Menuju konten utama

Penyebab Demam pada Bayi & 5 Rekomendasi Kompres Demam Bayi

Berikut ini adalah penyebab demam pada bayi dan 5 rekomendasi kompres demam bayi untuk meredakan suhu tubuh.

Penyebab Demam pada Bayi & 5 Rekomendasi Kompres Demam Bayi
Ilustrasi Kompres Demam Bayi. foto/istockphoto

diajeng.id - Demam pada bayi membuat orang tua khawatir, apalagi jika terjadi secara tiba-tiba. Padahal, demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh saat sedang melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Akan tetapi, kondisi ini tetap perlu diperhatikan dengan baik, karena bayi belum bisa menyampaikan apa yang dirasakan.

Dengan memahami penyebab dan cara penanganannya, kamu bisa lebih tenang sekaligus sigap saat si kecil mengalami demam. Berikut ini adalah rekomendasi kompres demam bayi untuk membantu menurunkan demam.

Penyebab Bayi Demam

Demam pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kondisi ringan hingga yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali apa saja penyebabnya agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat dan tidak panik saat si kecil mengalami kenaikan suhu tubuh.

1. Efek Imunisasi

Setelah menjalani imunisasi, bayi kadang bisa mengalami demam. Kondisi ini sebenarnya wajar dan merupakan respons tubuh terhadap vaksin yang sedang bekerja. Artinya, sistem imun bayi sedang “belajar” mengenali dan melawan penyakit tertentu.

Biasanya demam ini hanya sementara, tapi kalau berlangsung lama, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

2. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) juga bisa jadi penyebab demam mendadak pada bayi. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan menimbulkan peradangan.

Selain demam, bayi biasanya menunjukkan tanda lain seperti rewel, perubahan warna urine, atau kesulitan saat buang air kecil.

3. Infeksi Virus atau Bakteri

Salah satu penyebab paling umum demam pada bayi adalah infeksi virus atau bakteri. Sistem imun bayi belum sepenuhnya matang, mereka jadi lebih rentan terkena penyakit seperti flu, pilek, infeksi telinga, hingga pneumonia.

4. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan juga bisa membuat suhu tubuh bayi meningkat. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai demam, padahal penyebab utamanya adalah dehidrasi.

Untuk itu, penting memastikan bayi mendapatkan cukup ASI atau susu formula agar kebutuhan cairannya tetap terpenuhi.

5. Proses Tumbuh Gigi

Saat bayi mulai tumbuh gigi, tidak jarang suhu tubuhnya ikut meningkat. Hal ini terjadi karena adanya peradangan ringan ketika gigi menembus gusi.

Meski biasanya tidak terlalu tinggi, kondisi ini tetap bisa membuat bayi menjadi lebih rewel dari biasanya.

Rekomendasikan Kompres Demam Bayi

Saat bayi demam, banyak orang tua memilih cara sederhana seperti kompres untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya. Metode kompres bayi tergolong aman dan bisa dilakukan di rumah, selama dilakukan dengan cara yang tepat.

Dengan menggunakan kompres yang lembut dan suhu yang sesuai, kamu bisa membantu si kecil merasa lebih nyaman sambil tetap memantau kondisinya.

1. Kool Fever Baby

Kool Fever Baby bisa jadi pilihan praktis kalau kamu mencari plester kompres demam yang aman untuk si kecil. Selain membantu menurunkan suhu tubuh, plester ini juga bisa meredakan kemerahan yang kadang muncul saat bayi demam.

Menariknya, efek dinginnya bisa bertahan hingga sekitar 6 jam setelah digunakan.

2. Termorex Patch

Termorex Patch hadir dengan kandungan hidrogel yang memberikan sensasi dingin untuk membantu meredakan demam. Tidak hanya itu, plester ini juga bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman seperti nyeri otot atau sakit gigi yang kadang dialami anak saat demam, sehingga si kecil bisa lebih tenang.

3. Pure Kids Fever Free Cooling Patch Gel

Pure Kids Fever Free Cooling Patch Gel membantu menurunkan demam dengan sensasi dingin yang lembut di kulit. Kompres demam bayi ini dirancang agar tidak menimbulkan gatal atau alergi, sehingga aman untuk bayi.

Selain itu, efek menenangkannya juga bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat demam.

4. Hansaplast Cooling Fever

Hansaplast Cooling Fever menggunakan teknologi Advanced Hydro-Gel yang mampu memberikan rasa sejuk hingga 8 jam. Kandungan seperti menthol, wintergreen oil, dan peppermint oil juga memberikan aroma segar yang membantu pernapasan terasa lebih lega.

Desainnya yang lucu juga bisa sedikit menghibur si kecil saat sedang tidak enak badan.

5. Bye Bye Fever Baby

Bye Bye Fever Baby memang dirancang khusus untuk bayi di bawah usia 2 tahun. Kandungan cool hydrogel-nya memberikan efek dingin yang nyaman untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Daya tahannya cukup lama, sekitar 8–10 jam, jadi praktis dipakai saat bayi tidur.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno