diajeng.id - Istilah “job-dropping” belakangan mulai ramai dibicarakan sebagai fenomena baru di dunia kerja.
Pada esensinya, job-dropping adalah keputusan untuk menolak promosi kerja, meskipun pihak kantor menawarkan gaji atau jabatan lebih tinggi.
Berbeda dari pekerja yang berambisi untuk terus naik jabatan, ada sebagian pekerja lain yang mulai berani menolak promosi, bahkan yang bergaji tinggi demi menjaga work-life balance.
Di mata Gen Z terutama, kesuksesan tidak lagi diukur secara sempit dari posisi atau gaji semata, melainkan dari kenyamanan, kesehatan mental, dan kualitas hidup.
Nah, buat kamu yang sedang merasa galau apakah ingin menerima tawaran promosi jabatan atau tidak, coba pertimbangkan poin-poin berikut sebelum mengambil keputusan.
1. Pertimbangkan Dampak ke Depan
Coba pikirkan, apa keputusan ini hanya sementara atau akan berpengaruh panjang pada kariermu? Banyak orang menolak promosi karena sedang fokus pada hal lain, seperti keluarga.
Di luar itu, ada pula yang sadar bahwa mereka memang lebih nyaman dengan tanggung jawab yang lebih ringan.
2. Siapkan Alasan yang Jelas
Dengan menolak naik jabatan, pastikan kamu punya alasan yang kuat dan masuk akal, misalnya demi work-life balance atau karena lebih suka berkontribusi tanpa harus memimpin tim.
3. Jangan Hanya Lihat Gaji
Gaji memang penting, tetapi bukan satu-satunya objektif dalam bekerja. Coba pertimbangkan juga fleksibilitas kerja, waktu istirahat, fasilitas, dan tingkat stres. Kadang-kadang, pekerjaan yang lebih ringan membantu hidup kita jadi lebih tenang dan seimbang.
4. Bicara dengan Atasan
Sebelum benar-benar memutuskan, coba diskusikan keinginanmu dengan atasan. Siapa tahu ada opsi terkait penyesuaian beban kerja atau tanggung jawab tanpa harus berpindah posisi.
Cara Lain untuk Meraih Progres Tanpa Perlu Naik Jabatan
Tidak semua progres karier harus ditandai dengan naik jabatan. Memang betul, promosi jabatan adalah indikator yang paling jelas tentang peningkatan level.
Namun, sekali lagi, tidak semua orang tertarik dengan tanggung jawab tambahan yang datang bersama promosi jabatan. Rasa ragu bisa muncul karena berbagai hal seperti impostor syndrome, kekhawatiran soal work-life balance, atau bahkan ketidakpuasan dengan kondisi kerja saat ini.
Ada beberapa cara lain yang tetap bisa membantu kita maju tanpa harus mengorbankan kenyamanan hidup. Berikut ini adalah alternatif yang bisa dipertimbangkan untuk meraih progres tanpa harus naik jabatan.
1. Pindah di Posisi yang Setara
Kalau kamu belum siap naik jabatan tetapi ingin perubahan, pindah ke posisi lain yang setara bisa jadi pilihan. Kamu tetap bisa menambah pengalaman dan memperkaya CV.
Pergeseran posisi ini bisa diajukan di perusahaanmu tempatmu bekerja sekarang. Namun, kamu juga bisa mempertimbangkan pindah ke tempat baru dengan posisi jabatan sama seperti di kantor lama. Langkah ini dapat memberikanmu peluang gaji lebih baik dan memperbarui jaringan kerja atau koneksi.
2. Ganti Jalur Karier
Kalau kamu sering membayangkan untuk memulai karier dari awal lagi alih-alih melangkah maju, bisa jadi kamu sedang berada di jalur karier yang kurang tepat.
Pindah karier, terutama di bidang yang berbeda daripada sebelumnya, memang terdengar menakutkan. Apalagi kalau kamu sudah menghabiskan banyak waktu di bidang yang kamu tekuni sampai sekarang. Meski begitu, ganti jalur karier adalah fenomena yang lumrah. Sepanjang ada kemauan kuat untuk belajar hal-hal baru, kesempatan kariermu akan selalu ada.
Coba mulai dengan mengenali diri. Apa yang kamu suka, tidak suka, dan skill yang kamu punya, untuk menemukan peluang baru di dalam kariermu.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih