Menuju konten utama

Kenapa Kesetaraan Gender Jadi Investasi Strategis di Organisasi?

Keberagaman gender dalam manajemen berkorelasi dengan peningkatan produktivitas. Tim yang beragam akan lebih efektif saat menghadapi tantangan kompleks.

Kenapa Kesetaraan Gender Jadi Investasi Strategis di Organisasi?
Header Diajeng Kesetaraan Gender di Kantor. tirto.id/Quita

diajeng.id - Sejak diadopsinya Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2015, kesetaraan gender di tempat kerja semakin diakui sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Dalam 5 sampai 10 tahun terakhir, berbagai penelitian global menunjukkan bahwa praktik ini tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi.

Berbagai penelitian menegaskan bahwa lingkungan kerja yang aman dan setara berkontribusi pada peningkatan produktivitas.

Studi yang didukung oleh International Labour Organization menunjukkan, kekerasan dan ketimpangan di tempat kerja berdampak langsung pada penurunan kinerja pekerja. Di satu sisi, lingkungan yang inklusif justru meningkatkan keterlibatan dan motivasi kerja.

Riska Wahyuni dari PT Hindoli menyampaikan, Keberagaman gender juga terbukti mendorong inovasi dan memperkuat kualitas pengambilan keputusan. Perspektif yang beragam memungkinkan organisasi melihat masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan relevan

“Kesetaraan gender menjadi hal yang sangat penting karena dapat membuat pekerja merasa aman, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih optimal,” ujar Riska.

Penelitian lain dalam jurnal SAGE (2023) juga menemukan, keberagaman gender dalam manajemen berkorelasi dengan peningkatan produktivitas, karena tim yang anggotanya beragam cenderung mampu bekerja lebih efektif ketika dihadapkan pada tantangan yang kompleks.

Selain produktivitas, kesetaraan gender membuka akses yang lebih luas terhadap talenta terbaik. Proses rekrutmen dan promosi yang bebas bias memungkinkan organisasi memilih kandidat berdasarkan kompetensi, bukan stereotip. Hal ini penting karena kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan daya saing organisasi, sebagaimana ditegaskan oleh World Economic Forum (2020).

Studi dalam International Journal of Hospitality Management (2026) menunjukkan, praktik sumber daya manusia yang inklusif gender dapat meningkatkan performa karyawan, terutama perempuan, melalui peningkatan motivasi dan keterlibatan kerja. Hal ini juga dirasakan langsung oleh para pekerja.

Strategic HR Review (2022) menekankan, kesetaraan gender berkontribusi pada budaya organisasi yang lebih adaptif dan kolaboratif. Dalam konteks dunia kerja yang dinamis dan terus berubah, kemampuan untuk berinovasi menjadi kunci keberhasilan organisasi.

Upaya menerapkan kesetaraan gender di tempat kerja juga membantu perusahaan mengurangi risiko hukum dan reputasi. Kasus kekerasan atau diskriminasi di tempat kerja dapat berdampak serius terhadap citra perusahaan serta kepercayaan publik.

Dengan adanya kebijakan yang jelas, termasuk pencegahan kekerasan berbasis gender dan mekanisme pelaporan yang aman, perusahaan dapat mencegah potensi krisis sekaligus melindungi pekerja.

Seperti dijabarkan dalam temuan dalam studi BMC Medicine (2024), intervensi kesetaraan gender berkontribusi pada perbaikan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.

Noni Cintia, Compliance Specialist PT Dasan Pan Pasific Indonesia, menjelaskan tentang praktik yang berlangsung di perusahaannya.

Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Kekerasan Seksual (KBG-KS) serta LKS Bipartit di PT Dasan selama ini telah konsisten menjalankan proses penanganan laporan terkait KBG-KS sesuai pedoman yang ada di Kepmenaker no 88/2023.

Proses ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Noni menuturkan, alurnya dimulai dengan mengumpulkan dan mendengarkan keterangan saksi, meminta penjelasan dari pihak terlapor maupun korban, kemudian mengumpulkan bukti untuk kebutuhan investigasi.

“Kami melihat, pendekatan ini dinilai mampu mendorong keberanian pekerja untuk melapor, sekaligus menciptakan rasa aman di lingkungan kerja. Sehingga ketika pekerja bisa fokus dalam mengerjakan tugasnya, maka akan berpengaruh pada produktifitas pabrik,” imbuh Noni.

Lebih jauh, lingkungan kerja yang setara juga berdampak pada retensi karyawan.

Evaluasi program Better Work oleh International Labour Organization menunjukkan, perbaikan kondisi kerja, termasuk aspek kesetaraan gender, berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan pekerja serta stabilitas tenaga kerja. Pekerja yang merasa aman dan dihargai cenderung bertahan lebih lama, sehingga mengurangi tingkat turnover dan biaya rekrutmen.

Sunarto, HR Manager Factory PT Glory Industrial Semarang Demak, menyampaikan, kolaborasi dengan CARE Indonesia untuk mendorong kesetaraan gender serta pencegahan dan penanganan KBG-KS selama 2 tahun terakhir, telah membawa perubahan yang sistemik. Hasilnya, tutur Sunarto, budaya kerja yang lebih sehat dapat diperkuat dan menurunkan angka turnover karyawan.

“Melalui peningkatan kapasitas bagi pekerja dan manajemen yang difasilitasi oleh CARE Indonesia, akhirnya kami mengerti kesetaraan gender. Sehingga, budaya kerja di tempat kami semakin lebih baik. Kemudian, dengan meningkatnya pemahaman kesetaraan gender sekarang pekerja kami bisa sadar jika ada hal yang menjurus ke tindak kekerasan seksual, dan berani mencegahnya,” pungkas Sunarto.

Pada akhirnya, kesetaraan gender di tempat kerja bukan sekadar upaya kita bersama untuk menciptakan ruang yang adil, akan tetapi juga bagaimana kita membangun organisasi yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Dengan memastikan bahwa setiap individu dapat bekerja tanpa rasa takut dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, perusahaan telah melindungi pekerjanya sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

* Artikel ini sudah pernah diterbitkan di laman resmi CARE Indonesia pada 28 April 2026. Diajeng menerbitkan ulang artikel ini sebagai bagian dari kerja sama Tirto dan CARE dalam penyelenggaraan program asesmen WISe (Workplace Inclusion & Safe Spaces) Index. Informasi tentang WISe Index dapat diakses di tautan berikut: https://wise.tirto.id/

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya

diajeng.id - Binar
Kontributor: Kukuh Akhfad
Editor: Swiny Adestika & Sekar Kinasih