Menuju konten utama

Ketahui Penyebab Tipes pada Anak dan Pengobatannya

Penyebab tipes pada anak terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Ketahui Penyebab Tipes pada Anak dan Pengobatannya
Ilustrasi tipes pada anak. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Penyebab tipes pada anak terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas Si Kecil.

Meskipun bisa menyerang siapa saja, anak-anak lebih rentan mengalaminya karena sistem imun mereka belum sepenuhnya kuat. Penyebaran bakteri ini juga lebih mudah terjadi di lingkungan dengan kebersihan dan sanitasi yang kurang terjaga.

Penyebab Tipes pada Anak

Demam tifoid atau tipes pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularannya bisa terjadi ketika anak tidak mencuci tangan setelah menyentuh benda di sekitarnya atau usai dari toilet, lalu langsung menyentuh dan mengonsumsi makanan.

Kebiasaan tersebut memungkinkan bakteri berpindah dari tangan ke makanan, kemudian masuk ke dalam tubuh dan berkembang di saluran pencernaan hingga menimbulkan gejala tipes.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui percikan air liur penderita saat batuk atau bersin. Mengonsumsi buah dan sayur yang tidak dicuci bersih, minum susu yang belum dipasteurisasi, serta jajan sembarangan juga meningkatkan risiko anak tertular tipes.

Mengobati Tipes pada Anak

Tipes pada anak perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Penanganan yang cepat dan sesuai anjuran dokter dapat membantu mempercepat proses pemulihan serta mencegah kondisi semakin memburuk.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami langkah pengobatan yang tepat saat Si Kecil mengalami tipes.

1. Obat-obatan

Untuk mengatasi infeksi bakteri penyebab tipes pada anak, dokter akan meresepkan antibiotik, baik dalam bentuk suntikan melalui infus maupun obat minum seperti tablet, kapsul, atau sirup.

Pengobatan umumnya berlangsung selama 1–2 minggu. Jika muncul komplikasi, durasi pemberian antibiotik bisa diperpanjang hingga lebih dari 4 minggu.

Penting bagi anak untuk menghabiskan seluruh antibiotik sesuai resep dokter, meskipun gejalanya sudah membaik, agar bakteri benar-benar hilang dan tidak menimbulkan kekambuhan.

2. Terapi cairan

Tipes sering disertai demam tinggi, diare, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan dehidrasi. Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, dokter biasanya memberikan cairan melalui infus.

Dalam kondisi seperti ini, anak umumnya perlu menjalani perawatan di rumah sakit agar pemantauannya lebih optimal.

3. Perawatan di Rumah

Selain pengobatan medis, peran orang tua juga penting dalam membantu proses pemulihan anak. Salah satunya dengan memastikan anak tetap mendapatkan asupan makanan bergizi meski nafsu makan menurun.

Berikan makanan bertekstur lembut dan mudah dicerna seperti bubur, sup ayam, telur matang, ikan, serta buah dan sayur seperti pisang atau kentang rebus.

Jika anak sulit makan dalam porsi besar, berikan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering, serta pastikan makanan diolah secara higienis dan matang sempurna.

4. Istirahat yang Cukup

Anak perlu cukup istirahat, bahkan dianjurkan beristirahat total selama sekitar satu minggu setelah demam dan gejala lainnya mereda. Istirahat yang cukup membantu memulihkan energi dan mempercepat penyembuhan.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno