Menuju konten utama

Arti Relapse in Relationship, Contoh, & Penyebab Bisa Terjadi

Relapse in relationship artinya adalah kondisi di mana seseorang yang sudah move on mengingat kembali hubungannya dengan mantan pasangan.

Arti Relapse in Relationship, Contoh, & Penyebab Bisa Terjadi
Ilustrasi. mengingat kenangan indah bersama pasangan. Foto/iStock

diajeng.id - Relapse in relationship adalah perasaan terjebak dengan kenangan masa lalu yang sudah berakhir ketika seseorang sudah dalam kondisi bangkit atau move on dari sang mantan.

Kenangan ini bisa berupa perasaan sakit hati, merindu, bahkan munculnya keinginan untuk bisa bersama lagi.

Apa yang Dimaksud dengan Relapse dalam Hubungan?

Istilah relapse in relationship diambil dari Bahasa Inggris yang terdiri dari dua suku kata, yakni relapse yang berarti kambuh atau mengalami gejala kembali setelah sembuh dari sakit, sementara in relationship artinya dalam hubungan.

Jadi jika digabungkan, relapse in relationship meaning adalah adalah fase di mana seseorang merasa mengingat kembali hubungannya dengan mantan pasangan atau terbawa perasaan terhadap mantan pasangan, padahal sebelumnya sudah berusaha untuk melupakan.

Dengan kata lain, fase relapse artinya kondisi emosional ketika seseorang “kambuh” dari proses penyembuhan hati. Orang yang mengalami relapse biasanya kembali memikirkan hubungan lamanya, membuka chat lama, mengecek media sosial mantan, atau bahkan merasa ingin kembali menjalin hubungan.

Mengapa Relapse Bisa Terjadi?

Fase relapse setelah putus sebenarnya hal yang normal dan bisa dialami oleh siapa pun juga. Kondisi ini terjadi karena kenangan emosional yang masih tersimpan kuat di otak dan hati.

Ada beberapa pemicu yang menyebabkan seseorang relapse dalam hubungan, di antaranya

1. Ada kenangan emosional yang belum selesai

Otak manusia cenderung mengingat momen yang meninggalkan kesan mendalam. Momen bahagia bersama mantan bisa memunculkan rasa kangen secara tiba-tiba.

2. Merasa kesepian atau kehilangan

Setelah putus, rasa hampa dapat hadir kembali karena kehilangan dari yang biasanya mendapatkan perhatian dan menjalani rutinitas bersama pasangan, sudah tak ada lagi.

3. Pemicu eksternal

Ada banyak faktor yang bisa mengingatkan seseorang dengan fase relapse ini, seperti melihat tempat, lagu, atau foto yang pernah memiliki kenangan bersama bisa memicu munculnya.

4. Belum benar-benar mengikhlaskan

Kadang seseorang merasa sudah move on, tapi di dalam hati masih ada bagian yang belum menerima sepenuhnya bahwa hubungan itu telah berakhir.

Contoh Relapse dalam Hubungan

Berikut beberapa contoh relapse dalam hubungan yang sering terjadi tanpa disadari:

  • Masih membuka chat atau foto lama bersama mantan.
  • Kepo dan stalking media sosial mantan setiap kali merasa rindu.
  • Mengirim pesan “apa kabar?” padahal tahu hubungan sudah selesai.
  • Membandingkan pasangan baru dengan mantan.
  • Merasa cemburu ketika melihat mantan sudah bahagia dengan orang lain.
Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang masih berada dalam fase relapse setelah putus, meski mungkin sudah berusaha untuk move on.

Cara Mengatasi Relapse in Relationship

Menghadapi relapse memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu:

1. Sadari dan terima perasaanmu

Relapse adalah hal yang manusiawi. Jangan menyalahkan diri sendiri karena merasa sedih atau rindu, cukup sadari bahwa itu bagian dari proses penyembuhan.

2. Batasi kontak dengan mantan

Hindari komunikasi yang tidak perlu, termasuk stalking media sosialnya. Ini membantu otak berhenti memicu kenangan lama.

3. Alihkan fokus pada diri sendiri

Isi waktu dengan hal positif seperti olahraga, belajar hal baru, atau berkumpul dengan teman. Semakin sibuk kamu dengan hal produktif, semakin kecil kemungkinan relapse terjadi.

4. Tulis perasaanmu

Menulis jurnal atau curhat melalui tulisan bisa membantu melepaskan beban emosional tanpa harus kembali ke masa lalu.

5. Beri waktu pada diri sendiri

Proses move on itu tidak instan. Fase relapse hanyalah bagian dari perjalanan menuju penyembuhan yang lebih utuh.

Laman Psychology Today menyebutkan, dengan memberi waktu, kamu juga bisa berdamai dengan diri sendiri dan ini dapat meringankan, setidaknya untuk sementara, meskipun terkadang ada rasa tidak nyaman dan rasa tidak aman, karena sempat mengingat hubungan yang dulu.

Relapse in relationship adalah fase normal yang bisa dialami siapa pun setelah putus cinta. Yang penting adalah bagaimana kamu mengelolanya, bukan dengan kembali ke masa lalu, tapi dengan belajar memahami diri dan melangkah maju.

Artikel lainnya terkait relationship juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait MANTAN PACAR atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih