Menuju konten utama

Denyut Nadi Sebuah Relasi: Apa Tanda Hubungan Asmara yang Sehat?

Ketika memutuskan untuk berelasi, kamu siap untuk berkompromi dengan pasangan dalam taraf yang sehat, mengedapankan prinsip setara, dan saling menghargai.

Denyut Nadi Sebuah Relasi: Apa Tanda Hubungan Asmara yang Sehat?
Ilustrasi relasi asmara yang sehat. foto/istockphoto

diajeng.id - Saat sedang menjalani relasi dengan kekasih, pernahkah kamu bertanya-tanya, "Apa hubungan yang sedang dilalui bersama ini benar-benar sehat dan berjalan dengan baik?"

Mungkin banyak orang berpikir sebuah relasi yang sehat adalah hubungan yang minim konflik. Padahal, faktanya, menjalani hubungan jangka panjang perlu pengorbanan, kerja keras, dan tekad yang kuat.

Relasi yang sehat bukan berarti hubungan selalu tampak sempurna, sebagaimana dinarasikan di konten-konten media sosial dan cerita romantis di film-film.

Hubungan bisa disebut baik dan memuaskan ketika dua orang saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain, serta mampu menjaga tubuh dan kesehatan mentalnya.

Tanda-Tanda Relasi Asmara yang Sehat

Salah satu tanda utama yang menunjukkan kualitas kesehatan sebuah hubungan, menurut Healthline, pasangan kekasih bisa melakukan komunikasi yang terbuka dan mampu menunjukkan empati, terutama saat situasi sedang sulit.

Ketika kamu mampu mendengarkan pasangan, tidak menghakimi, serta tetap bersikap baik bahkan saat sedang beradu argumen, ini menunjukkan relasi yang dijalani sehat.

Tak hanya itu, kamu juga merasa aman untuk mengungkapkan perasaan, harapan, hingga ketakutan terdalammu tanpa takut diremehkan oleh pasanganmu.

Tanda lainnya, kamu dapat menumbuhkan kepercayaan dan rasa aman pada kekasih. Kepercayaan yang tumbuh tersebut bukan sekadar keyakinan bahwa pasangan tidak berselingkuh, tetapi juga ada perasaan aman secara emosional saat kamu berada di dekatnya.

Kepercayaan ini nanti akan semakin besar seiring berjalannya waktu melalui kejujuran masing-masing. Kamu pun tidak perlu merasa perlu menyembunyikan sesuatu atau merasa diawasi setiap saat oleh kekasih.

Ada kalanya, saat merasa hubungan semakin dekat, pasangan atau kamu mungkin tak lagi saling menjaga batasan. Padahal, menghargai batasan dan privasi kekasih adalah tanda dan poin penting, sebab relasi yang sehat bersifat interdependen, bukan kodependen.

Ini artinya, meski kamu dan pasangan saling mengandalkan, tapi kalian tetap dapat mempertahankan identitas sebagai pribadi yang unik, demikian seperti dilansir VeryWell Mind.

Pasangan yang baik akan menghargai batasan pribadimu (seperti memberi waktu untuk menjalankan hobi atau tetap terhubung dengan teman-temanmu) dan mendukung pertumbuhan pribadimu, alih-alih mencoba mengontrol atau mengubah siapa dirimu.

Relasi yang sehat juga ditandai dengan pasangan yang mampu bekerja sama dan memegang prinsip "give-and-take", yakni adanya hubungan timbal balik alami, dan tak hitung-hitungan siapa yang memberi lebih banyak, tetapi kalian berdua berkomitmen untuk memberikan upaya terbaik.

Kalian mampu membuat keputusan bersama, mulai dari hal kecil hingga keputusan besar dalam hidup.

Saling menciptakan kebaikan juga tanda relasi dengan pasanganmu sehat, dan ini bisa terlihat dari cara kamu meminta maaf saat berbuat salah serta bagaimana kalian saling memberikan apresiasi.

Setelah terciptanya kebaikan, maka terbitlah rasa keingintahuan yang terus ada pada pikiran dan tujuan pasangan, hal ini diyakini akan menjaga hubungan tetap segar dan terhubung.

Tanda selanjutnya yang bisa dilihat, kamu dan pasangan dapat menyelesaikan konflik secara sehat.

Seperti dijelaskan Cleveland Clinic, relasi yang sehat adalah yang bisa menghadapi tantangan secara langsung dengan cara yang konstruktif, daripada menghindar dari masalah. Saat tidak setuju dengan kekasih, kamu tidak akan merasa takut untuk menyampaikan ketidaksetujuan itu.

Fokusnya adalah bagaimana menemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada dendam yang tersisa.

Pentingnya Evaluasi Diri

Setelah mengetahui tanda-tanda tentang kualitas kesehatan relasi, ada baiknya mengambil waktu sejenak untuk merefleksi diri.

Jika kamu mulai merasa lebih sering cemas, tertekan, atau tidak bahagia saat bersama pasangan, itu bisa jadi tanda bahwa hubunganmu sedang dalam mode berjuang.

Ingatlah bahwa berada dalam sebuah relasi asmara bukan berarti kamu harus terus-menerus mengorbankan diri sendiri demi kebahagiaan orang lain. Berelasi berarti siap untuk berkompromi dalam taraf yang sehat dengan prinsip setara dan saling menghargai.

Jika ada hal-hal yang terasa "off" atau tidak beres di dalam hati, jangan dipendam sendirian. Segera diskusikan dengan teman yang tepercaya atau carilah bantuan profesional seperti konselor atau psikolog.

Mengevaluasi hubungan secara berkala adalah langkah penting, bukan hanya untuk mempertahankan kualitas hubungan itu sendiri, tetapi yang terpenting adalah untuk menjaga kesehatan mental dirimu sendiri. Kamu berhak berada dalam hubungan yang membuat hidupmu terasa lebih baik, bukan lebih berat.

Artikel lainnya seputar relasi asmara juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait RELASI ASMARA atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih