Menuju konten utama

Ambil Cuti Demi Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Kehadiran orang tua di hari pertama masuk sekolah adalah bentuk dukungan emosional yang akan dikenang anak hingga mereka dewasa nanti.

Ambil Cuti Demi Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Header diajeng Antar Anak Sekolah. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Tahun ajaran baru sudah tiba. Anak-anak, dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di pekan pertama ini.

Ada yang naik tingkat ke kelas atas, ada juga yang tahun ini baru memulai sekolah sebagai pelajar SD.

Bagi anak yang memulai perjalanannya sebagai pelajar SD, hari pertama sekolah tentu menjadi momen yang istimewa, karena ini merupakan langkah awal mereka masuk ke lingkungan yang baru, bertemu guru dan teman-teman seangkatan yang belum dikenal.

Bagi orang tua, hadir mendampingi anak di hari pertama sekolah bisa jadi bentuk dukungan emosional yang akan dikenang anak sepanjang masa.

Namun begitu, khususnya bagi orang tua bekerja, ada konsekuensi yang perlu dipertimbangkan. Pasalnya, anak masuk sekolah pada hari kerja. Artinya, orang tua perlu mengatur ulang agenda kerja atau mengajukan cuti untuk mengantar anak.

Di media sosial Threads, perihal mengantar anak sekolah juga sempat ramai dibahas belum lama ini, salah satunya diposting oleh akun @ayyyyyyni: "Bu ibu, udah ambil cuti buat anter anak hari pertama sekolah, belum?" tulisnya sambil menyertakan tangkapan layar surat cutinya yang disetujui perusahaan.

Saat Diajeng menghubungi langsung perempuan bernama lengkap Ayni Zulfa (33 tahun) ini, ia dengan antusias bercerita perihal cuti untuk mengantar anaknya sekolah.

Menolak Melewatkan Momen Hari Pertama Anak ke Sekolah

Bagi karyawan swasta asal Demak, Jawa Tengah tersebut, hari pertama sekolah anak bukanlah momen yang ingin dilewatkan begitu saja. Apalagi, anak yang akan diantarnya merupakan anak semata wayang.

Ayni menyebutkan, cuti yang dia ajukan ke kantor memang khusus diambil agar dirinya bisa mendampingi sang anak untuk menapaki langkah awalnya di lingkungan sekolah.

"Menurut saya, ini momen yang tidak boleh dilewatkan," ujar Ayni.

Menjelang mengantar anak masuk sekolah di hari pertama, Ayni mengaku ada perasaan khawatir untuk melepas buah hatinya ke lingkungan yang benar-benar baru dan ini bukanlah perkara mudah bagi seorang ibu. Meski begitu, ia tetap berusaha menenangkan diri.

"Ada rasa khawatir melepas anak di lingkungan baru. Namun semua sudah saya pastikan anak mendapatkan tempat belajar yang nyaman," ucap Ayni.

Saat ditanya bagaimana respons perusahaan tempatnya bekerja saat mengetahui alasan cuti untuk mengantar anak sekolah, ia mengatakan tak menemui hambatan, bahkan rekan-rekan kerjanya juga ikut menyemangati dirinya.

"Teman kantor mereka excited. Karena memang ini baru kali pertama saya ambil cuti dengan alasan mengantar anak sekolah. Kayak ngomong 'akhirnya kamu ngerasain juga masa ini'," tuturnya.

Ayni juga termasuk karyawan yang beruntung, sebab di tempatnya bekerja, pengajuan cuti tergolong mudah, "Karena memang hak karyawan."

Bagi Ayni, kemudahan memperoleh persetujuan cuti sudah menjadi bentuk dukungan yang cukup bagi orang tua bekerja. Ayni tidak merasa perlu ada kebijakan khusus, selama perusahaan memberikan akses yang mudah bagi karyawan untuk menggunakan hak cutinya.

Kelak, ketika anaknya tumbuh besar, Ayni berharap hari pertama sekolah itu tetap tersimpan sebagai kenangan yang hangat.

"Saya harap ia dapat mengingat momen ini dan tau betapa sayangnya ortunya kepadanya. Doa saya, semoga anakku menjadi anak yang berbudi pekerti baik, beruntung dan jadi anak sholeh," ucapnya penuh harap.

Apa yang dilakukan Ayni mungkin jamak juga dilakukan orang tua atau ibu pekerja lainnya. Menyaksikan anak melangkah pertama kali ke sekolah adalah salah satu momen berharga.

Perasaan Campur Aduk Jadi Satu

Sebagai seorang ibu, aku pun merasakan demikian. Cuti di hari pertama mereka masuk sekolah adalah keputusan yang layak diambil.

Dengan mendampingi anak masuk sekolah hari pertama, aku bisa tahu dan menyaksikan sendiri bagaimana ekspresi mereka saat pertama kali melangkah ke gerbang sekolah, bertemu teman-teman baru, mengenal guru baru, dan mulai beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali berbeda.

Di momen itu, rasa haru, bahagia, dan was-was bercampur jadi satu, aku tahu di balik wajah antusias mereka, sebenarnya ada juga perasaan khawatir saat bertemu banyak hal baru di lingkungan yang juga baru.

Namun, rasa penasaran dan semangat mereka untuk belajar ternyata jauh lebih besar daripada rasa takut itu.

Mungkin beberapa tahun lagi aku tak lagi bisa melihat ekspresi yang sama. Hari pertama sekolah hanya datang sekali di setiap jenjang pendidikan, dan setiap fase akan berlalu begitu cepat.

Bagiku, kehadiran di momen-momen sederhana seperti ini jauh lebih berharga daripada sekadar hadir secara fisik.

Hal ini akan menjadi kenangan yang kusimpan sekaligus akan diingat oleh anak-anak saat mereka besar nanti.

Artikel lainnya seputar ibu dan anak juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait ANAK SEKOLAH atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih