diajeng.id - Setelah mengalami patah hati, kita biasanya meluangkan beberapa waktu untuk bersedih, menyendiri, dan menikmati momen-momen patah hati.
Meluangkan waktu dan konsentrasi untuk berduka seusai patah hati sangat penting untuk dilakukan. Namun, setelahnya, pertimbangkan untuk mulai memilah aktivitas produktif yang bisa menunjang kesehatan mental dan komunikasi sosial.
Merasa hampa atau kebingungan setelah hubungan berakhir memang rasanya tidak mengenakkan. Di sisi lain, momen ini bisa jadi kesempatan emas untuk membangun kembali versi terbaik diri kita, salah satunya dengan mengerahkan energi pada kegiatan-kegiatan produktif.
Di Indonesia yang tradisi masyarakatnya sangat komunal, ada banyak alternatif kegiatan produktif yang melibatkan interaksi sosial yang bisa kita lakukan.
Aktivitas yang Bisa Mempererat Koneksi Sosial dan Komunitas
Langkah awal keluar dari kesedihan adalah membuka diri ke lingkungan sekitar. Beberapa kegiatan yang mempererat koneksi sosial untuk membantumu mengisi ulang energi positif akan diulas Diajeng di bawah ini.
Laman Elite Daily menyarankan untuk mengikuti kelas olahraga dengan beberapa orang atau teman tepercaya, misalnya kelas zumba di gym, yoga, atau kelas dansa bersama untuk memicu hormon endorpin.
Kamu juga bisa mendaftar untuk menjadi relawan atau volunteer pada kegiatan komunitas. Meluangkan waktu di griya lansia, animal shelter, atau dapur umum organisasi masyarakat dapat mengalihkan fokus pada hal-hal bermanfaat bagi orang lain.
Alterntif lainnya, meski terkesan sepele, sebenarnya dapat memberikan kepuasan berarti; mengobrol dengan orang tua atau kakek-nenek. Bertukar cerita dengan generasi yang lebih tua dapat memberikan sudut pandang kehidupan yang bijak serta rasa dicintai tanpa syarat.
Pertimbangkan juga mengadakan acara masak-masak di rumah. Undang saudara atau sahabat yang kamu percaya. Kegiatan semacam ini dapat membantu suasana rumah kembali hangat dan ceria.
Kalau tertarik, kamu bisa mencoba ikut kelas komedi improvisasi atau stand-up comedy. Menurut Refinery29, kelas komedi improvisasi dapat melatih kemampuan mendengarkan dan merespons secara spontan yang sangat berguna dalam interaksi sosial.
Jika ingin lebih eksploratif lagi, kamu bisa merencanakan liburan dan melakukan perjalanan singkat bersama sahabat ke luar kota. Meninggalkan domisili sementara bisa memberikan penyegaran suasana dan perspektif baru.
Aktivitas lainnya yang bermanfaat adalah mengikuti kelas seni bersama. Misalnya, kelas melukis atau keramik. Ajak temanmu. Bersama-sama, kalian melatih kreativitas sekaligus melepaskan energi negatif.
Apabila kamu memiliki keponakan yang masih kanak-kanak, pertimbangkan untuk mengajaknya bermain. Interaksi dengan anak-anak bisa membantu menghadirkan tawa dan momen lugu yang turut mengalihkan pikiranmu dari rasa sedih.
Tidak ada salahnya juga untuk berbagi rezeki lewat donasi amal atau donasi barang, seperti pakaian yang tidak lagi terpakai tapi masih layak guna, kepada lembaga amal. Aksi seperti ini bisa memberikan rasa daya di tengah perasaan yang gundah.
Produktivitas Mandiri untuk Eksplorasi Diri
Selain interaksi sosial, mengeksplorasi aktivitas mandiri juga sangat efektif untuk memproses emosi secara sehat.
Yang pertama, mungkin bisa dengan belajar bahasa asing baru. Masih menukil Elite Daily, mempelajari bahasa baru menjaga otak tetap aktif dan terdistraksi dari memori masa lalu.
Yang kedua, mencoba membuat podcast atau siniar pribadi. Dengan podcast, kamu dapat mengalirkan pemikiran serta topik favorit menjadi konten suara yang menarik dan bermanfaat.
Kegiatan menarik lainnya adalah menulis jurnal. Menumpahkan perasaan dan pengalaman ke dalam tulisan membantu memproses emosi dengan cermat.
Kalau kamu suka memasak, pertimbangkan untuk memulai rutinitas meal prep. Mempelajari resep sehat dan mempersiapkan makanan mingguan dapat menutrisi tubuh sekaligus mendorong semangat kreativitas kuliner.
Selanjutnya, jika kamu merasa perlu dan sudah siap, agendakan waktu untuk berkonsultasi dengan terapis atau konselor sebagai salah satu cara menjaga kesehatan mental selama melalui masa transisi.
Selain itu, kamu bisa menata lagi keuanganmu dan membuat tabungan khusus. Menurut Thought Catalog, membuat saving jar atau target anggaran bisa membantu kita merencanakan agenda-agenda menyenangkan di masa depan.
Jangan lupa untuk rutin melakukan exercise di gym atau angkat beban. Latihan fisik yang teratur meningkatkan kebugaran serta rasa percaya diri.
Selain itu, beberapa aktivitas lainnya seperti mempelajari keterampilan tangan baru, mendalami hobi fotografi, hingga menyusun bucket list dan target hidup juga dapat membuat kita kembali bersemangat menyambut masa depan.
Memulai kembali hidup setelah putus cinta membutuhkan keberanian. Namun, dengan mengisi hari-hari melalui kombinasi aktivitas sosial yang hangat dan kegiatan mandiri yang eksploratif, proses pemulihan akan menjadi semakin bermakna.
Artikel terkait lainnya juga bisa dibaca di sini.
Editor: Sekar Kinasih