diajeng.id - Memasuki tahun kesebelas penyelenggaraan Japanese Film Festival (JFF), The Japan Foundation, Jakarta menghadirkan kembali JFF di sembilan kota sebagai respons dari antusiasme masyarakat Indonesia pada tahun 2025, yang memenuhi lebih dari 90 persen kapasitas hingga mencapai 21,346 penonton. Tahun ini, Japanese Film Festival akan mengajak lebih banyak penonton untuk berkumpul, menonton, dan merayakan keberagaman sinema Jepang di layar lebar kotanya masing masing.
Tidak hanya menyajikan pilihan film yang beragam, Japanese Film Festival juga menghadirkan pengalaman interaktif melalui Merchandise Hunt dengan berbagai hadiah menarik dan desain eksklusif berbeda setiap tahunnya, yang dapat diperoleh penonton selama mengikuti rangkaian pemutaran. Banyak penonton menjadikan program ini sebagai ajang untuk mengoleksi merchandise tahunan dari Japanese Film Festival sembari menikmati film-film kesukaan mereka.
Tambah Layar di Beberapa Kota
Antusiasme penonton pada penyelenggaraan Japanese Film Festival tahun lalu mendorong festival ini untuk kembali hadir di kota-kota yang sama dengan kapasitas yang lebih besar. Sambutan positif serta tingginya permintaan masyarakat untuk menikmati lebih banyak film Jepang khususnya di luar Jakarta, menjadi dasar bagi Japanese Film Festival untuk menambah layar pada tahun ini. Dengan penambahan kapasitas tayang tersebut, Japanese Film Festival tidak hanya memberikan lebih banyak pilihan tontonan, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkenalan dengan beragam karya, genre, dan perspektif dari sinema Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya The Japan Foundation, Jakarta untuk membawa pengalaman sinema Jepang semakin dekat dengan masyarakat di berbagai kota di Indonesia.
Karya Klasik KUROSAWA Akira dari Tahun 1957
Mengadaptasi tragedi Macbeth karya William Shakespeare ke dalam dunia samurai Jepang, KUROSAWA Akira menghadirkan kisah tentang ambisi, kekuasaan, pengkhianatan, dan kehancuran dalam bahasa visual yang begitu khas melalui film Throne of Blood (1957). Film ini memperlihatkan puncak kekuatan sinematiknya dengan nuansa teater Noh, lanskap Jepang serta komposisi gambar yang menyerupai lukisan, yang menjadikan film ini bukan sekadar adaptasi melainkan sebuah karya yang berdiri dengan identitas artistiknya sendiri. Peran MIFUNE Toshiro sebagai Washizu mampu memperkuat daya teror film ini, dengan menghadirkan sosok yang terperangkap antara ramalan dan hasratnya sendiri.
Lebih dari enam dekade sejak perilisannya, Throne of Blood tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah sinema dunia dan salah satu contoh paling berpengaruh tentang bagaimana sebuah cerita dapat melampaui batas budaya melalui gambar. Menayangkannya kembali di hadapan penonton hari ini bukan hanya berarti melihat kembali sebuah mahakarya klasik, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengalami bagaimana KUROSAWA Akira membuktikan bahwa sinema memiliki bahasa yang mampu menjadikan tragedi berusia berabad-abad terasa kembali hidup, dekat, dan menggetarkan.

Hula Girls - 4K Remastered - film yang disutradarai sineas di balik kesuksesan Kokuho
Dua dekade setelah pertama kali memikat penonton Jepang, Hula Girls (2006) kembali ke layar lebar dalam versi 4K Remastered. Disutradarai oleh Lee Sang-il, sineas di balik film fenomenal KOKUHO, film ini terinspirasi dari kisah nyata di Iwaki, Fukushima, ketika kemunduran industri batu bara mengancam kehidupan sebuah kota yang selama bertahun-tahun bergantung pada pertambangan. Di tengah krisis tersebut, sekelompok perempuan muda belajar menari hula untuk mendukung lahirnya sebuah resor bertema Hawaii, sebuah gagasan asing yang menemui banyak kesulitan hingga pada akhirnya dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Saat pertama dirilis, Hula Girls meraih lebih dari satu juta penonton dan memenangkan lima penghargaan utama Japan Academy Film Prize, termasuk Best Picture dan Best Director, sekaligus terpilih sebagai perwakilan Jepang untuk Academy Awards. Kesuksesan film Hula Girls turut memperlihatkan bagaimana kisah lokal bisa memiliki resonansi yang sangat luas.
Bagi penonton yang mengenal Lee Sang-il melalui KOKUHO, pemutaran ini juga menjadi kesempatan untuk menemukan salah satu karya penting yang memperlihatkan kekuatan penyutradaraannya sejak awal karier.

Adu Akting WATANABE Ken dan SAKAGUCHI Kentaro dalam THE FINAL PIECE
THE FINAL PIECE merupakan sebuah film misteri kriminal yang mengangkat permainan shogi sebagai inti ceritanya. Diadaptasi dari novel karya SUZUKI Yuko, film ini berhasil menampilkan alur cerita yang menarik dan tetap terjaga dengan baik sehingga film ini bukan sekadar film misteri pembunuhan biasa.
Dalam film ini, aktor kawakan Jepang WATANABE Ken beradu akting dengan aktor muda menjanjikan SAKAGUCHI Kentaro yang mampu menonjolkan emosi intens dan kuat. Didukung oleh gerakan kamera yang dinamis, film ini mampu membuat penonton merasakan ketegangan dalam tiap pertandingan shogi meskipun tidak memahami aturan permainan.
Film ini tidak hanya melulu membahas tentang shogi. Ada latar belakang isu sosial yang menggali tema seputar trauma masa kecil, hubungan orang tua dan anak, ambisi dan pencarian jati diri. Pada tahun perilisannya, THE FINAL PIECE terpilih untuk tayang pada program Open Cinema di Busan International Film Festival 2025.

Selain film-film di atas, ada belasan film Jepang lainnya yang dapat dinikmati selama festival berlangsung. Berikut daftar film-film yang akan ditayangkan pada Japanese Film Festival 2026:
1. Bring Him Down to A Portable Size (Sutradara: NAKANO Ryota) - SHIBASAKI Ko, ODAGIRI Joe, MITSUSHIMA Hikari - Drama - 2025
2. Chimney Town: Frozen in Time (Sutradara: HIROTA Yusuke) - NAGASE Yuzuna, KUBOTA Masataka, MEGUMI - Animation - 2026
3. Hula Girls - 4K Remastered (Sutradara: LEE Sang-il) - MATSUYUKI Yasuko, TOYOKAWA Etsushi, AOI Yū - Drama - 2006
4. One Last Love Letter (Sutradara: ISHII Yuya) - AYASE Haruka, TOUMA Ami, HOSODA Kanata - Drama - 2026
5. PUREHEARTED (Sutradara: HAGA Kaoru) - ITO Sairi, SOMETANI Shota - Drama, True Story - 2025
6. SAMURAI VENGEANCE (Sutradara: MINAMOTO Takashi) - EMOTO Tasuku、 WATANABE Ken - Mystery, Drama, Action - 2026
7. SUZUKI=BAKUDAN (Sutradara: NAGAI Akira) - YAMADA Yuki, ITO Sairi, SOMETANI Shota, WATABE Atsuro, SATO Jiro - Suspense - 2025
8. THE FINAL PIECE (Sutradara: KUMAZAWA Naoto) SAKAGUCHI Kentaro, WATANABE Ken - Mystery - 2025
9. The Girl Who Sees (Sutradara: NAKAMURA Yoshihiro) - HARA Nanoka, KUMADA Rinka, KYOMOTO Taiga - Drama, Horror - 2025
10. Throne of Blood (Sutradara: KUROSAWA Akira) - MIFUNE Toshiro, YAMADA Isuzu, SHIMURA Takashi - Drama, Classics - 1957
11. TOKYO TAXI (Sutradara: YAMADA Yoji) - BAISHO Chieko, KIMURA Takuya - Drama - 2025
12. LOVE LETTER 4K (Sutradara: IWAI Shunji) - NAKAYAMA Miho, TOYOKAWA Etsushi, SAKAI Miki - Drama, Romance - 1995
*Beberapa film hanya akan tayang di kota tertentu
*Daftar film sewaktu-waktu dapat berubah
*Jadwal pemutaran dan info kegiatan lainnya akan diumumkan pada bulan Oktober 2026
JAPANESE FILM FESTIVAL 2026
Periode : Jakarta, 12-15 November (CGV Grand Indonesia)
Surabaya, 20-22 November (CGV BG Junction)
Balikpapan, 21-22 November (CGV Plaza Balikpapan)
Yogyakarta, 11-13 Desember (CGV Pakuwon Mall Jogja)
Makassar, 11-13 Desember (CGV Panakkukang Square)
Medan, 12-13 Desember (CGV Focal Point)
Bandung, 18-20 Desember (CGV Paskal 23 Shopping Center)
Palembang, 18-20 Desember (CGV Social Market)
Padang, 19-20 Desember (CGV Raya Padang)
Penyelenggara : The Japan Foundation, Jakarta
Mitra Resmi : CGV Cinemas Indonesia
Harga Tiket : Rp 20,000 – Rp 35,000