Menuju konten utama
"In This Economy"

Tren Sewa Baju: Tatkala Gaya dan Peluang Bisnis Bertemu

Dompet tipis bukan halangan untuk tampil stylish. Jasa sewa baju membantu kita tetap bergaya di tengah gejolak ekonomi sembari menekan limbah pakaian.

Tren Sewa Baju: Tatkala Gaya dan Peluang Bisnis Bertemu
Header Diajeng Tren Sewa Baju. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Ekonomi sulit, tetapi tetap mau tampil dengan gaya elite?

Kalau kita membahas tentang industri fesyen hari ini, topiknya tidak terbatas pada jual-beli baju saja. Buat kamu yang sedang berusaha berhemat, coba pertimbangkan jasa sewa baju.

Ya, sesuai namanya, jasa sewa baju menawarkan berbagai baju untuk dipinjamkan. Harga sewa baju jauh lebih terjangkau dibandingkan harga beli baju baru.

Selain pertimbangan ekonomi, keputusan sewa baju juga bisa diambil ketika kamu merasa kebingungan memilih baju yang selaras dengan style sehari-hari.

Bisa saja kamu menemukan baju yang modelnya lucu, tetapi gayanya kurang cocok dengan persona fesyenmu. Nah, dengan menyewa baju yang sekilas terkesan lucu itu, kamu tidak perlu pusing lebih jauh. Toh, tujuanmu sewa pakaian tersebut hanya untuk coba-coba.

Dengan sewa baju, kamu berkesempatan pula mengeksplorasi style baru yang biasanya di luar zona nyaman. Bagaimana pun juga, baju itu nantinya akan dikembalikan lagi.

Jika pun akhirnya kamu jatuh hati dengan model pakaian yang kamu sewa, mungkin kamu baru bisa mempertimbangkan untuk membeli model serupa demi mempertahankan style yang sudah kamu rasa mantap.

Terlibat dalam industri sewa baju artinya kita juga membantu mengurangi limbah fesyen. Baju yang kita sewa bisa dipakai berulang kali oleh sejumlah orang berbeda sehingga memperpanjang umurnya. Dengan begitu, kita berpartisipasi dalam mengurangi jejak karbon, limbah, dan air.

Alternatif Mengeksplorasi Gaya

Vicky (22) menganggap penyewaan baju sangat membantu dirinya, terutama ketika ia membutuhkan baju untuk acara-acara tertentu seperti pesta, upacara keagamaan, atau pertemuan formal.

Busana yang hanya dipakai untuk satu kali acara, menurut Vicky, tidak perlu repot-repot dibeli lantaran bakal memenuhi lemarinya. Selain itu, persewaan baju biasanya menyediakan pilihan yang “tidak lazim” dipakainya di kegiatan sehari-hari.

Dress, kebaya, blus, semuanya tersedia di persewaan baju. Variasi yang ditawarkan oleh penyedia jasa juga beragam, sehingga Vicky bisa memilih pakaian sesuai dengan dresscode dari acara yang akan didatanginya.

Ellis (19) memiliki pemikiran serupa dengan Vicky, “Toko [yang menjual] dress baju begitu pasti menyediakan yang sesuai sama produksi pabrikannya mereka. Tapi kalau menyewa, kita kita bisa dapat ragam model dari beberapa pabrik, jadi satu di tempat sewa itu, begitu,” ucap Ellis saat menjelaskan alasannya menyewa baju.

Sebagai pribadi yang sering kali selektif dalam gaya berpakaiannya, Ellis menganggap persewaan baju memiliki variasi yang luas. Layanan ini memungkinkannya memilih baju yang jauh lebih beragam daripada baju yang biasanya dijual di pasaran.

Meski begitu, Ellis terkadang menghadapi kesulitan dalam mencari persewaan baju. Ellis memiliki tipe badan yang cenderung besar, sehingga harus riset terlebih dahulu sampai menemukan penyedia jasa yang menawarkan baju sesuai ukurannya.

Baik Vicky maupun Ellis, keduanya memiliki pertimbangan sendiri dalam memilih tempat penyewaan baju. Selain pemilihan desain baju, mereka mengutamakan persewaan baju yang tidak membebankan pembelinya dengan aturan-aturan tambahan.

Di luar itu, tentu saja, keduanya menggemari jasa sewa baju karena membantu mereka bergaya tanpa perlu menguras isi dompet.

Serba-serbi Bisnis Sewa Baju

Berangkat dari pengalaman kesulitan mencari baju saat membutuhkan, Tari (32) membangun Uplove, persewaan dress, kebaya, dan tas clutch berbasis di Sleman, Yogyakarta.

“Uplove lahir dari ide Novi, CEO Uplove. Jadi waktu Novi mau menikah, dia berencana sewa, tapi kebaya yang dia pengen keburu di-booking penyewa lain. Nah, dari sana Novi melihat peluang bisnis persewaan masih gede banget,” jelas Tari dalam menceritakan awal pendirian Uplove.

Tari juga menyadari keinginan perempuan untuk berpenampilan menarik, tetapi terhalang biaya. Lewat Uplove, Tari berharap dapat membantu para perempuan merasa cantik tanpa harus mengorbankan ekonomi mereka.

Kebaya yang ditawarkan Uplove bisa disewa maksimal sampai 4 hari, dengan biaya beragam dari kisaran Rp99 ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Selain dari sisi kebutuhan, Tari merasakan adanya keperluan untuk membangun bisnis sewa baju karena alasan lingkungan. Dengan menyewakan baju, Tari dapat berkontribusi dalam memperpanjang umur pemakaian baju.

Senada disampaikan oleh Syifa (38), pemilik bisnis sewa baju Klambirent.id di kawasan perbatasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Selama ini, Syifa merupakan pribadi yang jarang berbelanja baju. Setelah melihat iklan persewaan baju, Syifa terdorong untuk memulai bisnisnya sendiri.

Menurut Syifa, sewa baju memiliki dampak positif yang jauh lebih terasa dari sisi keberlanjutan lingkungan. Dari bisnisnya, Syifa berharap bisa mengajak lebih banyak orang untuk menjalani gaya hidup lebih minimalis dan ramah lingkungan.

Klambirent.id sendiri banyak digemari kliennya lewat koleksi kebaya kasual. Baju yang ditawarkan memiliki desain minimalis, modern, santai, tetapi tetap anggun. Harga sewanya beragam, dari Rp50 ribu sampai Rp250 ribu.

Bisnis Menyegarkan sekaligus Menantang

Di balik geliat minat konsumen terhadap persewaan baju, bisnis ini memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

Pemilik usaha perlu berhati-hati agar koleksi pakaian tetap dalam keadaan baik selama berada di tangan penyewa. Mereka juga harus waspada dan siap dengan risiko penyewa yang membawa kabur baju.

Aturan tegas terkait biaya DP (Down Payment) dan ketentuan denda penggantian baju rusak menjadi salah satu strategi untuk menekan risiko-risiko kerusakan atau kehilangan.

Di tengah risiko yang ada, pemilik Uplove dan Klambirent.id gigih menjalankan bisnisnya. Selain menyusun aturan sewa yang jelas, mereka menggencarkan berbagai strategi penjualan, dari promosi lewat mulut ke mulut sampai media sosial.

Seiring perkembangan tren, pelaku usaha sewa baju juga perlu memperbarui koleksinya supaya tetap relevan dengan dunia mode yang dinamis. Kualitas baju-baju yang disewakan juga penting untuk dipertahankan.

Jadi, dompet menipis bukan lagi halangan buat kamu untuk tetap terlihat stylish. Keberadaan persewaan baju membantu kita tetap bergaya di tengah gejolak ekonomi ini sambil berkontribusi menekan limbah pakaian.

Nah, sudah terpikir mau menyewa baju apa untuk menghadiri resepsi pernikahan temanmu minggu depan?

Baca juga artikel terkait FASHION atau tulisan lainnya dari Maria Gratia Rosarina

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Maria Gratia Rosarina
Penulis: Maria Gratia Rosarina
Editor: Sekar Kinasih