diajeng.id - Bagi sebagian jomblo, menerima undangan pernikahan tanpa pasangan sering memicu rasa cemas. Sensasi canggung ini valid dan dialami banyak orang.
Dalam artikel British Vogue, seorang jomblo menceritakan pengalamannya menangis saat menyaksikan dansa pertama kedua mempelai karena merasa sangat kesepian.
Kisah lain menceritakan seorang tamu single yang asyik berjoget, akan tetapi mendadak canggung ketika lagu lambat diputar dan semua orang mulai berpasangan. Dengan perasaan malu, dia mengundurkan diri ke pinggir ruangan.
Menurut psikolog klinis Amy Robbins, wajar jika merasa cemas ketika dihadapkan dengan situasi tersebut.
"Perasaan cemas saat membayangkan sebelum acara biasanya jauh lebih berat daripada kenyataan yang sebenarnya," ujar Amy seperti dikutip Brides.
Berbeda dengan dua kisah di atas, menurut Diva (25), untuk mengusir rasa canggung saat diundang ke acara pernikahan, maka dia akan mengajak temannya yang juga jomblo. Diva mengaku merasa tidak enak jika sudah diundang tapi tak hadir karena alasan masih jomblo.
"Apalagi yang undang itu teman atau kenalan yang cukup dekat dengan saya. Ya untuk menjaga tali silaturrahmi saja. Siapa tahu di kemudian hari saya yang punya acara dan saya mengundang teman yang mengundang saya, teman saya bisa menyempatkan datang juga di acara saya," kata Diva kepada Diajeng.
Namun, jika lokasi acara dirasa terlalu jauh, atau memang ada halangan lainnya, biasanya Diva akan menitip sumbangan berupa uang atau hadiah.
Diva bercerita, hingga saat ini dirinya merasa nyaman saja meski harus menghadiri acara pernikahan dalam kondisi masih jomblo. Diva juga senang kalau ada teman atau rekannya yang sudah menikah duluan.
Semisal ada orang lain yang kurang nyaman dengan kehadirannya, Diva memilih untuk membiarkan.
Senada dengan Diva, Debora (35) mengatakan status jomblo yang disandangnya tidak lantas membuat dirinya harus menutup diri atau menjauh dari hal-hal yang berkaitan dengan "resepsi atau pernikahan".
"Kalau diundang dan kebetulan free, aku pasti datang. Biasanya datang sama teman juga, enggak yang sendirian banget," ucap Debora. Undangan yang datang dimaknai olehnya sebagai "mereka ingin aku ada di salah satu momen bahagia di hidup mereka".
Bagi Debora, tidak ada rasa canggung atau kekhawatiran di hatinya meski saat ini dirinya masih belum memiliki pasangan.
"Nongkrong, makan, atau traveling sendiri sudah biasa. Justru waktu sendiri itu kadang aku ciptakan sendiri sebagai me time," tutupnya.
Lantas, bagaimana caranya menjaga kepercayaan diri seperti Diva dan Debora saat menghadiri resepsi? Simak beberapa persiapan mental, teknis, serta tips praktis yang bisa dilakukan di bawah ini.
Persiapan Mental dan Teknis Sebelum Hari-H
Langkah pertama adalah dengan mengubah sudut pandang (mindset) dan menerima perasaan campur aduk yang muncul.
Alih-alih menganggapnya sebagai beban, pandanglah pesta pernikahan ini sebagai kesempatan untuk bersenang-senang dan berkenalan dengan orang-orang baru yang sudah terverifikasi oleh lingkaran temanmu.
Selanjutnya, bangun koneksi dengan sesama jomblo. Cobalah bertanya kepada pasangan pengantin apakah ada tamu lain yang juga diundang sendirian.
Dengan menghubungi sesama tamu yang juga jomblo untuk berangkat bersama atau duduk berdampingan, kita bisa saling menjadi sistem pendukung (buddy system).
Selain itu, pertimbangkan untuk tampil dengan nyaman saat akan ke acara. Kenakan pakaian yang membuat merasa jadi versi dirimu yang paling asyik.
Melakukan perawatan diri praktis seperti menata rambut, mode hijab estetik, atau riasan baru juga efektif memberikan dorongan rasa percaya diri.
Tips Praktis Agar Tetap Nyaman di Lokasi Acara
Setelah menyiapkan mental sebelum datang ke acara, mari bahas langkah selanjutnya pada hari H.
Sebagai tamu, kamu tidak perlu canggung membuka obrolan di meja resepsi. Awali dengan menjabat tangan dan memperkenalkan diri kepada teman semeja. Siapkan beberapa pertanyaan kasual di saku bajumu untuk memicu percakapan yang hangat.
Kamu juga bisa menawarkan diri untuk menjadi fotografer. Cara ini terbilang cukup unik, karena kamu cukup berinisiatif saja mengambil foto bagi kelompok tamu yang sedang berkumpul. Langkah ini bisa dilakukan secara alami tanpa tekanan untuk mencairkan suasana dan berinteraksi.
Selain itu, kamu juga bebas keluar dari percakapan yang terasa tidak cocok, tetapi jangan lupa untuk beri alasan sopan kalau kamu ingin pindah lokasi.
Ingatlah bahwa kamu memegang kendali penuh atas kenyamanan dirimu, nikmati hidangan dan pulanglah kapan pun saat kamu siap.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kita tetap menjaga kenyamanan diri sendiri sembari memberikan dukungan tulus untuk kebahagiaan sahabat kita yang menikah.
Artikel lainnya seputar self-love bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih