Menuju konten utama

Rantang Riang: Ruang Edukasi Anak tentang Bahaya Mikroplastik

Greenpeace Indonesia menggelar serangkaian acara bertajuk "Rantang Riang" untuk mendorong kesadaran lingkungan di kalangan keluarga dan anak-anak.

Rantang Riang: Ruang Edukasi Anak tentang Bahaya Mikroplastik
Rangkaian kegiatan "Rantang Riang" dari Greenpeace Indonesia turut menghadirkan sesi Main Bersama Bapak dari Keluarga Kita yang mengajak para ayah untuk semakin akrab dengan anak-anak melalui aktivitas menyusun origami sembari membahas soal mikroplastik. (Foto: Arrazani Hafidza)

diajeng.id - Greenpeace Indonesia mengawali hari pertama kegiatan “Rantang Riang” di Gedung Aula STOVIA Museum Kebangkitan Nasional pada Sabtu, 26 September 2026 dengan peluncuran buku cerita anak berjudul Rahasia Perjalanan Miko si Monster Plastik yang ditulis oleh Titah AW dan diilustrasikan oleh Sekar Bestari.

Sesi peluncuran buku berlangsung secara interaktif. Tidak sekadar menceritakan isi bukunya, Titah dan Sekar mengajak anak-anak berdiri di depan sambil membacakan isi buku bersama-sama. Anak-anak yang hadir terlihat senang berinteraksi dengan keduanya, apalagi selalu ada pertanyaan yang memancing jawaban riang dari mereka.

Pembacaan buku dan penjelasan isinya juga disampaikan dengan bahasa sesederhana mungkin, terutama terkait alur perginya sampah plastik yang sudah tidak dipakai lagi. Melalui analogi sampah mikroplastik sebagai monster kecil yang disampaikan dengan gaya mendongeng, anak-anak jadi lebih mudah memahami pesan yang sebenarnya cukup serius.

Saat ditanya soal langkah kecil yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap sampah plastik, Sekar memberikan sejumlah saran, “Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, datang ke pasar alternatif dan membawa wadah sendiri, mengajarkan ke anak kita kalau belanja itu tidak hanya selalu mengambil dari barang kemasan, tapi mengajak mereka menggunakan wadah yang dibawa sendiri juga. Mengajarkan anak kalau masalahnya tidak akan selesai saat plastik dibuang di tempat sampah.”

Rantang Riang Greenpeace Indonesia

Titah AW dan Sekar Bestari berfoto dengan buku Rahasia Perjalanan Miko si Monster Plastik pada acara Rantang Riang di Gedung Aula Stovia, Museum Kebangkitan Nasional pada 26 September 2026. (Foto: Arrazani Hafidza)

Titah menambahkan, “Orang tua menghabiskan waktu bersama anak-anaknya dan membahas alternatif lain yang digunakan selain plastik. Jajan tanpa harus menggunakan plastik. Kurang lebih seperti yang ada di buku, kita ingin memberi tahu dampaknya ke level yang lebih tinggi, ke kesehatan kita.”

Setelah acara pembacaan dan peluncuran buku selesai, sesi Main Bersama Bapak dari Keluarga Kita memberikan kesempatan bagi para ayah untuk semakin akrab dengan anak-anak mereka melalui aktivitas menyusun origami, yang juga menjadi ruang edukasi soal limbah mikroplastik. Sementara ayah dan anak beraktivitas bersama, para ibu bisa melakukan piknik di luar ruangan atau bersantai mengelilingi museum.

Selain itu, Read Aloud Indonesia hadir untuk memeriahkan acara dengan aktivitas membaca nyaring dan melukis bersama.

Di samping menyampaikan pesan-pesan teori tentang persoalan sampah plastik, “Rantang Riang” juga mengajak anak-anak untuk mempraktikkan langsung alternatif gaya hidup minim plastik melalui aktivitas makan bebas plastik. Pada siang itu, peserta menerima hadiah rantang stainless steel untuk makan bersama. Mereka juga diarahkan untuk mengisi botol air minum di lima titik fasilitas air minum yang disediakan di lokasi acara.

Pada siang hari, “Rantang Riang” mengadakan sesi talkshow soal dampak bahaya mikroplastik pada anak yang diisi oleh dr. Lulu, Sp.N., dr. Yuni Astria Rahardja, SpA, dan Afifah Rahmi Andini dari Greenpeace Indonesia, dengan Poetry Andayani dari Ibu2ID sebagai moderator.

Rantang Riang Greenpeace Indonesia

Talkshow soal bahaya mikroplastik pada anak yang dibawakan oleh dr. Lulu, Sp.N., dr Yuni Astria Rahardja, Sp.A dan Afifah Rahmi Andini (Greenpeace Indonesia), dan dimoderatori oleh Poetry Andayani dari Ibu2ID. (Foto: Arrazani Hafidza)

Menjelang sore, peserta anak-anak bisa mengikuti kegiatan workshop membuat cokelat, sementara peserta remaja dan dewasa bisa memilih workshop pembuatan deterjen atau pengolahan sampah organik.

“Ruang Riang” penting untuk diapresiasi sebagai ruang edukasi yang efektif bagi anak-anak dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik serta bahaya mikroplastik bagi kesehatan anak.

Melalui aktivitas interaktif yang tidak menggurui, pesan kesadaran lingkungan yang serius dan berbobot pun dapat dinikmati dan diterapkan langsung oleh anak-anak dan keluarga.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Arrazani Hafidza

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Arrazani Hafidza
Penulis: Arrazani Hafidza
Editor: Sekar Kinasih