Menuju konten utama

Overthinking Lihat Berita Demo? Simak 7 Cara Meredakan Gelisah

Tidak semua hal bisa kita kendalikan, tapi kita selalu bisa memilih bagaimana cara merawat diri di tengah situasi yang tidak pasti.

Overthinking Lihat Berita Demo? Simak 7 Cara Meredakan Gelisah
Header diajeng Atasi Gelisah Baca Berita Demo. tirtoid/Quita

diajeng.id - Beberapa hari terakhir, demonstrasi terjadi di berbagai wilayah. Sejumlah daerah di Indonesia diperkirakan masih akan dipenuhi dengan aksi unjuk rasa pada awal bulan September ini.

Selama aksi berlangsung dan demo meluas, banyak pula kerusakan fasilitas umum di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Bahkan, pelayanan fasilitas umum sempat terhenti dan masih dilakukan pemulihan.

Tak hanya itu, aksi penjarahan terjadi di sejumlah rumah politikus, misalnya Ahmad Saroni, Nafa Urbach, Surya Utama alias Uya Kuya, dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Massa melakukan pengrusakan dan mengambil barang dari kediaman sejumlah politikus tersebut. Kediaman Menteri Keuangan, Sri Mulyani, juga menjadi sasaran massa.

Liputan berita terkait demo pun tak henti-hentinya disiarkan baik di televisi, portal berita, maupun media sosial.

Tidak jarang, paparan informasi ini membuat kita merasa gelisah, cemas, bahkan sulit tidur karena kepala penuh dengan berbagai kemungkinan buruk.

Wajar jika kita ingin tetap terinformasi, tetapi terlalu banyak informasi kadang justru membuat kita terjebak dalam overthinking atau memikirkan hal secara berlebihan dan berulang-ulang.

Apabila kamu overthinking, kamu mungkin merasakan hal-hal berikut:

  • Cemas atau khawatir dengan dirinya dan orang-orang tersayang akibat demo yang terjadi
  • Tertekan atau stres, terutama saat aksi demonstrasi mendominasi berita
  • Marah atau frustrasi, karena adanya ketidakadilan
  • Sedih atau kecewa
  • Takut atau merasa tidak aman
  • Putus asa atau merasa tidak berdaya terhadap situasi yang tidak dapat dikendalikan
  • Bingung tentang apa yang terjadi, dan siapa yang dapat dipercayai lagi
  • Traumatis, karena melihat orang lain mengalami kekerasan sehingga menjadi sedih yang berlarut
  • Terisolasi, bingung, atau curiga terhadap orang lain, misalnya ketika orang lain memiliki pendapat yang tidak kita setujui
  • Tidak bisa menikmati media apa pun, seperti tidak bisa menggunakan TV atau ponsel untuk bersantai, padahal biasanya bisa
  • Tidak bisa berhenti menonton atau menggulir berita di media sosial, dan
  • Tidak yakin bagaimana berbicara tentang apa yang terjadi, terutama kepada anak-anak.

Menurut Healthline, overthinking acap kali dapat menyebabkan stres. Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi overthinking adalah dengan menarik napas sedalam-dalamnya.

Selanjutnya kamu bisa berlatih meditasi, mencatat apa yang ada di pikiran dan membaginya menjadi langkah-langkah yang dapat dilakukan, serta fokus pada apa yang membuat kamu happy, dan jangan lupa untuk menetapkan batasan dalam mengonsumsi berita.

Lalu, bagaimana caranya agar tetap tenang tanpa harus menutup mata sepenuhnya dari realitas? Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu coba seperti dikutip laman mind.org:

1. Tarik Napas Dalam-dalam

Saat pikiran mulai riuh dan tubuh terasa tegang, berhentilah sejenak. Tutup mata, tarik napas dalam, lalu hembuskan perlahan. Teknik sederhana ini bisa membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi rasa cemas, dan mengalihkan fokus dari pusaran pikiran yang tidak ada habisnya. Cobalah lakukan beberapa kali sebelum tidur atau ketika rasa gelisah mulai datang.

2. Tetapkan Batasan Saat Konsumsi Berita

Mengikuti berita memang penting, tapi bukan berarti kita harus terus-menerus menatap layar. Jika setiap kali membuka ponsel membuat hati semakin resah, coba atur jadwal khusus untuk membaca berita, misalnya hanya pagi atau sore hari. Dengan begitu, kamu tetap terinformasi tanpa harus “dihantam” arus informasi sepanjang waktu.

3. Nonaktifkan Notifikasi Berita

Notifikasi yang muncul tiba-tiba bisa memicu rasa waswas. Dengan mematikan notifikasi dari aplikasi berita atau media sosial, kamu bisa memilih sendiri kapan saat yang tepat untuk mengakses informasi, bukan sebaliknya.

4. Atur Media Sosialmu

Kita sering tanpa sadar menggulir linimasa hingga berjam-jam. Padahal, tidak semua informasi di sana menenangkan. Cobalah memilih akun atau halaman yang ingin kamu ikuti, dan hindari terlalu banyak bersentuhan dengan konten spekulatif atau provokatif.

5. Prioritaskan Fakta, Bukan Opini

Opini orang lain sering kali memperkeruh suasana hati. Fokuslah pada sumber berita yang menyajikan informasi faktual. Mungkin tetap terasa berat, tapi setidaknya kamu tidak menambah bahan bakar pada api overthinking.

6. Cari Konten Positif atau Inspiratif

Tidak ada salahnya menyeimbangkan konsumsi berita serius dengan konten yang membangkitkan semangat—entah itu cerita inspiratif, hiburan ringan, atau sekadar video yang membuatmu tersenyum. Ingat, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga tubuh tetap sehat.

7. Jangan Ragu Cari Bantuan Profesional

Jika overthinking terasa semakin sulit dikendalikan, jangan menanggungnya sendirian. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental bisa membantumu menemukan strategi coping yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi.

Menghadapi derasnya arus berita demo atau kerusuhan memang bukan hal mudah.

Namun, dengan langkah-langkah kecil seperti mengatur napas, membatasi konsumsi berita, hingga mencari dukungan profesional, kita bisa menjaga pikiran tetap lebih jernih dan hati lebih tenang.

Ingat, tidak semua hal bisa kita kendalikan, tapi kita selalu bisa memilih bagaimana cara merawat diri di tengah situasi yang tidak pasti.

Untuk informasi terbaru tentang situasi demo, kamu juga bisa klik tautan ini: info demo.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih