diajeng.id - Ketika sedang mengalami tekanan dalam hidup, ada orang yang mampu mengatakan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja dan butuh pertolongan. Namun, tidak semua orang bisa begitu.
Beberapa orang lainnya memilih memendam masalah, menarik diri, bahkan memaksa tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, meski tubuh dan pikirannya mulai menunjukkan tanda-tanda kewalahan.
Apabila terus dipaksakan, akibatnya berdampak pada kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai, hingga tebersit pikiran untuk menyakiti diri.
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RS Kariadi Semarang, dr. Rachmawaty, Sp.KJ mengingatkan bahwa meminta bantuan profesional adalah bentuk keberanian kita dalam mencari jalan keluar, alih-alih tanda kelemahan.
Dalam paparan bertajuk “Dari Krisis Menuju Pertolongan” dalam Seminar & Edukasi Kesehatan Terkini: JANGAN HADAPI SENDIRI: Kenali, Dengarkan, Bantu, pada Selasa, 15 September 2026, dr. Rachmawaty mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda ketika diri sendiri atau orang terdekat mulai membutuhkan bantuan, berani membicarakan apa yang dirasakan, serta mengambil langkah untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.
Tanda bahaya yang perlu diwaspadai, kata dr. Rachmawaty, adalah mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi harian, seperti mandi, makan, bekerja.
Tanda lainnya adalah kehilangan minat dengan berhenti melakukan aktivitas yang selama ini menjadi hobi atau kebiasaan, seperti berkebun, menyulam, atau olahraga.
"Tanda yang memprihatinkan dan tentu butuh perhatian khusus, itu ada pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidupnya," ujar dr. Rachmawaty.
Selain itu, tandanya adalah penurunan prestasi dan kinerja, mulai sulit tidur, hingga cemas saat akan menghadapi ujian atau presentasi. "Jangan takut, ayo kita konsultasi ketika ada tanda-tanda seperti itu," imbuhnya.
Menurut dr. Rachmawaty, berkonsultasi dengan pihak yang tepat penting untuk membantu kita bercerita lepas tanpa harus merasa takut dihakimi. Pihak profesional juga akan melakukan evaluasi medis menyeluruh terhadap masalah yang dialami, serta dapat memberikan rencana pemulihan untuk kualitas hidup yang lebih baik lagi.
Kemudian, bagaimana memulainya? Apakah minat yang hilang bisa kembali lagi?
Cara Memulai Langkah Pertama
Hal pertama yang bisa dilakukan, menurut dr. Rachmawaty, adalah mengakui perasaan bahwa kita memang butuh bantuan. Kita tidak perlu ragu untuk menyampaikan hal ini kepada orang-orang yang bisa dipercaya, seperti keluarga atau sahabat dekat.
Kita bisa meminta bantuan mereka untuk menemani membuat janji temu dengan tenaga profesional. Kita juga bisa menyimpan nomor layanan darurat yang bisa dihubungi sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
Sebagaimana dr. Rachmawaty ingatkan, jangan sampai menunggu keadaan semakin berat ketika sudah muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup. Hubungi segera pihak profesional untuk membantu ketika kita sudah mulai merasakan tanda-tanda krisis.
Meminta pertolongan, sebut dr. Rachmawaty, bukanlah bentuk kelemahan atau suatu hal yang sampai membuat kita merasa malu.
“Anda tidak harus menanggung semuanya sendirian, cari jalan keluar, dan pertolongan ” tukasnya.
Artikel lainnya seputar kesehatan mental juga bisa dibaca di sini.
Catatan: Depresi itu nyata dan bukanlah persoalan sepele, tetapi dapat diatasi. Jika kalian merasakan tendensi untuk menyakiti diri sendiri/orang lain atau mengakhiri hidup, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Editor: Sekar Kinasih