Menuju konten utama

Roster Dating: Banyak Kencan, Banyak Pilihan?

Pendekatan roster dating membebaskan kita dari tekanan untuk segera menemukan pasangan yang tepat sejak kencan pertama.

Roster Dating: Banyak Kencan, Banyak Pilihan?
Header Diajeng roster dating. foto/istockphoto

diajeng.id - Realitas kencan modern di era media sosial melahirkan berbagai istilah baru; dari ghosting, love bombing, situationship, hingga roster dating.

Istilah roster dating merujuk pada kegiatan kencan dengan beberapa orang sekaligus tanpa adanya komitmen serius sejak awal.

Katie Dissanayake, pakar seks dan kencan di HUD App melalui VICE, menjelaskan bahwa istilah ini diadopsi dari dunia olahraga.

"Seperti halnya sebuah regu yang memiliki daftar (roster) pemain, kamu juga punya ‘daftar’ pilihan calon potensial sembari melakukan pengenalan terhadap mereka,” ujarnya.

Pendekatan yang santai ini membebaskan kita dari tekanan untuk segera menemukan pasangan yang tepat sejak kencan pertama.

Popularitas Roster Dating di Media Sosial

Strategi kencan ini menjadi viral di media sosial seperti TikTok setelah sejumlah kreator konten Gen Z membagikan pengalaman mereka dalam mengelola kehidupan asmara secara terstruktur.

Dalam artikel di laman SELF yang berjudul "Inside ‘Roster Dating’: The Smartest—and Loneliest—Way to Date", disebutkan bagaimana Gen Z menjadikan metode ini sebagai strategi untuk mengoptimalkan pencarian pasangan.

Keuntungan melakukan roster dating adalah efisiensi dan kepraktisan emosional. Alih-alih menggantungkan harapan pada satu orang, pelaku roster dating sudah memiliki “cadangan” untuk mengatisipasi pembatalan kencan, tidak ada ketertarikan saat bertemu, atau di-ghosting teman kencan.

Melalui roster dating, kita mendapatkan validasi dengan risiko emosional yang lebih minim, kesenangan tanpa tekanan untuk segera berkomitmen, dan tetap merasa baik-baik seandainya terjadi penolakan sepihak.

Beberapa pelaku roster dating bahkan mengelola jadwal kencannya secara metodis menggunakan Google Calendar atau mengelompokkan kontak berdasarkan platform pesan.

Masih melansir SELF, menurut terapis hubungan Keisha Saunders-Waldron, dengan memberikan nama "roster dating" pada strategi kencan ini, kita menjadikan kencan kasual sebagai langkah strategis yang disengaja untuk melindungi diri sendiri dari risiko patah hati.

“Ketika kita memberikan nama untuk suatu hal, hal itu jadi sesuatu yang disengaja," imbuhnya.

Saunders-Waldron menambahkan, dengan roster dating, kita diibaratkan membuat satu daftar berisi beberapa nama orang yang urutannya bisa ditukar-tukar sesuai kesediaannya.

Plus-Minus Strategi Roster Dating

Di balik teknik kencan yang strategis demikian, roster dating menyimpan potensi keuntungan sekaligus tantangan tersendiri.

Analisis Dr. Bruce Y. Lee dalam artikel Psychology Today "Could 'Roster Dating' Be Right for You?", sisi positif dari strategi ini adalah memberikan ruang untuk mengenal berbagai karakter sebelum mengambil keputusan besar.

Metode ini sangat berguna bagi kamu yang cenderung terburu-buru berkomitmen tanpa mengenal pasangan dengan baik, serta dapat mengurangi rasa cemas atau putus asa saat salah satu hubungan tidak berjalan lancar.

Sebaliknya, Dr. Lee menekankan bahwa kekurangannya terletak pada beban logistik dan energi emosional yang menguras pikiran untuk mengordinasikan banyak kencan.

Selain itu, roster dating berisiko membuat kita menunda-nunda pengambilan keputusan, menyisakan hubungan yang dangkal, serta membuat kandidat kencan merasa disingkirkan atau dijadikan bahan kompetisi, terutama jika kita tidak mengomunikasikan cara berkencan ini secara bijak.

Perlukah Mencoba Roster Dating?

Ingin mencoba roster dating atau tidak, keputusannya kembali pada kebutuhan dan kesiapan emosional diri.

Kalau tertarik mencobanya, kamu perlu menetapkan batasan yang tegas. Hal ini mencakup membatasi jumlah kandidat (idealnya tidak lebih dari tiga atau empat orang) serta membatasi durasi waktu sebelum membuat keputusan akhir.

Selain itu, jujur terhadap diri sendiri dan bersikap terbuka kepada pasangan juga penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau rasa tersakiti.

Roster dating bisa jadi sarana eksplorasi diri yang menyenangkan, asalkan tidak dimanfaatkan sebagai benteng untuk melarikan diri dari rasa rapuh atau ketakutan akan keintiman yang sesungguhnya.

Artikel lainnya seputar dunia kencan modern juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait KENCAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih