Menuju konten utama

Dilarang Jatuh Cinta? Realitas Pedas di Balik Senyum Idol

Masihkah relevan untuk menuntut idol dengan citra “pacar khalayan sempurna” sampai-sampai mereka dilarang menjalin tali asmara di dunia nyata?

Dilarang Jatuh Cinta? Realitas Pedas di Balik Senyum Idol
Header Diajeng Serial girlgroup no na PART II. tirto.id/Quita

diajeng.id - “Baila is my bias”

Kalimat yang artinya kira-kira “Baila adalah anggota favoritku” itu tertulis jelas pada selembar banner berukuran besar yang diusung oleh Devano Danendra di tengah kerumunan penonton konser Head In The Clouds di stadion Rose Bowl, Los Angeles pada 1 Juni silam.

Aktor muda dan anak dari pedangdut Iis Dahlia ini dikabarkan sudah menjalin hubungan dengan anggota girl group no na, Baila Fauri, dari tahun 2022.

Sejak Baila diumumkan debut bersama no na di bawah naungan 88rising, Devano gencar menunjukkan dukungan pada sang kekasih.

Meskipun sebagian besar penggemar menganggap dukungan cinta Devano pada Baila sebagai tindakan menggemaskan, sebagian lain mempertanyakan jika bukan mempermasalahkannya.

Menurut sebagian komunitas penggemar, idol dari girl group atau boy group tidak seharusnya punya pacar, apalagi terang-terangan menunjukkan hubungan romantisnya ke publik.

Aturan-aturan semacam ini, resmi tertulis maupun tidak, biasanya diterapkan oleh agensi terhadap idol-idol K-pop dan J-pop di Korea Selatan dan Jepang.

Sebut salah satunya JYP Entertainment, agensi untuk grup TWICE and GOT7, yang meminta idol-idolnya agar tidak berpacaran setidaknya selama tiga tahun setelah mereka debut.

Sementara itu, boy group kenamaan BTS dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa mereka tidak punya pacar. Anggota mereka, RM, pernah menjelaskan bahwa mereka memiliki "ribuan pacar" dari komunitas penggemar ARMY yang membersamai mereka dalam perhelatan konser.

Dengan mengusung idol-idol yang tidak berpacaran, pihak agensi dapat mempertahankan kepercayaan dari penggemar dan hubungan parasosial bersama basis penggemar (fandom) yang sudah dibangun dengan susah payah.

Hubungan parasosial atau parasocial relationship merujuk pada rasa keterhubungan, keintiman, atau keakraban yang kuat kepada selebritas atau tokoh media.

Penggemar yang mengembangkan relasi ini akan merasa memiliki ikatan dengan idolanya bahkan dapat berpikir bahwa mereka “memiliki” idola tersebut.

Mengomentari kehebohan anggota Blackpink, Jisoo, yang sempat berkencan dengan aktor Ahn Bo-hyun pada 2023 silam, dosen sosiologi Patrick Williams dari Nanyang Technological University menyampaikan pada BBC bahwa relasi personal idol berpotensi menimbulkan “dampak buruk pada bisnis”.

“Mereka [agensi] ingin menjual sosok idol yang, setidaknya dalam konteks imajinatif, dapat dijangkau secara romantis. Penggemar dapat membayangkan diri mereka menjalin semacam relasi sosial dengan sang idol,” ujar Williams.

Dalam konteks tersebut, idol yang diketahui punya kekasih kemungkinan akan membuat penggemarnya kecewa dan kehilangan antusiasme karena telah mengerahkan uang, energi, dan waktunya untuk idol yang tidak mendedikasikan seluruh hidupnya demi menghibur mereka.

Maka dari itu, apabila ada idol yang kedapatan berkencan, kita akan mendengar pernyataan dari pihak agensi atau idol terkait yang biasanya berisi permintaan maaf, seperti disampaikan Karina dari girl group K-pop aespa tahun lalu saat ketahuan berkencan dengan aktor Lee Jae-wook.

Menariknya, maaf saja ternyata tidak cukup untuk meredakan kehebohan yang muncul.

Kejadian ekstrem pernah dialami oleh Seunghan, mantan anggota boy group K-pop RIIZE di bawah naungan SM Entertainment.

Pada Agustus 2023 silam, beredar foto dan video yang memperlihatkan Seunghan tengah mencium seorang perempuan dan merokok.

Setelah menyampaikan maaf kepada publik, Seunghan dinonaktifkan selama beberapa waktu.

Kira-kira setahun kemudian, pihak agensi mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali keanggotaannya di RIIZE.

Nyatanya, sebagian penggemar RIIZE masih tidak terima. Mereka dilaporkan sampai mengirimkan 1.000 karangan bunga kematian sebagai bentuk protes terhadap Seunghan sekaligus tuntutan kepada pihak agensi untuk mengeluarkan Seunghan dari RIIZE.

Seunghan akhirnya mengundurkan diri dari RIIZE. Baru-baru ini, dia dikabarkan tengah bersiap debut solo.

Ya, sebegitu dahsyatnya dampak kemarahan publik terhadap idol yang kedapatan memiliki hubungan asmara.

Mundur agak jauh ke belakang, situasi serupa terjadi pada Minami Minegishi, salah satu anggota grup idol kenamaan asal Jepang, AKB48.

Pada 2013 silam, Minegishi tertangkap kamera setelah bermalam di rumah kekasihnya.

Tak lama seusai fotonya tersebar, Minegishi dengan berlinangan air mata menyampaikan permintaan maaf kepada publik di YouTube.

Minegishi tampil dengan rambut dicukur nyaris gundul. Mencukur rambut itu sendiri merupakan aksi simbolis untuk menunjukkan penyesalan dalam tradisi kuno masyarakat Jepang.

Dalam video yang kala itu disaksikan sampai 3 juta kali, perempuan berusia 20 tahun itu memohon agar dirinya diizinkan tetap berkiprah bersama grup AKB48.

"Sebagai anggota senior di grup, aku bertanggungjawab menjadi panutan bagi anggota-anggota lebih muda,” ujar Minegishi dalam video.

“Segala yang kulakukan adalah kesalahanku sepenuhnya. Aku mohon maaf,” ujarnya lagi.

Minegishi tidak dikeluarkan dari grup, tetapi posisinya diturunkan di level “trainee”. Pihak agensi menyebutnya sebagai hukuman untuk Minegishi “karena menimbulkan gangguan pada penggemar”.

Pada akhirnya, Minegishi bertahan di grup yang membesarkan namanya tersebut, kelak “lulus” alias pensiun pada tahun 2021.

Pertanyaannya, akankah sisi gelap yang menuntut kesempurnaan citra idol ini terus dipertahankan?

Momoka Tojo, anggota grup idol J-pop KATACOTO*BANK, baru saja merayakan ulang tahun ke-20 pada Agustus tahun lalu.

Akhir masa remajanya itu dikenang melalui jepretan foto yang diunggah di akun X. Foto tersebut menampilkan Tojo bersama seorang pemuda—kekasihnya.

Seiring fotonya menarik perhatian publik, Tojo bergegas menghapusnya.

Akun X resmi KATACOTO*BANK lantas mengeluarkan pernyataan bahwa anggotanya tersebut sudah melakukan “tindakan tak habis pikir dan menunjukkan kurangnya kesadaran diri sebagai idol”.

Pihak grup mengumumkan bahwa Tojo akan “menjaga jarak dari kekasihnya".

Selain itu, Tojo diberi “hukuman” selama setahun ke depan: setiap malam, dia harus mengunggah foto sendirian sembari mengucapkan selamat tidur.

Di balik hukuman yang terkesan “aneh” tersebut, sampai hari ini tidak ada kabar bahwa KATACOTO*BANK akan mengeluarkan Tojo atau memintanya hiatus.

Tidak ada pula perbincangan bahwa Tojo diminta untuk memutus hubungan dengan pacarnya.

Bisa jadi, inilah pertanda bahwa agensi mulai dapat menerima kenyataan bahwa idol mereka berpacaran dan memiliki kehidupan personal yang bermakna.

Pertanyaan selanjutnya, akankah dunia fandom melanggengkan tradisi yang membatasi ruang gerak personal idol pada grup-grup pendatang baru, termasuk no na?

Meski dibentuk dan dikelola oleh label 88rising yang tidak berafiliasi dengan K-pop maupun J-pop, tidak bisa dimungkiri bahwa no na lekat dengan citra grup idol dari Asia Timur.

Sejak debut, no na memperoleh dukungan luar biasa dari kalangan penggemar K-pop. Mulai dari visual, konsep, warna musik, sampai dance choreography dipandang sesuai dengan selera penikmat K-pop.

Melekatnya citra no na sebagai idol berkiblatkan tren pop di Korsel tecermin pula dari hal-hal sepele, seperti bagaimana Devano menyebut Baila sebagai “bias”-nya, penggenar yang menyematkan Shaz sebagai maknae (anggota termuda), atau ketika no na diminta melakukan variety show guna lebih mengenal kepribadian masing-masing anggota.

Seiring itu, Baila, Esther, Christy, dan Shaz menegaskan posisi mereka sebagai artis alih-alih idol.

Pada festival HITC LA lalu, seorang streamer bertanya, "Apa kalian idol?"

Keempatnya serempak menjawab, "Kami artis dari Indonesia.”

Ya, no na mungkin telah memenuhi standar idol K-pop atau J-pop dari segi visual dan kemampuan menyanyi serta dance.

Nah, jika begitu realitasnya, perlukah komunitas fandom mengkritisi keputusan asmara para anggota no na?

Menurutmu, apa zaman sekarang masih relevan untuk menuntut citra figur publik, baik itu idol maupun artis pada umumnya, sebagai “pacar khalayan sempurna” sampai-sampai melarang mereka punya pacar di dunia nyata?

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Yolanda Florencia Herawati & Sekar Kinasih

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Yolanda Florencia Herawati & Sekar Kinasih
Editor: Sekar Kinasih