diajeng.id - Masa kehamilan membuat kebutuhan nutrisi ibu meningkat karena makanan yang dikonsumsi tidak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh ibu, tetapi juga mendukung tumbuh kembang janin.
Oleh karena itu, ibu hamil perlu lebih cermat memilih makanan, mulai dari kandungan gizinya hingga cara pengolahan dan kebersihannya.
Salah satu makanan yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah kerang. Lantas, apakah pakah ibu hamil boleh makan kerang dan apa saja yang perlu diperhatikan?
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Kerang?
Pada awal kehamilan, ibu hamil mungkin mengalami ngidam dan tiba-tiba ingin menyantap makanan tertentu, termasuk berbagai jenis kerang seperti kerang dara atau kerang kepah. Namun, beragam mitos yang beredar membuat sebagian ibu masih khawatir makan kerang saat hamil.
Kerang mengandung sejumlah nutrisi penting, seperti omega-3, fosfor, kolin, vitamin B12, kalsium, zinc, dan zat besi. Berbagai kandungan tersebut berperan dalam mendukung perkembangan otak, mata, dan tulang janin serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Kandungan omega-3, kalsium, dan zat besi dalam kerang juga dapat membantu menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan. Sementara itu, kerang termasuk makanan laut yang umumnya memiliki kadar merkuri rendah sehingga dapat menjadi salah satu pilihan seafood yang relatif aman untuk ibu hamil.
Meski begitu, keamanan kerang tetap bergantung pada kebersihan, kesegaran, dan cara pengolahannya. Ibu hamil sebaiknya memastikan kerang dimasak hingga benar-benar matang untuk mengurangi risiko paparan bakteri atau kontaminan dari makanan laut mentah atau kurang matang.
Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu Hamil
Penting untuk memilih makanan yang kaya gizi dan aman dikonsumsi sehari-hari saat hamil. Berikut beberapa makanan sehat yang bisa menjadi pilihan ibu hamil.
1. Telur

Telur bisa menjadi pilihan makanan bergizi selama kehamilan karena mengandung protein dan kolin. Nutrisi ini berperan dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin serta membantu menurunkan risiko cacat lahir. Agar lebih aman, masak telur hingga matang sempurna untuk menghindari risiko infeksi bakteri.
2. Alpukat

Alpukat cocok dijadikan camilan sehat bagi ibu hamil. Buah ini mengandung lemak tak jenuh tunggal yang mendukung perkembangan otak, kulit, dan jaringan tubuh janin. Selain itu, alpukat kaya akan berbagai vitamin dan mineral, termasuk kalium, tembaga, serta vitamin A, B, C, dan K.
3. Daging

Daging sapi dan ayam dapat membantu memenuhi kebutuhan protein serta zat besi selama kehamilan. Zat besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah yang jumlah kebutuhannya meningkat saat hamil. Sebaiknya, batasi penggunaan garam ketika mengolah daging karena terlalu banyak asupan garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi selama kehamilan.
4. Sayuran Hijau

Jangan lupa memasukkan sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, kale, dan buncis, ke dalam menu harian. Sayuran tersebut kaya serat, vitamin, dan asam folat yang penting bagi ibu maupun janin. Sayuran mentah tetap dapat dikonsumsi selama sudah dicuci bersih, tetapi memasaknya terlebih dahulu dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
5. Ikan Berlemak

Salmon, tuna, dan bandeng merupakan sumber protein serta omega-3, terutama DHA dan EPA, yang penting untuk perkembangan otak dan mata janin. Namun, pilih ikan yang masih segar dan rendah merkuri. Ibu hamil juga sebaiknya menghindari ikan mentah atau setengah matang karena berisiko membawa bakteri penyebab infeksi.
6. Kacang-Kacangan
Kacang kedelai, kacang tanah, buncis, dan kacang polong dapat membantu memenuhi kebutuhan asam folat dan protein selama kehamilan. Asam folat berperan dalam mengurangi risiko cacat lahir, sedangkan protein mendukung pertumbuhan janin. Kandungan seratnya juga dapat membantu mencegah sembelit, terutama jika diimbangi dengan cukup minum air.
7. Susu dan Produk Olahan Susu

Susu, yoghurt, dan keju dapat menjadi sumber protein dan kalsium yang mendukung pertumbuhan tulang, otot, dan sistem saraf janin. Namun, ibu hamil perlu menghindari susu mentah karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya. Pilih produk yang telah dipasteurisasi atau memiliki label UHT agar lebih aman dikonsumsi.
Artikel lainnya seputar kehamilan juga bisa dibaca di sini.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno