Menuju konten utama

Semakin Dewasa, Lingkaran Pertemanan Semakin Mengecil

Dibutuhkan sekitar 50 jam interaksi untuk membentuk sebuah pertemanan dan hampir 200 jam untuk membuat persahabatan jadi lebih dekat.

Semakin Dewasa, Lingkaran Pertemanan Semakin Mengecil
Header Diajeng Circle Pertemanan Kecil. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Bagi kalian yang berusia di atas 30 atau 40 tahun, dan mungkin sudah berumah tangga, sadarkah semakin bertambahnya usia, circle pertemanan juga semakin mengecil?

Mungkin dulu yang rasanya gampang sekali untuk memiliki banyak teman, kini rasanya lebih nyaman untuk bersosialisasi dengan beberapa orang saja yang memang benar-benar dekat dan bisa dipercaya.

Tenang, ini bukan artinya kita jadi antisosial atau tidak membutuhkan teman. Seiring bertambah dewasa, maka kita pun akan memahami bahwa kualitas pertemanan jauh lebih penting daripada kuantitas atau jumlahnya.

Seorang emilik akun media sosial Threads belum lama ini juga mengutarakan dalam unggahannya saat ini dirinya merasa semakin sedikit memiliki teman.

"Kapan kalian menyadari kl kalian gak punya teman? Aku: setelah jadi IRT," tulis akun @servianusan.

Unggahannya ini lantas mendapat banyak respons dan komentar. Rata-rata mengamini pernyataan tersebut dan setuju kalau lingkup pertemanan mereka semakin berkurang setelah dewasa, apalagi setelah menikah dan punya anak.

Berbagai penelitian pun menguatkan kondisi tentang mengapa semakin berumur, kita semakin sedikit memiliki teman. Jika kamu sedang mengalami hal ini, kamu tidak sendirian.

Riset yang Menguatkan

Dalam artikel Psychology Today berjudul “Why Does Making Friends Get Harder as We Age?”, yang ditulis Kaytee Gillis menjelaskan bahwa lingkaran sosial memang cenderung menyempit ketika kita memasuki usia dewasa.

Alasannya, ada banyak hal yang harus dilakukan dan menjadi prioritas hidup saat usia kita semakin bertambah. Mulai dari kesibukan pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab membuat waktu untuk bersosialisasi semakin terbatas.

Penelitian yang dikutip dalam artikel tersebut juga menemukan bahwa dibutuhkan sekitar 50 jam interaksi untuk membentuk sebuah pertemanan, dan hampir 200 jam untuk membuat persahabatan jadi lebih dekat.

Selain karena keterbatasan waktu, kedewasaan juga membuat kita semakin selektif dalam memilih orang yang ingin dekat dengan kita.

Di masa lalu, pertemanan bisa terbentuk hanya karena kita sering bertemu banyak orang atau memiliki aktivitas yang sama dengan orang-orang yang aktif di komunitas yang sama. Namun, semakin bertambah usia dan prioritas, kita cenderung mencari hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, nilai, pengalaman, dan rasa nyaman.

Lingkaran sosial yang semakin kecil tidak selalu berarti kita kehilangan banyak teman. Bisa jadi, kita sedang belajar menghargai hubungan yang benar-benar memiliki makna lebih berarti.

Berhenti Mencari Teman Saat Memiliki Anak

Memasuki usia lima puluhan, mencari teman baru bisa terasa semakin sulit. Hal ini dirasakan oleh Russell Richardson yang menceritakannya lewat The Guardian. Richardson merasakan perubahan tersebut sejak memiliki anak.

Menurut Richardson, kehadiran anak bukan berarti menggantikan peran sahabat, tetapi perlahan mengubah prioritas. Energi emosional yang dulu bisa digunakan untuk membangun dan merawat persahabatan, kini lebih banyak tercurah untuk mengasuh dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Menariknya, sebagian besar sahabat yang masih dekat dengan Richardson adalah orang-orang yang telah dikenalnya selama lebih dari 30 tahun. Richardson tetap memiliki beberapa teman yang lebih muda, tetapi relasi pertemanan tersebut terasa tidak terlalu kompleks atau tidak banyak tuntutan.

Di usia ini, Richardson tidak lagi mencari pertemanan yang harus selalu diisi dengan keseruan atau intensitas tinggi. Yang Richardson butuhkan adalah sesuatu yang lebih mendasar: sosok yang bisa hadir, memahami, dan memberikan dukungan ketika hidupnya penuh dengan tantangan.

Annisa (40) juga menyadari hal ini. Annisa bercerita, temannya sudah semakin berkurang setelah dia menikah dan punya anak.

"Yang aku ingat, setelah menikah itu temanku ya itu-itu aja orangnya, dan biasanya kita setipe. Temanku ini paling bisa dihitung jari, sekitar dua sampai tiga orang saja. Rata-rata juga paham sama kesibukanku sebagai IRT dan bukan orang yang gampang baperan," ujar Annisa.

Apabila ada waktu luang, Annisa juga memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga daripada harus nongkrong atau mencari teman baru.

"Saat sudah berkeluarga, otomatis kalau ada waktu senggang, itu mending buat istirahat atau quality time sama keluarga. Jadi memang kayak enggak ada waktu buat ngobrol sama orang lain," ucapnya.

Ketika usia semakin bertambah, yang kita cari bukan banyaknya orang di sekitar, melainkan mereka yang tetap hadir, genuine atau tulus, dan selalu berusaha untuk mengerti kita.

Artikel lainnya seputar pertemanan juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait HUBUNGAN PERTEMANAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih