diajeng.id - Bukan perkara mudah untuk melupakan sosok orang yang pernah punya tempat spesial di dalam hidup kita, apalagi jika ada kenangan, konflik, atau luka yang belum benar-benar selesai.
Meski ingin bersikap masa bodoh, pikiran tentang mantan, rekan kerja, teman atau keluarga toksik yang pernah menyakiti, bahkan orang yang telah meninggal, sangat mungkin untuk terus muncul tanpa diinginkan.
Kalau kemunculan mereka dalam benakmu mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi keterikatan tersebut dan mengembalikan fokus pada diri sendiri.
Berikut ini adalah cara yang bisa kamu terapkan untuk menjaga kesehatan mental dari rasa rindu atau dendam yang tidak berkesudahan.
1. Belajar memaafkan
Apabila ada orang yang pernah bikin kamu sakit hati, terus mengulang kejadian tersebut dalam pikiran hanya akan membuatmu semakin capek.
Ingat, memaafkan bukan berarti membenarkan apa yang mereka lakukan atau harus kembali dekat dengan mereka. Memaafkan lebih tentang melepaskan beban agar kamu bisa melanjutkan hidup tanpa terus membawa luka yang sama.
2. Cari tahu mengapa kamu memikirkannya
Kalau kamu sudah berusaha melupakan seseorang tetapi pikiranmu tetap kembali kepadanya, coba tanyakan apa yang sebenarnya membuatmu belum bisa lepas.
Mungkin ada perasaan yang belum selesai, harapan yang belum terwujud, atau pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban. Memahami akar masalahnya bisa membantu kamu menemukan cara untuk benar-benar move on.
3. Beri jarak
Kurangi hal-hal yang membuatmu terus teringat padanya. Kamu bisa membisukan atau unfollow media sosialnya untuk sementara, mengurangi intensitas bertemu, atau tidak lagi rutin mengirim pesan.
Jarak bukan berarti harus membenci atau memutus hubungan selamanya, tetapi bisa menjadi ruang yang kamu perlukan untuk menata kembali hatimu.
4. Fokus pada hidup sendiri
Daripada terus memikirkan apa yang sudah terjadi, cobalah kembali memperhatikan kehidupanmu sekarang. Fokus pada apa yang sedang kamu lakukan, rasakan lingkungan sekitar, atau tarik napas perlahan ketika pikiran mulai kembali kepadanya.
Dengan membiasakan diri hadir di saat ini, pikiranmu tidak terus terjebak pada masa lalu.
5. Menerima perasaanmu
Tidak perlu terus memaksakan diri untuk berhenti memikirkan seseorang. Biasanya, semakin keras kita menolak atau melawan sebuah pikiran, semakin sering pula pikiran tersebut muncul. Coba akui bahwa kamu memang masih merasakan gejolak emosi seperti sedih, kecewa, marah, atau kehilangan.
Setelah perasaan itu diterima atau divalidisi, pelan-pelan kamu bisa belajar melepaskannya tanpa harus terus melawannya.
6. Kembali pada fakta
Ketika sulit melupakan seseorang, kita sering mengingat sosoknya secara berlebihan, seolah-olah dia begitu sempurna atau malah sangat jahat. Coba tengok kembali hubungan dan pengalaman bersamanya secara lebih realistis.
Ingat hal-hal yang pernah terjadi, bukan versi yang sudah dibentuk oleh emosi dan kenangan. Cara ini bisa membantumu menyadari bahwa semuanya tidak sesempurna yang selama ini kamu bayangkan.
7. Tuangkan dalam tulisan
Kalau pikiran terasa penuh, coba tuliskan apa yang kamu rasakan di jurnal atau buku harian. Menulis bisa menjadi cara untuk mengeluarkan emosi yang selama ini hanya berputar di kepala.
Dengan menulis, kamu jadi lebih mudah memahami alasan di balik perasaan tersebut dan melihat situasi dengan lebih jernih.
8. Alihkan perhatian ke hal positif
Lakukan aktivitas yang membutuhkan fokus, seperti berolahraga, memasak, membaca, mengerjakan hobi, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Namun, jangan menjadikan itu semua sebagai distraksi untuk terus menghindari perasaan.
Pada satu titik, kamu tetap perlu menghadapi dan memahami apa yang sebenarnya kamu rasakan.
9. Kembali mengenal diri sendiri
Saat terlalu fokus pada seseorang, kita sering lupa dengan kehidupan sendiri. Coba kembali lakukan hal-hal yang kamu sukai, mengembangkan hobi, mengejar ambisi pribadi, atau sekadar menikmati waktu sendirian.
Semakin kamu terhubung dengan diri sendiri, semakin mudah kamu menyadari yang kamu butuhkan dalam suatu relasi.
10. Pahami apa yang kamu butuhkan
Bisa saja, kita merasa sulit melupakan seseorang karena kita masih merasa butuh dengan kehadirannya. Coba pikirkan, kebutuhan apa yang selama ini dia penuhi? Apa kamu bisa mendapatkannya dari dirimu sendiri atau dari sumber lain?
Kalau kamu sudah tahu jawabannya, kamu mungkin akan sadar bahwa sumber kebahagiaan dan kebutuhan emosionalmu tidak sepenuhnya bergantung pada orang itu.
11. Beri waktu untuk berdamai
Tidak semua perasaan bisa hilang dalam hitungan hari. Ada kalanya satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah terus menjalani hidup sambil memberi waktu bagi diri sendiri untuk pulih. Seiring berjalannya waktu, intensitas kenangan dan rasa sakit biasanya akan berkurang.
Suatu hari nanti, orang yang sekarang memenuhi pikiranmu mungkin tidak lagi memiliki tempat sebesar itu dalam hidupmu.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih