Menuju konten utama

Bolehkah Ibu Hamil Makan Pedas dan Apa Efeknya?

Ibu hamil yang terlalu banyak makan makanan pedas dapat memicu keluhan seperti mulas, nyeri ulu hati, kembung, diare, hingga asam lambung naik.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Pedas dan Apa Efeknya?
Ilustrasi makanan pedas. foto/istockphoto

diajeng.id - Kehamilan merupakan masa ketika tubuh ibu mengalami banyak perubahan dan membutuhkan asupan nutrisi yang lebih diperhatikan. Makanan yang dikonsumsi tidak hanya membantu menjaga kesehatan dan energi ibu selama menjalani kehamilan, tetapi juga mendukung proses tumbuh kembang janin.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu lebih selektif dalam memilih makanan, mulai dari kandungan gizinya, porsi, hingga frekuensi konsumsinya. Lantas, bolehkah ibu hamil makan pedas? berikut penjelasannya dan jenis makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil.

Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Pedas?

Kehamilan memang membuat ibu perlu lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman karena asupan sehari-hari turut berperan dalam menunjang kesehatan ibu serta perkembangan janin. Meski begitu, makanan pedas untuk ibu hamil seperti sambal, seblak, atau hidangan yang banyak menggunakan cabai, lada, dan jahe pada dasarnya tetap boleh dikonsumsi selama kehamilan.

Tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan keguguran atau membuat bayi mengalami kebotakan, sehingga anggapan tersebut hanyalah mitos.

Namun, bukan berarti ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan. Terlalu banyak makanan pedas dapat memicu keluhan seperti mulas, nyeri ulu hati, kembung, diare, hingga asam lambung naik.

Pada trimester pertama, makanan pedas juga berpotensi membuat mual dan muntah atau morning sickness terasa lebih berat. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan pedas tetap dibatasi, baik dari segi porsi maupun frekuensinya.

Selain itu, ibu hamil perlu memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi dengan memilih makanan bernutrisi dan memperhatikan kebersihan makanan.

Makanan yang Disarankan untuk Ibu Hamil

Selama hamil, kebutuhan nutrisi meningkat sehingga makanan yang dikonsumsi perlu lebih diperhatikan, baik dari segi kualitas maupun porsinya. Memasuki trimester kedua dan ketiga, kebutuhan kalori juga bertambah sekitar 340–450 kalori per hari. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, beberapa makanan berikut bisa menjadi pilihan:

  • Telur: Mengandung protein, vitamin, mineral, lemak, serta kolin yang penting untuk mendukung perkembangan otak dan tubuh janin. Pastikan telur dimasak hingga matang sempurna.
  • Alpukat: Kaya asam folat, serat, kalium, vitamin, dan lemak sehat yang membantu mendukung perkembangan otak, sistem saraf, serta jaringan tubuh janin.
  • Daging tanpa lemak: Daging sapi, ayam, dan ikan merupakan sumber protein serta zat besi yang dibutuhkan untuk membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia selama kehamilan.
  • Jeruk: Buah ini kaya vitamin C, folat, serat, dan air. Kandungan tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin.
  • Kacang-kacangan: Kacang tanah, kacang polong, dan kedelai mengandung protein, folat, zat besi, kalsium, serta vitamin B yang penting bagi kesehatan ibu dan janin.
  • Ikan salmon: Mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin D yang berperan dalam perkembangan otak dan mata janin. Konsumsilah salmon yang sudah dimasak hingga matang.
  • Pisang: Kandungan vitamin B6 pada pisang dapat membantu meredakan mual, sedangkan kaliumnya membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
  • Brokoli: Sayuran ini menyediakan folat, kalsium, vitamin C, dan berbagai antioksidan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
  • Susu dan produk olahannya: Susu, yoghurt, dan keju dapat menjadi sumber protein serta kalsium yang membantu menunjang pertumbuhan tulang dan jaringan janin.
  • Ubi: Ubi kaya akan beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sel dan jaringan janin.
  • Mangga: Kandungan vitamin A, vitamin C, kalium, dan serat dalam mangga dapat membantu mendukung daya tahan tubuh sekaligus menjaga kesehatan pencernaan ibu hamil.
  • Bayam: Bayam merupakan sumber folat yang penting terutama pada awal kehamilan untuk membantu mendukung perkembangan sistem saraf janin.
  • Buah kering: Kismis, kurma, dan buah ara mengandung serat, vitamin, serta mineral. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena buah kering umumnya memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.
  • Air putih: Kebutuhan cairan meningkat selama kehamilan, sehingga ibu hamil perlu mencukupi asupan air. Minum cukup air membantu mencegah dehidrasi, sembelit, dan infeksi saluran kemih.

Artikel menarik lainnya seputar tips kehamilan juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait TIPS KEHAMILAN atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno