Menuju konten utama

Bagaimana Menanggapi Celetukan yang Menyakitkan?

Tidak semua komentar perlu diperdebatkan. Kamu bisa memilih untuk meminta klarifikasi, menggeser topik obrolan, atau langsung pergi saja.

Bagaimana Menanggapi Celetukan yang Menyakitkan?
Header DIajeng merespons komentar menyakitkan. foto/istockphoto

diajeng.id - Beberapa dari kita pasti pernah menerima komentar spontan berbungkus candaan dari orang lain, yang sengaja atau tidak, telah menyinggung fisik, usia, pekerjaan, hubungan, atau kehidupan pribadi. Misalnya, “Kok sekarang tambah gemuk?” atau, “Kamu kelihatan makin kurus, deh?”

Meski pihak penutur mengira ucapannya sepele, komentar tersebut sangat mungkin membuat kita merasa tidak nyaman atau bahkan sakit hati.

Oleh karena itu, penting mengetahui cara merespons komentar spontan atau celetukan langsung yang menyakitkan demikian tanpa ikut terpancing emosi atau membuat suasana menjadi canggung.

Bagaimana cara meresponnya dengan tetap tenang dan elegan? Berikut penjelasannya.

1. Tetap Tenang, Jangan Langsung Membalas

Ketika ada orang yang melontarkan komentar menyinggung, wajar kamu langsung merasa kaget, marah, malu, atau ingin membalas perkataannya. Namun, usahakan untuk tidak langsung bereaksi.

Beri dirimu waktu beberapa detik untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan. Tarik napas dalam-dalam, hitung sampai tiga, lalu pikirkan komentar tersebut perlu ditanggapi atau lebih baik ditinggalkan.

Jeda singkat seperti ini dapat membantu kamu menghindari jawaban spontan yang berisiko membuat situasi semakin panas.

2. Minta Mereka Menjelaskan Maksudnya

Jika seseorang mengatakan sesuatu yang terasa tidak pantas, kamu tidak harus langsung menyerangnya balik.

Salah satu cara yang cukup elegan adalah meminta orang tersebut menjelaskan maksud perkataannya. Misalnya, kamu bisa bertanya, “Maaf, maksud kamu apa?” atau, “Bisa dijelaskan maksudnya?”

Cara ini membuat orang tersebut harus memikirkan kembali apa yang baru saja mereka katakan. Biasanya, seseorang baru sadar bahwa perkataannya kasar atau tidak pantas ketika diminta mengulang atau menjelaskannya.

Meminta klarifikasi adalah salah satu cara yang tepat untuk menghadapi komentar menyakitkan tanpa berprasangka buruk.

3. Sampaikan Batasan dengan Tegas

Menetapkan batasan bukan berarti kamu harus marah-marah atau menyerang kepribadian orang lain. Kamu cukup menjelaskan bahwa perkataan tersebut tidak membuatmu nyaman dan kamu tidak ingin pembicaraan dilanjutkan ke arah itu.

Misalnya, kamu bisa bisa, “Aku kurang nyaman dengan komentar seperti itu,” atau “Aku nggak mau membicarakan hal tersebut.”

Kalimat seperti ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa ada batas yang tidak ingin kamu lewati.

Kalau orang tersebut kemudian membalas, “Nggak bisa diajak bercanda, ya?” kamu juga tidak perlu terpancing untuk membela diri panjang lebar. Kamu bisa menjawab, “Aku bisa menerima candaan, tetapi yang tadi menurutku nggak lucu.”

4. Alihkan Pembicaraan

Tidak semua komentar perlu diperdebatkan, apalagi saat berada di tengah banyak orang, karena bisa membuat suasana canggung.

Cukup tanggapi seperlunya, lalu alihkan pembicaraan ke topik lain. Kamu bisa mengatakan, “Ngomong-ngomong, kalian sudah menonton film yang lagi viral?” Kamu juga bisa langsung menggeser pembicaraan, “Oke, kita lanjut ke topik lain. Putri, gimana kantor barumu?”

Cara ini berguna sekali apabila kamu tidak ingin memberikan panggung lebih besar kepada orang yang melontarkan komentar tersebut. Kamu juga bisa menggunakan respons singkat seperti “menarik", lalu segera mengalihkan pembicaraan.

5. Tidak Perlu Langsung Menggurui

Saat mendengar komentar yang bermasalah, kamu tidak selalu perlu langsung memberikan penjelasan panjang.

Apabila suasana sedang emosional, cukup sampaikan, “Aku kurang nyaman mendengar komentar seperti itu,” lalu alihkan pembicaraan atau tinggalkan situasi.

Apabila orang yang berkomentar menyakitkan tersebut dekat denganmu, pembicaraan lebih mendalam bisa dilakukan ketika suasana sudah tenang agar kalian dapat saling mendengarkan.

6. Tahu Kapan Harus Pergi

Tidak perlu membalas dengan ucapan, kamu boleh saja langsung pergi meninggalkan orang tersebut. Keputusan ini dapat diambil ketika orang yang kamu hadapi terus memancing emosi, bersikap agresif, atau terlihat tidak berniat menghargai batasan yang sudah kamu sampaikan.

Kamu tidak perlu merasa bersalah karena memilih pergi. Meninggalkan percakapan bukan berarti kamu kalah atau tidak mampu membela diri. Kamu artinya memilih untuk tidak menghabiskan energi pada hal-hal negatif.

Keselamatan dan kenyamananmu tentu lebih penting. Tidak semua orang perlu diberi kesempatan untuk mendapatkan penjelasan panjang darimu.

8. Jangan Minta Maaf karena Merasa Tersinggung

Ketika seseorang membuat kita tidak nyaman, kita secara refleks kadang-kadang meminta maaf karena merasa tersinggung. Misalnya, mengatakan, “Maaf, kalau aku terlalu sensitif,” atau, "Maaf, kalau aku salah tangkap maksudmu.”

Padahal, kamu tidak selalu perlu meminta maaf hanya karena sebuah perkataan memang membuatmu tidak nyaman.

Alih-alih mengecilkan perasaan sendiri, kamu bisa mengatakannya secara langsung. Misalnya, “Komentar itu bikin aku tidak nyaman,” atau, “Aku tidak suka kalau hal seperti itu dijadikan bahan candaan.”

Ingat, kamu tetap berhak menentukan apa yang nyaman dan tidak nyaman. Tidak buru-buru meminta maaf membuatmu menghargai perasaan orang lain tanpa mengabaikan perasaan sendiri.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih