diajeng.id - Ketika anak tiba-tiba merasa mual hingga muntah, orang tua tentu bisa langsung panik dan khawatir. Apalagi jika keluhan muncul tanpa tanda-tanda sebelumnya. Mual dan muntah pada anak dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, hingga infeksi tertentu.
Meski begitu, orang tua sebaiknya tetap tenang dan memperhatikan kondisi anak. Kenali penyebab yang mungkin terjadi serta langkah yang dapat dilakukan untuk membantu si kecil merasa lebih nyaman dan mencegah kondisinya semakin memburuk.
Berikut ini adalah rekomendasi obat dan sirup untuk atasi mual dan muntah anak yang bisa digunakan untuk meredakan gejala.
Mual dan Muntah pada Anak
Keluhan tersebut dapat membuat si kecil merasa tidak nyaman dan, jika berlangsung terus-menerus, berpotensi menyebabkan kondisi tubuhnya menurun.
Agar dapat memberikan penanganan yang tepat, orang tua perlu memahami cara mengatasi keluhan tersebut sesuai penyebab dan kondisi anak.
Penggunaan obat pun sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, melainkan memilih produk yang sesuai untuk anak dan mengikuti petunjuk penggunaan atau anjuran tenaga kesehatan.
Rekomendasi Obat untuk Mual dan Muntah Anak
Anak yang tiba-tiba mual atau muntah tentu membuat orang tua khawatir. Agar penanganannya tepat, obat yang diberikan perlu disesuaikan dengan penyebab, usia, dan kondisi anak.
Berikut beberapa rekomendasi obat anak yang bia dipilih untuk mengatasi mual dan muntah.
1. Oralit 200 4,1 g 1 Sachet
Oralit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang ketika anak mengalami muntah atau diare. Obat mual muntah anak inilk kandungannya terdiri dari natrium klorida, kalium klorida, trisodium sitrat dihidrat, dan glukosa anhidrat. Untuk menggunakannya, larutkan satu sachet dengan air matang sesuai petunjuk.
Jika anak muntah setelah minum, tunggu sekitar 2–5 menit sebelum memberikan oralit kembali sedikit demi sedikit menggunakan sendok. Larutan yang sudah dibuat sebaiknya tidak disimpan lebih dari 24 jam.
2. Antimo Anak Rasa Jeruk 5 ml 10 Sachet
Jika mual dan muntah muncul akibat mabuk perjalanan, Antimo Anak Rasa Jeruk dapat menjadi salah satu pilihan. Obat ini sebaiknya diberikan sebelum perjalanan, sesuai aturan penggunaan berdasarkan usia anak.
Anak usia 2–6 tahun dapat mengonsumsi 1–2 sachet setiap 6–8 jam bila diperlukan, sedangkan usia 6–12 tahun sebanyak 2 sachet dengan interval yang sama. Obat mual muntah anak ini efek samping yang mungkin muncul antara lain mengantuk, pusing, sakit kepala, dan lemas.
3. Narfoz Sirup 30 ml
Narfoz Sirup mengandung ondansetron, obat antiemetik yang digunakan untuk membantu mengatasi mual dan muntah, terutama yang berkaitan dengan kemoterapi serta pencegahan muntah setelah operasi. Penggunaannya pada anak perlu mengikuti resep dan arahan dokter karena termasuk obat keras.Dosisnya berbeda berdasarkan usia dan kondisi yang ditangani, sehingga sebaiknya tidak diberikan tanpa petunjuk tenaga medis.
4. Pedialyte Original 500 ml
Pedialyte merupakan larutan elektrolit yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kembali cairan tubuh yang hilang akibat muntah atau diare. Minuman ini diformulasikan untuk membantu menjaga keseimbangan elektrolit sekaligus mencegah dehidrasi ringan hingga sedang.
Jumlah yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia anak dan banyaknya cairan yang hilang.
5. Vometa Suspensi 60 ml
Vometa Suspensi mengandung domperidone yang bekerja dengan memengaruhi reseptor dopamin sehingga membantu mengurangi rasa mual dan mendukung proses pengosongan lambung.Obat ini dapat digunakan pada kondisi tertentu, termasuk mual dan muntah yang berkaitan dengan kemoterapi atau radioterapi. Karena tergolong obat keras, penggunaannya pada anak harus berdasarkan resep dan petunjuk dokter, termasuk dalam menentukan dosis sesuai berat badan.
6. Gerdilium 10 mg 10 Kaplet
Gerdilium mengandung domperidone yang memiliki efek antiemetik untuk membantu meredakan mual dan muntah. Obat ini dapat digunakan pada kondisi tertentu, seperti mual dan muntah akibat kemoterapi atau radioterapi kanker.Penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati dan mengikuti resep dokter, terutama pada anak karena dosis disesuaikan dengan usia dan berat badan. Obat ini juga memiliki risiko efek samping tertentu sehingga tidak dianjurkan digunakan tanpa pengawasan tenaga medis.
7. Primperan Sirup 50 ml
Primperan Sirup mengandung metoclopramide yang digunakan untuk membantu mengurangi mual dan muntah pada kondisi tertentu. Obat ini bekerja dengan memengaruhi reseptor dopamin yang berperan dalam munculnya gejala tersebut.Primperan termasuk obat keras sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Pemberian obat, termasuk dosis berdasarkan berat badan dan waktu konsumsinya sebelum makan, perlu mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
Artikel terkait lainnya jugabisa dibaca di sini.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno