Menuju konten utama

Dari Buku sampai Gym: 5 Aplikasi Kencan Berdasarkan Minat

Fenomena swipe fatigue mendorong lahirnya aplikasi kencan nonkonvensional yang mengajak pengguna untuk membangun koneksi lewat minat sebelum tatap muka.

Dari Buku sampai Gym: 5 Aplikasi Kencan Berdasarkan Minat
Header Diajeng dating app. foto/istockphoto

diajeng.id - Siapa yang sudah merasakan titik jenuh dengan aktivitas swipe di aplikasi kencan?

Menurut Gary Lewandowski, dosen psikologi dari Monmouth University di New Jersey, Amerika Serikat yang meneliti hubungan romantis, meskipun tampilan diri kita di dunia digital saat ini sangat dikurasi, pada esensinya kita semua tetap mendambakan autentisitas.

Lewandowski menuturkan, bertemu langsung dengan teman kencan untuk lari pagi bisa menunjukkan kecocokan jauh lebih cepat daripada sekadar berkirim pesan selama berminggu-minggu.

Berangkat dari fenomena kelelahan mengusap layar (swipe fatigue) pada aplikasi kencan konvensional, beberapa platform digital sekarang mulai mendorong penggunanya untuk segera bertatap muka dan membangun koneksi lewat minat yang nyata.

Berikut adalah lima aplikasi kencan yang menawarkan cara pendekatan berbeda dari aplikasi konvensional pada umumnya. Ada yang sudah pernah kamu coba?

Readme

Bagi para pecinta buku, sekarang telah hadir aplikasi kencan bernama Readme. Aplikasi ini dirancang khusus untuk menghubungkan sesama pembaca maupun mereka yang tujuannya ingin berkencan dengan seorang pembaca.

Dengan mencocokkan pengguna berdasarkan selera bacaan yang sama, Readme menjadi tempat yang alamiah untuk membangun koneksi dan berbagi ketertarikan satu sama lain.

Lewat Readme, pengguna dapat bertemu teman baru atau teman kencan yang memiliki minat bacaan sama, sehingga dapat memulai obrolan spontan dan tulus tentang literatur favorit atau sekadar mencari pasangan yang juga hobi membaca.

Leg Day

Di Amerika Serikat, ada aplikasi kencan yang dikhususkan untuk para penggiat olahraga. Disebut Leg Day, aplikasi bisa dioperasikan di dua lokasi pusat kebugaran di Manhattan, New York.

Aplikasi ini memungkinkan para lajang saling bertemu secara langsung saat berada di lokasi gym yang sama. Mekanisme ini bekerja dengan memanfaatkan teknologi geofencing untuk mendeteksi kehadiran sesama pengguna di dalam area gym secara presisi.

Demi menjaga kenyamanan dan privasi, pengguna Leg Day dapat mengatur agar profil mereka hanya dapat dilihat oleh anggota tertentu.

Pengguna juga bisa menentukan preferensi cara pendekatan yang diinginkan; apakah disapa secara langsung di lokasi, melalui pesan atau panggilan telepon, maupun lewat media sosial seperti Instagram.

Matchu

Background checking biasanya sudah menjadi ritual ketika kita sedang dalam masa pendekatan. Entah dari media sosial, LinkedIn, atau bahkan memeriksa latar belakang pendidikan sampai Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Tenang saja, sekarang ada aplikasi kencan yang bisa memfasilitasi kita untuk menemukan calon pasangan yang sejalan dengan tujuan hidup kita, namanya Matchu.

Matchu didirikan untuk penggunanya yang ingin membangun hubungan serius. Setiap anggota Matchu melewati proses verifikasi ketat sebelum dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya.

Singkatnya, platform ini memberikan pengalaman mencari pasangan seperti mencari kerja.

GRASS

GRASS lahir dari sebuah observasi bahwa interaksi paling alami antarmanusia terjadi ketika mereka melakukan suatu aktivitas bersama.

Momen-momen manusiawi seperti saling membantu saat mendaki gunung, memberikan semangat ketika berlari, hingga berbincang santai saat berkemah, diyakini oleh founder aplikasi GRASS sebagai fondasi yang jauh lebih kuat dalam membangun hubungan secara organik.

Melalui pendekatan tersebut, GRASS dirancang untuk memfasilitasi pertemuan antarindividu dengan cara yang alami.

Tanpa memerlukan kalimat rayuan yang kaku maupun unggahan foto yang disunting secara berlebihan, platform ini mendorong penggunanya untuk langsung beraktivitas di luar ruangan dan membiarkan sebuah hubungan tumbuh secara organik.

Schmooze

Apa kamu suka bertukar meme dan konten reels lucu, atau kamu tipe orang yang gampang jatuh cinta karena selera humor?

Schmooze adalah platform kencan yang mengandalkan "algoritma humor" khusus untuk mencocokkan antar individu berdasarkan kesamaan preferensi dan respons mereka terhadap meme.

Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa selera humor yang sejalan mampu menjadi perekat hubungan yang kuat antara dua insan manusia.

Meskipun menawarkan konsep unik di tengah ketatnya persaingan aplikasi kencan, Schmooze tetap menghadapi tantangan tersendiri.

Sebagai platform nonkonvensional, Schmooze masih perlu mempertajam penetrasi pasarnya agar dapat menjangkau segmentasi audiens sasaran secara tepat.

Dari sekian contoh di atas, kamu tertarik pakai aplikasi kencan yang mana? Atau kamu punya ide sendiri untuk bikin aplikasi kencan dengan pendekatan minat lainnya?

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Syifa Khairunnisa Zahrah

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Syifa Khairunnisa Zahrah
Penulis: Syifa Khairunnisa Zahrah
Editor: Sekar Kinasih