Menuju konten utama

Memaknai Semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" di Masa Kini

Arti dan cara memaknai "Habis gelap terbitlah terang" di masa kini sebagai ungkapan untuk tetap optimis, karena selalu ada kesempatan.

Memaknai Semangat
Ilustrasi RA Kartini. tirto.id/Fuad

diajeng.id - Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momen untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan. Peringatan ini bukan hanya sekedar tradisi tahunan, tetapi juga jadi pengingat bahwa semangat emansipasi dan kesetaraan masih relevan hingga sekarang.

Lantas, bagaimanakah cara kita sebagai generasi muda memaknai “habis eglap terbitlah terang?” di masa kini?

Apa Saja yang Diperjuangkan oleh Kartini?

Salah satu hal utama yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini adalah hak pendidikan bagi perempuan. Pada masanya, akses belajar masih terbatas dan hanya dinikmati kalangan tertentu, sehingga membuat Kartini mendorong adanya kesempatan yang lebih merata.

Ia percaya bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memajukan perempuan sekaligus masyarakat. Kartini juga menyoroti ketimpangan perlakuan antara laki-laki dan perempuan sejak kecil.

Menurutnya, kebiasaan yang lebih mengutamakan laki-laki dapat membentuk pola pikir yang tidak adil. Oleh karena itu, ia memperjuangkan kesetaraan gender, termasuk kebebasan perempuan untuk berkembang dan mengenal dunia luar.

Lebih jauh, Kartini menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dicapai jika hanya laki-laki yang berpendidikan. Perempuan juga memiliki peran penting, sehingga keduanya perlu mendapatkan kesempatan yang sama agar kesejahteraan masyarakat bisa terwujud secara lebih merata.

Arti dari “Habis Gelap Terbitlah Terang”

Habis gelap terbitlah terang artinya apa? “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar kata-kata, melainkan keyakinan bahwa setiap masa sulit pasti akan berlalu dan selalu ada harapan yang menunggu di depan.

Dalam kehidupan, segala sesuatu berjalan dalam siklus. Fase gelap bukanlah akhir, tetapi bagian dari proses menuju kondisi yang lebih baik. Dari sini, seseorang bisa belajar menjadi lebih kuat dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.

Selain itu, setiap kesulitan sebenarnya selalu menyimpan harapan, sekecil apa pun itu. Ungkapan ini mengajarkan untuk tetap optimis, karena selalu ada kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki keadaan.

Namun, perjalanan menuju “terang” tentu tidak instan. Dibutuhkan kesabaran, keteguhan, dan keberanian untuk terus melangkah, meski situasi terasa berat. Dari proses itulah kekuatan dan ketahanan diri perlahan terbentuk.

Memaknai ”Habis Gelap Terbitlah Terang" di Masa Kini

Kutipan Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya sekedar ungkapan harapan, tetapi juga ajakan untuk bergerak dan melakukan perubahan. Kartini memulainya lewat tulisan dan surat-suratnya, menyalakan semangat di tengah keterbatasan pada masanya.

Kini, semangat itu diteruskan oleh perempuan Indonesia melalui berbagai peran dan profesi, dengan cara dan kemampuan yang mereka miliki. Meski tantangan akan selalu ada dan terus berubah seiring waktu, nilai perjuangan Kartini tetap hidup.

Semangat untuk menghadirkan “terang” baik dalam bentuk pengetahuan, kesempatan, kesetaraan, maupun kebebasan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari situlah terlihat bahwa harapan akan masa depan yang lebih baik akan selalu ada, sebagaimana fajar yang datang setelah malam.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Risa Fajar Kusuma & Dhita Koesno