diajeng.id - Bukan skenario film, bukan pula cerita karangan. Mungkin kamu pernah dengar dari kenalanmu, atau mungkin kamu alami sendiri, suatu situasi kompleks ketika kamu dan sahabatmu ternyata jatuh hati pada orang yang sama.
Lazim terjadi pada zaman sekolah saat remaja atau kuliah, perasaan tersebut tentu saja sulit untuk diabaikan. Di satu sisi, ada persahabatan yang sudah terjalin. Di sisi lain, kamu juga suka sosok yang sama-sama kalian sukai. Wajar jika pertemanan kalian jadi canggung, bahkan membingungkan sampai setiap pihak tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Lalu, apa yang bisa dilakukan agar persahabatan tetap terjaga tanpa harus mengorbankan harga diri maupun perasaanmu?
1. Sadari bahwa yang kamu rasakan itu valid
Wajar apabila kamu mulai mempertanyakan perasaanmu apakah terlalu berlebihan atau tidak.
Apa pun emosi yang kamu rasakan, seperti amarah, sakit hati, cemburu, tidak percaya, sedih, bahkan sampai duka kehilangan, itu semua manusiawi dan sangat bisa dimaklumi.
2. Coba ngobrol heart-to-heart dengan sahabatmu
Apabila sebelumnya kamu sering cerita ke sahabatmu tentang orang yang kamu sukai, tentu situasi menyukai orang yang sama jadi membingungkan kalian berdua. Kamu berhak merasa terluka, dan itu sah-sah saja disampaikan.
Usahakan untuk tidak langsung menyalahkan sahabatmu karena bisa membuat suasana semakin tegang. Lebih baik sampaikan perasaanmu dengan tenang, misalnya, kamu merasa sakit hati karena sebelumnya sudah terbuka tentang perasaanmu dengan sahabatmu.
Kamu juga bisa menyampaikan harapan agar ke depannya hal seperti ini bisa dibicarakan lebih dulu, supaya kamu punya waktu untuk memahami situasinya.
3. Lihat situasi ini sebagai cara memperkuat persahabatan
Orang yang kalian sukai bisa jadi hanya akan memilih salah satu di antara kalian. Faktanya, di dalam hidup ini, ada dua atau bahkan beberapa orang yang menginginkan hal yang sama, tetapi cuma satu yang bisa berhasil mendapatkannya.
Kalau kamu bersedia melihat hikmah dari situasi sulit tersebut, bisa jadi itu adalah kesempatan bagi persahabatan kalian untuk "naik level" ke tahapan lebih solid dan kokoh.
4. Evaluasi kembali persahabatan kalian
Meski bisa mempererat, dalam beberapa kasus situasi ini juga bisa jadi titik balik untuk meninjau ulang kualitas persahabatan kalian.
Kalau sebuah persahabatan tidak mampu bertahan hanya karena satu orang yang disukai, mungkin memang ada hal-hal lain yang perlu dipertanyakan sejak awal. Gunakan momen ini untuk memahami apakah hubungan tersebut cukup sehat dan kompak.
5. Tidak perlu merasa punya hak atas seseorang
Dalam urusan perasaan, tidak ada yang benar-benar bisa “memiliki” seseorang.
Maka dari itu, meminta izin pada orang lain untuk mendekati sosok yang kita sukai bukanlah tindakan yang tepat. Hindari sikap seolah-olah kita bisa “mengeklaim” seseorang, karena itu tidak sehat. Tetaplah jujur dengan perasaanmu.
6. Biarkan orang yang kalian sukai yang menentukan
Apabila setelah kalian berdua berbicara ternyata tidak menemukan jalan tengah, biarkan orang yang kalian sukai membuat pilihan sendiri.
Faktanya, perasaan dan kecocokan tidak bisa dipaksakan atau diprediksi. Mungkin akan terasa menyakitkan jika bukan kamu yang dipilih. Di luar itu, hasil tersebut bukan berarti kamu kalah. Kemungkinan besar kalian memang tidak berjodoh alias tidak cocok.
Alih-alih fokus pada persaingan, cobalah untuk fokus pada masa depan persahabatan kalian. Siapa pun yang kelak dipilih oleh orang yang kalian suka, apa persahabatan kalian masih mungkin dipertahankan? Jika iya, mengapa dan bagaimana? Coba pertimbangkan jawabannya.
7. Jangan biarkan emosi menguasai diri
Jika orang yang kamu suka akhirnya memilih sahabatmu, usahakan untuk tidak melampiaskan emosi ke sahabatmu. Bagaimana pun juga, sejak awal kalian sudah sama-sama memahami situasi yang mungkin terjadi.
Pilihan orang tersebut juga belum tentu berkaitan dengan siapa yang lebih baik. Bisa jadi ada kecocokan yang membuatnya memilih salah satu dari kalian, sesuatu yang memang tidak selalu bisa kita kendalikan.
Selain itu, kita pun tidak pernah tahu bagaimana hubungan mereka akan berjalan ke depannya. Hubungan itu bisa bertahan lama, tetapi bisa juga kandas di tengah jalan.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih