diajeng.id - Jakarta, 21 April 2026 - Dalam rangka menyambut momentum Hari Kartini, Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia, ParagonCorp, menggelar acara diskusi “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun.
Kegiatan ini sekaligus upaya memperkuat komitmen ParagonCorp dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pengembangan inisiatif bertajuk Women’s Space.
Sesi Women’s Space yang dipandu oleh Marissa Anita ini menghadirkan pembicara Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, dan dr. Sari Chairunnisa.
Dalam diskusi reflektif yang berlangsung selama satu jam ini, Marissa mengajak para pembicara untuk berbagi cerita mengenai kekuatan yang terbentuk dari perjalanan hidup masing-masing.
Mengangkat narasi “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, ParagonCorp menyoroti bagaimana keinginan perempuan untuk berkembang masih dibayang-bayangi dengan keraguan pada diri sendiri.
Terkait itu, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa menyampaikan ada banyak studi yang menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang.
"Namun, tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah. Sebagai contoh, riset Mestara (2025) menunjukkan bahwa 83 persen perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut,” ujar dr. Sari.
“Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup?" dr. Sari melanjutkan, "Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati.”
Menteri Luar Negeri RI (2014-24) Retno Marsudi menyampaikan, “Pertanyaan ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul di benak kita sebagai perempuan. Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situlah semangat saya tumbuh.”
Sementara itu, atlet bulutangkis peraih emas Olimpiade, Susy Susanti, tidak menampik beratnya tantangan dalam meniti karier di ranah yang sangat maskulin.
“Saya tumbuh di dunia yang didominasi laki-laki. Namun pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan bagi saya untuk terus maju, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membuka jalan bagi perempuan lain,” ujar Susy.
Aktris dan penyanyi Nikita Willy turut membagikan pandangannya, “Hidup di ruang publik membuat kita sering dihadapkan pada ekspektasi dan penilaian orang lain. Namun di setiap fase kehidupan, saya belajar untuk tetap jujur pada diri sendiri dan konsisten dengan apa yang saya jalani.”
Melengkapi perspektif tersebut, Executive Director Habibie & Ainun Foundation, Nadia Habibie menyampaikan, “Privilege bukan hanya tentang kesempatan, tetapi juga tanggung jawab bagaimana kita bisa memberi dampak bagi sekitar.”

Women’s Space: Dari Ruang Aman menjadi Ekosistem Kepemimpinan
Di balik tantangan dalam menjalani perjalanan tersebut, satu benang merah muncul bahwa tidak ada satu pun perempuan yang bertumbuh sendirian.
Selalu ada lingkungan yang mendukung dan menopang di setiap fase kehidupan "the circle that holds her".
Namun begitu, tidak semua perempuan memiliki akses terhadap dukungan tersebut.
Bagi lebih dari seribu perempuan yang telah menjadi bagian dari komunitas Women’s Space, kebutuhan terbesar yang muncul adalah keinginan untuk bertumbuh, akan tetapi mereka belum memiliki ruang yang aman untuk mencoba.
Melihat kebutuhan ini, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space sebagai ruang bagi perempuan untuk bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan.
Women’s Space dirancang sebagai wadah bagi perempuan penggerak Indonesia untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, meningkatkan keterampilan yang relevan, serta membangun jejaring dalam ruang yang aman dan suportif.
Memasuki fase pengembangan, ParagonCorp menghadirkan program mentorship ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat dampak
Inspiration builds community, but mentorship builds leaders.
Program ini dikembangkan dalam empat pilar kepemimpinan, yaitu Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives, yang didukung oleh para mentor perempuan dari berbagai latar belakang, di antaranya:
- Analisa Widyaningrum, CEO APDC Indonesia; Psikolog, Konsultan, dan Trainer
- Shana Fatina, Founder & CEO Komodo Water
- Nadia Habibie, Executive Board The Habibie Center; Executive Director Habibie & Ainun Foundation
- Prita Ghozie, Founder & CEO Zapfinance
Melalui Women’s Space, ParagonCorp menargetkan lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan di lingkungannya.
Women’s Space hadir dengan tujuan untuk nurture grounded women leaders who multiply positive impact across generations.
Sejalan dengan keyakinan ParagonCorp, ketika satu perempuan bertumbuh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri, melainkan meluas ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya.