diajeng.id - Menjadi orang tua baru adalah perjalanan yang penuh emosi. Seringkali kita mendengar istilah "ikatan batin", namun apa sebenarnya makna di baliknya bagi perkembangan buah hati?
Memahami dan mempraktikkan bonding ibu dan bayi adalah investasi terbaik yang bisa diberikan sejak hari pertama kehidupan mereka.
Apa itu Bonding?
Sebenarnya, apa itu bonding? Bonding, seperti ditulis di Calm Blog, adalah proses instingtif dan kompleks yang membentuk hubungan emosional spesial antara orang tua dan bayinya. Ini bukan sekadar tindakan merawat, melainkan awal dari hubungan seumur hidup yang mendukung perkembangan emosional dan biologis anak.
Dalam psikologi perkembangan, bonding attachment adalah serangkaian interaksi kecil sehari-hari, seperti menyusui, kontak mata, dan sentuhan kulit ke kulit, yang secara bertahap membangun fondasi kepercayaan dan rasa aman pada bayi.
Mengapa Bonding Penting?
Bonding bukan hanya tentang perasaan cinta, tetapi juga tentang perkembangan fisik dan mental. Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal ini menjadi sangat penting:
1. Sebagai Fondasi Otak Bayi
Tahun-tahun pertama adalah masa kritis perkembangan otak. Interaksi yang penuh kasih merangsang koneksi saraf bayi yang mendukung kemampuan belajar, memori, dan kognitif di masa depan.
2. Keamanan Emosional
Ikatan yang kuat akan memberikan rasa aman yang memungkinkan bayi mengeksplorasi dunia dengan percaya diri.
3. Kesehatan Mental Jangka Panjang
Anak-anak dengan keterikatan yang aman, menurut UNICEF, cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dan resiliensi yang lebih kuat terhadap stres dan kecemasan saat mereka dewasa.
4. Keterampilan Sosial
Melalui bonding, bayi belajar tentang komunikasi, empati, dan cara membaca isyarat sosial.
Kapan Bayi Mulai Mengenali Ibunya?
Dinukil situs Pregnancy, Birth, and Baby, banyak yang tidak menyadari bahwa proses pengenalan ini dimulai bahkan sebelum bayi lahir. Penelitian menunjukkan bahwa sejak sekitar minggu ke-33 kehamilan, bayi di dalam kandungan sudah bisa mengenali dan merasa tenang dengan suara ibunya.
Saat lahir, bayi baru lahir bahkan dapat mengenali beberapa suara dari bahasa ibu mereka dan segera mengenali aroma tubuh dari ibunya.
Cara Meningkatkan Bonding Ibu dan Bayi
Membangun ikatan bisa terasa alami bagi sebagian orang, namun bagi yang lain mungkin memerlukan waktu. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk memperkuatnya seperti dilansir Calm Blog, Abbott Nutrition, dan Unicef:
1. Kontak Kulit ke Kulit (Skin-to-Skin)
Mendekap bayi langsung pada kulit ibu dapat meregulasi detak jantung bayi dan merangsang pelepasan hormon oksitosin (hormon cinta) pada ibu dan bayi.
2. Pemberian Makan yang Responsif
Baik menyusui langsung maupun memberikan botol, gunakan momen ini untuk menatap mata bayi, berbicara lembut, dan merespons isyarat lapar mereka dengan sensitif.3. Bicara, Bernyanyi, dan Membaca
Suara ibu adalah musik favorit bayi. Mengajak mereka bicara atau membacakan buku membantu mereka mengenal ritme bahasa dan merasa diperhatikan.4. Kontak Mata dan Senyuman
Menatap mata bayi saat mereka terjaga membantu mereka merasa "dilihat" dan berharga.5. Rutinitas Menjelang Tidur
Aktivitas tenang seperti mandi air hangat atau pijat bayi yang lembut adalah kesempatan sempurna untuk bonding yang damai.Ingatlah bahwa bonding adalah sebuah proses, bukan perlombaan. Jika tidak bisa merasakannya secara instan, jangan berkecil hati karena hubungan membutuhkan waktu untuk tumbuh. Namun, jika perasaan tidak terhubung ini disertai kecemasan hebat, jangan ragu untuk mencari dukungan profesional. Selamat menikmati setiap momen kecil dan hangat bersama si kecil.
Simak juga artikel seputar ibu dan bayi di sini.
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih