diajeng.id - Melahirkan merupakan salah satu momen berkesan bagi seorang ibu.
Dari mendengar tangisan bayi pertama kali dan mendekap bayi, setiap detik pada momen tersebut seakan-akan mampu menghilangkan rasa sakit dan lelah yang dirasakan sang ibu.
Meski euforia bahagia sangat terasa dalam menyambut anggota keluarga baru, ibu yang baru saja melahirkan tentu masih berada dalam fase pemulihan baik fisik dan emosional karena kelelahan yang dialami.
Apabila kamu adalah teman bagi ibu yang baru saja melahirkan, wajar saja kamu ingin hadir dan menawarkan bantuan untuk sekadar meringankan beban yang dirasakannya.
Sebuah utas yang viral belum lama ini di Threads mengulas perihal tersebut.
Akun @simaulida menceritakan pengalamannya setelah melahirkan. Seorang tamu yang berkunjung menjenguk bayinya terlihat risih dengan rumah yang berantakan, belum lagi banyaknya pakaian yang belum dicuci.
Tak hanya itu, si tamu juga mengaku iba dengan suami dan anak-anaknya yang tampak seperti belum makan, tetapi justru tidak memberikan perhatian sama sekali pada kondisi si ibu yang baru lahiran.
"Bantuan pasca lahiran itu “menurutku” bukan bantuan jagain anak, bantuin gendong, bantuin momong, bukan! Tapi bantuin nyuci, bantuin masak, nyapu. Kok bisa ada orang yang ngomong “sini bayinya sama aku aja, biar kamu bisa beberes rumah”... LAH GUA GAMAU! apaan si “boundary crossing” itu namanya!!" tulisnya.
Bantuan yang ingin ditawarkan si tamu sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, tidak semua orang meminta bantuan yang sama.
Mungkin beberapa ibu ada yang merasa terbantu jika bayinya ditangani orang lain. Menariknya, sebagian ibu yang baru melahirkan justru memiliki keinginan kuat untuk membangun ikatan (bonding) yang intim dengan bayi mungilnya.
Membantu teman yang baru melahirkan bukan hanya "momong bayi". Bantuan yang bisa diberikan sangat luas dan beragam. Bentuk dukungan yang paling tepat dan berharga justru bukan mengambil alih peran pengasuhan bayi, melainkan lebih bersifat menyokong pilihan ibu untuk fokus pada bayinya.
Maka, bantuan yang bisa diberikan lebih tepat jika menyokong rumah tangga, misalnya mencucikan piring, menguruskan laundry, menyiapkan makan (membuat food-prep), membersihkan rumah, belanja mingguan atau bulanan, mengantar-jemput anak yang sudah sekolah, atau lain sebagainya.
Fokus pada Dukungan Rumah Tangga
Biasanya, kalau kita tanya apa yang dibutuhkan sang ibu, mereka cenderung sungkan atau terlalu lelah untuk berpikir jawabannya. "Tidak perlu, aku baik-baik saja, terima kasih," sering jadi salah satu respons yang diterima.
Menurut laman Pregnancy & Newborn Magazine, sebaiknya langsung ajukan pertanyaan yang mengarah pada kebutuhannya.
Hal-hal kecil yang terlihat sepele pun bisa dikerjakan karena bisa berdampak besar, seperti membantu membuang sampah, memandikan hewan peliharaannya jika ada, atau sekadar merapikan ruang tamu.
Dukungan seperti ini memungkinkan ibu untuk tetap berada di tempat tidur bersama bayinya tanpa harus merasa terbebani oleh rumah yang berantakan.
Menyiapkan Nutrisi dan Kebutuhan Harian
Ibu yang baru saja melahirkan memerlukan asupan nutrisi yang baik untuk pemulihan dan menyusui. Namun, aktivitas memasak acap kali menjadi prioritas terakhir.Kamu bisa membantu dengan menyiapkan makanan siap saji (food-prep) atau membawakan makanan yang bisa langsung dipanaskan. Sebelumnya, tanyakan terlebih dahulu apakah temanmu punya alergi atau ada pantangan makanan selama masa menyusui.
Kalau kamu tidak sempat memasak, kamu juga bisa memesankan makanan lewat layanan delivery online.
Memerhatikan Anggota Keluarga Lain
Kalau temanmu yang baru saja melahirkan juga memiliki anak lain yang usianya lebih tua, kamu bisa mempertimbangkan mengajaknya main di kala ibunya sedang fokus pada adiknya.Tempat alternatif yang bisa dikunjungi seperti menonton film ke bioskop, jalan-jalan ke mal, museum, atau mungkin sekadar membawa mereka ke taman bermain di dekat rumah.
Kamu juga bisa memberikan mainan yang melatih motorik seperti puzzle, buku mewarnai atau buku dongeng. Sebaiknya, jangan memberikan mainan yang berisik. Dengan cara ini, si kakak akan merasa masih tetap diperhatikan, meskipun dunia sedang tertuju pada adik barunya.
Etika Bertamu yang Mendukung
Dengan menjadi teman yang bisa diandalkan, artinya kamu tahu kapan harus datang dan kapan harus menjaga jarak. Selalu tanyakan terlebih dahulu apakah ibu yang baru melahirkan telah siap menerima tamu.Kalau dia menjawab "tidak", kamu harus menghargai batasan yang sudah dibuatnya tersebut. Bisa jadi, sang ibu sedang ingin menjaga privasi, menghindari kuman, atau mungkin masih terlalu lelah untuk bersosialisasi.
Apabila dia bersedia untuk dikunjungi, maka atur jadwal kunjungan yang singkat dan tepat waktu. Ibu baru tidak butuh hiburan yang menyita waktu, mereka butuh dukungan.
Selama berkunjung, jadilah pendengar yang baik tanpa menghakimi. Hindari memberikan nasihat yang tidak diminta atau mengomentari kondisi fisiknya.
Dukungan dari Jauh
Jika jarak tidak memungkinkanmu untuk hadir dan menemani temanmu yang baru melahirkan, kamu masih tetap bisa jadi teman yang dapat diandalkan.
Tanyakan kabar lewat WhatsApp atau aplikasi perpesanan lain di media sosial agar sang ibu merasa diperhatikan. Apabila ingin memberi bantuan lebih nyata, kamu pun bisa memberi hadiah lain, seperti memesankan jasa pembersih rumah profesional atau membelikan voucher spa, belanja, pijat, relaksasi lainnya.
Dengan fokus pada bantuan rumah tangga dan kebutuhan praktis, ini sama artinya kamu memberikan hadiah yang berharga: waktu dan ketenangan bagi sang ibu untuk memulai perjalanannya bersama sang buah hati.
Artikel menarik lainnya juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih