diajeng.id - Diabetes kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Padahal, anak-anak, remaja, hingga dewasa muda juga bisa mengalaminya. Ini karena gejalanya terkadang mirip kelelahan yang terjadi akibat aktivitas sehari-hari, diabetes di usia muda sering kali tidak disadari sejak awal.
Mengenali ciri-ciri diabetes di usia muda merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan. Semakin cepat gejala dikenali dan diperiksa, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum muncul komplikasi.
Apa Itu Diabetes di Usia Muda?
Diabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah terlalu tinggi karena tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang membantu gula dari makanan masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diabetes tipe 2 juga dapat dialami anak-anak dan remaja, meskipun lebih sering ditemukan pada orang dewasa.
Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda yang Perlu Dikenali
Lantas, apa saja tanda yang patut diwaspadai? Salah satu ciri-ciri diabetes di usia muda adalah sering merasa haus, meskipun sudah atau sering minum. Kondisi ini biasanya disertai frekuensi buang air kecil yang meningkat, termasuk pada malam hari.
Selain itu, penderita dapat merasa mudah lelah meskipun sudah beristirahat cukup. Tak hanya itu, penurunan berat badan juga bisa terjadi tanpa sebab yang jelas, padahal nafsu makan justru meningkat. Penglihatan yang kabur, luka yang sulit sembuh, serta infeksi berulang juga dapat menjadi tanda diabetes.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) bahkan menyebutkan, pada diabetes tipe 2, gejala terkadang berkembang perlahan atau bahkan tidak terasa. Munculnya bercak kulit yang lebih gelap di sekitar leher atau ketiak juga dapat berkaitan dengan resistensi insulin.
Apa Penyebab Diabetes di Usia Muda?
Penyebab diabetes bergantung pada jenisnya. Diabetes tipe 1 terjadi akibat proses autoimun dan tidak disebabkan semata-mata oleh konsumsi makanan manis atau gaya hidup yang kurang sehat.
Sebaliknya, risiko diabetes tipe 2 dapat meningkat karena kombinasi beberapa faktor, seperti riwayat keluarga, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, dan resistensi insulin. Perubahan hormon selama masa pubertas juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh menggunakan insulin.
Bagaimana Mencegahnya?
Tidak semua jenis diabetes dapat dicegah. Namun, risiko diabetes tipe 2 bisa dikurangi melalui kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, membatasi minuman manis, serta rutin beraktivitas fisik.
Menjaga berat badan yang sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan juga penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Sementara jika keluhan yang dialami disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, maupun penurunan kesadaran, maka segeralah cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan komplikasi serius.
Diabetes bukan hanya persoalan usia. Mengenali perubahan tubuh sejak dini dan membangun kebiasaan sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas hidup hingga dewasa.
Artikel lainnya seputar informasi kesehatan juga bisa dibaca di sini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih