diajeng.id - Saat sedang beraktivitas di tengah hari yang padat, apa kamu pernah merasakan perih atau panas ketika buang air kecil? Kondisinya tentu tidak nyaman dan tak mengenakkan karena pasti akan mengganggu aktivitasmu.
Perasaan ingin terus-terusan buang air kecil, tetapi urine hanya keluar sedikit dikenal secara umum sebagai anyang-anyangan dan cukup sering dialami perempuan.
Lantas, kenapa anyang-anyangan lebih sering terjadi pada perempuan? Apakah kondisi ini selalu menandakan infeksi saluran kemih (ISK)? Mari kenali penyebab, gejala, serta cara mengatasi anyang-anyangan lewat artikel di bawah ini.
Apa Itu Anyang-Anyangan?
Dilansir Cleveland Clinic, dysuria bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat menandakan adanya masalah kesehatan tertentu.
Ciri-ciri anyang-anyangan pada wanita dapat berupa rasa panas saat berkemih, frekuensi buang air kecil meningkat, urine keluar sedikit, hingga rasa tidak nyaman di area panggul.
Mengapa Wanita Lebih Rentan Anyang-Anyangan?
Perempuan atau wanita lebih rentan mengalami anyang-anyangan karena memiliki uretra (saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh) lebih pendek dibandingkan laki-laki. Akibatnya, bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan memicu infeksi.
Risiko tersebut juga dapat meningkat selama kehamilan maupun setelah menopause akibat perubahan kondisi tubuh dan hormon. Hal ini membuat wanita perlu lebih memperhatikan kesehatan saluran kemihnya.
Penyebab Anyang-Anyangan pada Wanita
Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab anyang-anyangan pada wanita, di antaranya:
Penyebab pertama adalah karena infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi bakteri pada saluran kemih merupakan salah satu penyebab paling umum. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi terbakar, sering buang air kecil, dan rasa tidak tuntas setelah berkemih.
Kemudian penyebab selanjutnya, infeksi kandung kemih (sistitis). Peradangan pada dinding kandung kemih dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, tekanan di perut bagian bawah, dan dorongan berkemih yang lebih sering.
Infeksi atau iritasi vagina juga dapat menjadi penyebab anyang-anyangan pada wanita. Infeksi vagina maupun iritasi akibat sabun berpewangi, produk pembersih kewanitaan, dan bahan kimia tertentu dapat menimbulkan rasa perih ketika urine menyentuh area genital.
Keempat, karena infeksi menular seksual (IMS). Gonore, klamidia, dan herpes genital dapat menyebabkan peradangan pada saluran kemih atau area genital sehingga muncul nyeri saat berkemih.
Batu saluran kemih. Endapan mineral yang mengeras di saluran kemih dapat menghambat aliran urine dan menimbulkan rasa nyeri.
Sindrom nyeri kandung kemih. Kondisi seperti sistitis interstisial dapat menyebabkan tekanan, nyeri panggul, dan keinginan buang air kecil berulang tanpa selalu disebabkan infeksi bakteri.
Menurut American Family Physician (AAFP), dysuria juga dapat dipicu oleh peradangan noninfeksi, penggunaan obat tertentu, trauma lokal, maupun gangguan pada saluran kemih.
Cara Mencegah Anyang-Anyangan pada Wanita
Untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih, ada beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan.
Pertama, selalu biasakan minum air putih yang cukup setiap hari. Yang berikutnya, jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama. Jangan lupa pula untuk rutin membersihkan area genital dari arah depan ke belakang setelah buang air.
Selanjutnya hindari menggunakan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung pewangi dan berpotensi menyebabkan iritasi.
Lalu, gantilah pakaian dalam secara teratur dan jaga area genital tetap bersih serta kering. Selain itu, bagi yang sudah menikah, buang air kecil setelah berhubungan seksual.
Cara Mengatasi Anyang-Anyangan pada Wanita
Pastikan kamu mencukupi kebutuhan cairan dan tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Pemeriksaan urine juga dapat diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.
Jika anyang-anyangan disertai demam, menggigil, nyeri pinggang, muntah, urine berdarah, atau keluhan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter.
Pada akhirnya, anyang-anyangan bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini dan menerapkan kebiasaan hidup sehat, kesehatan saluran kemih dapat lebih terjaga.
Artikel terkait lainnya juga bisa dibaca di tautan ini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih