Menuju konten utama

Wawancara Kerja: Jangan Cuma Menjawab, Ajukan Pertanyaan Ini

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, kamu menunjukkan dirimu adalah kandidat yang aktif, kritis, dan benar-benar serius ingin bergabung.

Wawancara Kerja: Jangan Cuma Menjawab, Ajukan Pertanyaan Ini
Header diajeng Wawancara kerja. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Dalam proses wawancara kerja, banyak pelamar fokus pada bagaimana menjawab pertanyaan dari perekrut.

Padahal, sesi wawancara kerja seharusnya menjadi komunikasi dua arah. Kamu juga memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan penting terkait pekerjaan, lingkungan kerja, hingga ekspektasi perusahaan.

Dengan pertanyaan yang tepat, kamu tidak hanya mendapatkan informasi yang dibutuhkan, tetapi itu juga menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang aktif, kritis, dan benar-benar serius ingin bergabung.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pertanyaan apa saja yang sebaiknya diajukan agar wawancara menjadi seimbang dan berkualitas.

Apa saja pertanyaan penting yang sebaiknya ditanyakan ke HRD saat wawancara kerja? Berikut adalah contoh yang bisa kamu jadikan referensi.

1. “Sebenarnya, apa masalah utama yang ingin diselesaikan oleh perusahaan dengan merekrut orang di posisi ini?”

Tanyakan pertanyaan tersebut dengan nada santai dan rendah hati, misalnya diawali, “Supaya saya bisa fokus ke hal yang paling penting, saya ingin bertanya tentang masalah utama…”.

Pertanyaan ini menunjukkan kamu tertarik pada tantangan yang jelas di depan mata, bukan hanya jabatan. Jawabannya juga membantumu untuk langsung mengaitkan pengalamanmu dengan kebutuhan mereka.

2. “Menurut Bapak/Ibu HRD/User, seperti apa tanda bahwa orang di posisi ini berhasil dalam satu tahun ke depan?”

Alih-alih hanya ingin diterima, dengan pertanyaan ini kamu bisa menunjukkan bahwa kamu peduli pada hasil kerja. Dari jawaban ini, kamu bisa memahami goals project yang dikaitkan dengan passion dan pengalamanmu yang relevan.

3. “Di tim ini, siapa yang performanya paling menonjol dan kenapa?”

Pertanyaan ini membantumu memahami sosok yang sukses di tim tersebut. Selain itu, pertanyaan ini juga menunjukkan kamu ingin belajar dan cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja.

4. “Dalam pekerjaan ini, bagian apa yang sering dianggap sepele tapi sebenarnya cukup menantang?”

Pertanyaan ini membuka peluang perekrut untuk terbuka soal tantangan pekerjaan. Kamu pun bisa menunjukkan kesiapan menghadapi hal tersebut dan menawarkan solusi.

5. “Apa momen yang paling berkesan bagi Bapak/Ibu selama bekerja di sini?”

Jawaban dari pewawancara bisa memberi gambaran tentang suasana kerja di perusahaan. Kalau mereka antusias berbagi cerita bahkan lebih dari satu itu bisa jadi tanda bahwa lingkungan kerjanya menyenangkan dan karyawannya merasa nyaman.

6. “Apakah perusahaan rutin mengadakan kegiatan bonding bersama tim?”

Pertanyaan ini menunjukkan bahwa kamu terbuka untuk bersosialisasi di tempat kerja. Di banyak pekerjaan, kerja sama tim itu penting. Jawabannya juga bisa membantumu membayangkan apakah kamu akan nyaman dengan dinamika tim di sana.

7. “Apakah ada kesempatan untuk pengembangan skill di sini?”

Kalau kamu punya tujuan berkembang secara profesional, ini penting untuk ditanyakan. Kamu bisa tahu apakah perusahaan menyediakan pelatihan, dukungan pendidikan, atau peluang lain yang mendukung perkembangan jangka panjang.

8. “Apa saran Bapak/Ibu untuk karyawan baru agar bisa cepat beradaptasi di sini?”

Dari sini, kamu bisa mendapat gambaran ekspektasi sekaligus strategi berdinamika sejak awal. Kalau kamu diterima, saran ini bisa langsung kamu terapkan.

9. “Menurut Bapak/Ibu, bagaimana perkembangan perusahaan ini dalam dua tahun ke depan?”

Pertanyaan ini menunjukkan kamu peduli pada masa depan perusahaan. Jawabannya bisa memberi insight apakah perusahaan punya arah yang jelas, termasuk peluang dan tantangan yang mungkin akan kamu hadapi.

10. “Bagaimana perusahaan merespons kritik dan saran dari karyawan?”

Ini penting untuk mengetahui apakah perusahaan terbuka terhadap komunikasi. Kamu jadi bisa menilai apakah nantinya kamu akan merasa didengar dan didukung saat bekerja di sana.

11. “Project seperti apa yang nanti akan saya kerjakan?”

Pertanyaan ini membantu kamu membayangkan pekerjaan sehari-hari. Kalau proyeknya terdengar menarik, kemungkinan besar posisi ini cocok untukmu. Namun, kalau kurang sesuai, kamu bisa pertimbangkan lagi apakah akan melanjutkan proses rekrutmen.

12. “Kira-kira tantangan apa yang akan saya hadapi di posisi ini?”

Dengan menanyakan ini, kamu jadi punya gambaran realistis tentang pekerjaan ke depan sekaligus menunjukkan bahwa kamu siap menghadapi tantangan, bukan hanya mencari pekerjaan yang nyaman.

13. “Supaya bisa sukses di posisi ini, skill apa yang perlu saya fokuskan atau kerucutkan?”

Ini membantu kamu memahami kemampuan apa yang paling dibutuhkan. Dari sini, kamu juga bisa menilai apakah skill yang kamu punya sudah cukup atau masih perlu dikembangkan.

14. “Apa langkah selanjutnya dalam proses rekrutmen ini?”

Pertanyaan penutup ini penting karena kamu jadi tahu timeline prosesnya. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa kamu tertarik dan menunggu kabar selanjutnya.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih