diajeng.id - Apakah kamu pernah mengalami kondisi seperti ini: saat sedang dekat dengan seseorang, kalian rutin saling berkabar, dan melakukan hal-hal seperti pasangan lainnya, tapi tak pernah benar-benar tahu akan dibawa ke mana hubungan kalian?
Jika iya, kamu mungkin sedang berada dalam situationship. Hubungan seperti ini bisa terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi lama-kelamaan membingungkan ketika salah satu pihak mulai mengharapkan kepastian.
Apa Itu Situationship?
Secara sederhana, seperti dilansir VeryWell Mind, definisi situationship adalah hubungan romantis yang belum memiliki status, komitmen, atau arah yang jelas. Kedua orang bisa saling menyukai, jatuh cinta, berbagi cerita, dan menunjukkan kedekatan emosional tanpa menyebut satu sama lain sebagai pasangan.
"Hubungannya rumit," imbuhnya.
Lalu, situationship artinya apa dalam kehidupan sehari-hari? Istilah ini menggambarkan hubungan yang terasa seperti pacaran, tetapi tidak memiliki kejelasan mengenai status dan masa depan. Situasi ini tidak selalu bermasalah selama kedua pihak menginginkan hal yang sama.
Ciri-Ciri Situationship
Artikel berjudul "Situationships: Why You’re Stuck and How to Break Free" di situs The Attachment Project, menyebutkan ada beberapa tanda situationship yang bisa jadi perhatian berikut ini.
Ciri-ciri situationship selanjutnya, komunikasi dan perhatian yang tidak konsisten. Terkadang dia sangat perhatian, tetapi di waktu lain justru menghilang tanpa kejelasan.
Tanda ketiga, tidak pernah merencanakan masa depan bersama. Hubungan terasa menyenangkan saat ini, tetapi kamu tidak mengetahui apakah dia ingin membangun hubungan yang lebih serius.
Lalu tanda keempat, salah satu pihak mulai mengharapkan lebih. Kamu mungkin menginginkan hubungan resmi, sedangkan dia merasa nyaman mempertahankan kedekatan tanpa komitmen.
Alasan Orang Bertahan di Situationship
Mengapa seseorang tetap bertahan dalam hubungan yang tidak jelas? Salah satu alasannya adalah harapan bahwa hubungan tersebut akan berkembang menjadi lebih serius. Perhatian kecil yang diberikan pasangan juga bisa membuat seseorang terus menunggu perubahan.
Selain itu, menurut laman BetterPlace Health, ketakutan akan penolakan, kesulitan menghadapi ketidakpastian, dan keinginan mempertahankan kedekatan dapat membuat seseorang enggan membicarakan status hubungan.
Ada pula orang yang memang belum siap berkomitmen dan menikmati kebebasan tanpa label. Karena itu, penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki alasan berbeda dalam menjalani situationship.
Cara Menghadapi Situationship
Jika kamu merasa situationship mulai melelahkan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memahami apa yang sebenarnya kamu inginkan. Apakah kamu nyaman menjalani hubungan tanpa status, atau justru membutuhkan komitmen yang lebih jelas?
Selanjutnya, komunikasikan apa saja harapan yang ingin kamu capai secara terbuka dengan pasangan. Tanyakan bagaimana dia memandang hubungan kalian dan apakah kalian memiliki tujuan yang sama. Tapi ingat, jangan berekspektasi bahwa jawabannya akan sesuai dengan pikiranmu, yang terpenting kamu berhak mengetahui posisimu.
Selain itu, penting pula mengenali kebutuhan emosional dan menetapkan batasan. Jika ternyata kalian menginginkan hal berbeda, pertimbangkan apakah hubungan tersebut masih sesuai dengan kebutuhanmu.
Pada akhirnya, tidak semua situationship harus berakhir menjadi hubungan resmi. Namun, kamu tetap berhak memilih hubungan yang memberikan rasa aman dan kejelasan. Sebab, kedekatan saja tidak selalu cukup jika kalian memiliki harapan yang berbeda.
Artikel lainnya terkait relasi juga bisa dibaca di sini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih