sangat dibutukan untuk penopang masa depan anak.Sementara bagi ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap, asuransi juga memiliki kontribusi bernilai besar yang dapat menopang keuangan keluarga pada situasi tak terduga.
2. Pencari Nafkah Bersama
Perempuan yang bekerja bersama pasangannya juga memiliki peran menjaga kestabilan keuangan keluarga. Mereka tetap membutuhkan asuransi ini.
3. Caregiver
Para pengasuh keluarga atau caregiver kerap menopang dua generasi sekaligus. Alasannya, mereka berperan untuk merawat orang tua lanjut usia sambil membesarkan anak.Dalam setiap peran tersebut, asuransi hadir sebagai bentuk perlindungan dan ketenangan, agar keluarga tetap bisa melanjutkan hidup meski dalam kondisi paling sulit.
Mengapa Perempuan Membutuhkan Asuransi Jiwa/Penyakit Kronis?
Dilansir laman Ethos, perempuan memegang banyak peran penting dalam kehidupan, baik sebagai ibu, pasangan, pencari nafkah, pengasuh, maupun pengelola rumah tangga.
Apa pun perannya, kontribusi perempuan memiliki nilai besar, baik secara emosional maupun finansial. Maka dari itu, hidup dan perannya perlu dilindungi.
Jika suatu saat perempuan mengalami sakit berat atau meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tapi juga pada kestabilan keuangan keluarga.
Pekerjaan rumah tangga, pengasuhan anak, hingga pendampingan keluarga tetap harus berjalan dan membutuhkan biaya untuk menggantikannya.
Selain itu, risiko kesehatan pada perempuan juga perlu diperhatikan. Penelitian yang dilakukan situs Discovery menunjukkan bahwa perempuan dari berbagai usia berisiko terkena penyakit serius seperti kanker, termasuk kanker payudara dan kanker kulit.
Tentu kondisi ini bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, tanpa memandang usia atau status pekerjaan.
Asuransi jiwa dan penyakit kronis hadir sebagai bentuk perlindungan dan persiapan.
Lebih dari sekadar produk keuangan, asuransi adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri.
Ketika perempuan terlindungi, keluarga dan orang-orang yang dicintai pun ikut terlindungi.
Untuk artikel lain yang terkait asuransi juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih