diajeng.id - Selamat, akhirnya kamu resmi menjalin hubungan dengan orang yang kamu sayangi!
Sekian waktu berlalu, kalian banyak menghabiskan waktu bersama, saling bertukar cerita, bahkan sudah mulai membuat rencana tentang masa depan.
Anehnya, selama menjalin hubungan yang menyenangkan tersebut, kamu belum pernah sekali pun bertemu dengan teman-temannya, tidak pernah diajak ke acara keluarga sekaligus berkenalan langsung. Kamu bahkan tidak pernah dimasukkan dalam unggahan foto atau video di media sosialnya.
Memang iya, di hadapanmu persis, kekasihmu adalah sosok yang penuh cinta dan perhatian. Namun, di hadapan orang lain, hubungan kalian seolah-olah tidak pernah ada.
Pada dekade 1990-an dan awal tahun 2000-an, situasi ini menyerupai pacaran diam-diam alias backstreet. Di dunia perkencanan modern pada era media sosial, khususnya di kalangan Gen-Z, istilahnya adalah stashing.
Alasan Melakukan Stashing
Laman PureWow menjelaskan stashing atau pocketing sebagai kondisi ketika seseorang sengaja menyembunyikan pasangannya dari lingkaran terdekat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun media sosial.
Istilah ini diperkenalkan oleh penulis Ellen Scott pada 2017.
Beberapa tandanya yang bisa dicermati antara lain, pasanganmu tidak kunjung memperkenalkan dirimu kepada teman atau keluarga, selalu menghindari foto bersama dan tidak mengunggahnya di media sosial, enggan menghadiri acara sosial bersamamu, atau membiarkan status hubungan kalian ambigu di media sosial dengan membuat kesan bahwa dirinya masih jomblo. Di hadapan orang lain, pasanganmu bahkan bisa saja memperlakukanmu sebagai teman.
Menurut Mentalzon, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang melakukan stashing.
Mulai dari rasa malu atau khawatir terhadap penilaian orang lain; ketakutan akan komentar lingkungan sosial, misalnya pasangannya mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi orang, baik dalam hal penampilan, materi, pendidikan, atau terkait sosialisasi ke sekitar; persoalan komitmen; hingga rasa tidak aman dalam hubungan (insecurity).
Dalam situasi tertentu, seseorang juga bisa menyembunyikan pasangannya karena ingin menjaga citra pribadi atau menghindari perhatian dari lingkungan sekitar. Misalnya tokoh terkenal atau selebritas tidak mau menunjukkan pasangannya demi menghindari gosip yang tak diinginkan.
Di satu sisi, kondisi tersebut berisiko membuat pasangan yang disembunyikan merasa tidak dianggap.
Kalau kamu merasa pasanganmu melakukan stashing, tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan. Akui perasaanmu di depan pasanganmu, coba diskusikan terlebih dahulu. Sampaikan apa yang kamu amati dan bagaimana perilaku pasanganmu berdampak pada dirimu.
Setelah itu, tanyakan alasan di balik sikapnya dan bicarakan batasan serta harapan masing-masing dalam hubungan ini.
Stashing sebagai Keputusan Sadar?
Stashing tidak selalu berarti pasangan tidak serius menjalin hubungan. Pada konteks tertentu, stashing merupakan keputusan sadar seseorang untuk menjaga pasangan tetap berada di luar lingkaran sosialnya.
Pakar hubungan Heather Garbutt yang dikutip Stylist mengingatkan bahwa tidak setiap hubungan yang belum diperkenalkan kepada keluarga atau teman otomatis merupakan stashing. Alasannya juga tidak selalu jelek.
"Bisa jadi mereka sebenarnya takut pada teman atau anggota keluarga tertentu," ujar Garbutt.
Garbutt menambahkan, orang tersebut mungkin saja memiliki batasan pribadi atau hubungan keluarga yang rumit. Konteks dan melakukan komunikasi dengan pasangan tetap jadi hal yang penting sebelum kita menganggap pasangan kita melakukan stashing.
Yang utama bukanlah seberapa cepat kita mengunggah hubungan ke media sosial atau memperkenalkan pasangan kepada keluarganya. Di luar itu, kita perlu sama-sama memahami posisi dalam hubungan dengan diskusi terbuka tentang batasan dan harapan bersama pasangan.
Artikel lainnya seputar relasi dan hubungan asmara juga bisa dibaca di tautan ini.
Editor: Sekar Kinasih