diajeng.id - Dalam setiap narasi cerita cinta, romansa antara dua sejoli mungkin terbilang “biasa”. Namun, ketika melibatkan orang ketiga, dinamika yang tercipta tentu akan lebih berwarna-warni.
“I think it's time we got this straight. Let's sit and talk face to face. There is no way you could mistake. Him for your man, are you insane?”
Lagu duet R&B berjudul The Boy is Mine dari Brandy dan Monica yang dirilis pada 1998 tersebut menggambarkan persaingan antara dua perempuan yang ingin mengambil hati sesosok laki-laki.
Liriknya tegas mengungkap penolakan kedua belah pihak untuk merelakan sang laki-laki jatuh ke tangan perempuan lainnya.
Dua dekade kemudian, tema serupa ditemukan dalam Step Back (2022) yang energik dari supergroup K-pop Got the Beat.
Lirik lagu Step Back bisa dibilang cukup “berani” karena terang-terangan menyerukan agar pihak perempuan lain menyingkir dari laki-laki yang sama-sama mereka idolakan.
Upaya memenangkan hati sosok pujaan hati tidak selalu digambarkan sebagai kompetisi yang berapi-api.
Dalam lagu Cinta dan Rahasia (2014), Yura Yunita menyalurkan rasa pahit dan dilema yang timbul dari pengalaman jatuh cinta pada laki-laki yang telah menjalin asmara dengan sahabatnya.
Terjebak dalam dinamika cinta segitiga nyatanya adalah tema yang lazim diekspresikan lewat lagu dan musik, termasuk opera klasik di masa lampau.
Persaingan dan Cinta Segitiga dalam Opera
Nyaris dua abad lalu, tepatnya pada 1831, Felice Romani menulis cerita opera berjudul Norma yang musiknya disusun oleh Vincenzo Bellini.
Dalam cerita berlatar era Kekaisaran Romawi tersebut, Norma adalah karakter utamanya. Alkisah, Norma dicampakkan oleh prajurit Romawi bernama Pollione. Padahal, diam-diam, Norma telah melahirkan kedua anak mereka.
Setelah mereka berpisah, Pollione pergi untuk menjalin kasih dengan perempuan lain, Adalgisa.
Putusnya hubungan dengan Pollione membuat Norma frustasi sampai terpikir untuk menghabisi nyawa anak-anaknya karena khawatir mereka akan menanggung malu lantaran tumbuh dewasa tanpa sosok ayah.
Mengetahui hal itu, Adalgisa justru merasa iba terhadap Norma. Adalgisa kemudian bersikeras akan meyakinkan Pollione agar kembali pada Norma. Di satu sisi, Norma meminta Adalgisa untuk menikahi Pollione dan membawa ikut serta anak-anaknya.
Dialog sedih antara Norma dan Adalgisa ini dituangkan dalam duet berjudul Mira o Norma, melodi lembut yang menyorot pengampunan dan ikatan rasa senasib antarperempuan.
Pada 1871, Giuseppe Verdi mengomposisi opera berdasarkan cerita tragis serupa pada era Mesir Kuno, Aida.
Di tengah penangkapan orang Ethiopia oleh pasukan Mesir, sang pangeran Mesir Radamès jatuh hati kepada sosok putri Ethiopia yang diperbudak di sana, Aida.
Amneris, putri Mesir yang juga jatuh hati pada Radamès, berupaya mengungkap kebenarannya dengan mengelabui Aida.
Dalam sebuah duet konfrontatif nan dramatis, Amneris berbohong pada Aida bahwa Radamès gugur dalam pertempuran.
Aida tidak sanggup menyembunyikan kedukaannya. Amneris pun murka dan cemburu hebat setelah mengetahui Aida memang mencintai laki-laki yang juga dicintainya.
Meski begitu, Radamès tetap mempertahankan cintanya untuk Aida. Opera diakhiri dengan Radamès yang dituduh sebagai pengkhianat Mesir dan dihukum mati, sementara Aida melarikan diri dari negeri yang telah menyekapnya.
Daya Tarik Tema Cinta yang Rumit
Dahsyatnya daya tarik narasi cinta segitiga ini tentu tidak berhenti di ekspresi musik atau lagu. Kita tentu familier dengan format populer lainnya—novel, film, sampai serial drama televisi—dengan berbagai variasi karakter tokoh dan jalan cerita.
Christine Daaé dibuat galau antara kharisma misterius sang Phantom dan kelembutan bangsawan Vicomte Raoul (The Phantom of the Opera, 1910), Bella Swan bingung memilih antara vampir Edward dan manusia serigala Jacob (serial novel dan film Twilight), atau baru-baru ini Lucy terbelah hatinya antara mantan kekasih serabutan John dan pengusaha tajir melintir Harry (The Materialists, 2025).
Komunitas pecinta budaya pop Jepang juga pernah digemparkan dengan manga Nisekoi yang dibuat versi anime pada 2014-2015 lalu. Penggemar sampai terbelah antara tim pendukung protagonis utama: #TeamChitoge vs #TeamOnodera.
Sebenarnya, apa yang membuat tema-tema cinta segitiga ini bisa bertahan lama dalam berbagai ekspresi kreatif populer dan digandrungi oleh banyak orang dari masa ke masa?
Dilansir dari artikel Glamour, psikolog Dr. Candice O'Neil menuturkan bahwa kisah cinta segitiga begitu memikat karena memberikan ruang bagi kita untuk mengeksplorasi emosi yang rumit dari jarak yang aman.
Namun, karena semua emosi itu kita rasakan melalui pengalaman tokoh-tokoh dalam novel, film, atau lagu, kita bisa menghayatinya tanpa harus menanggung konsekuensi nyata dalam hidup kita sendiri.
Nah, sebagai penikmat hiburan populer, apa kamu punya lagu favorit yang mengangkat tema cinta segitiga? Atau, adakah karakter dari novel atau film yang pernah membuatmu ikut larut dalam dilema memilih cinta?
Penulis: Maria Gratia Rosarina
Editor: Sekar Kinasih