Menuju konten utama

Lost Interest dalam Hubungan: Tanda dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa perubahan yang menunjukkan seseorang mulai kehilangan perasaan  romantis (lost interest) terhadap pasangan, di antaranya jarang berkomunikasi.

Lost Interest dalam Hubungan: Tanda dan Cara Mengatasinya
Header Diajeng Lost Interest. FOTO/iStockphoto

diajeng.id - Saat sedang menjalin hubungan asmara dengan seseorang, apakah kamu pernah merasa hubungan kalian yang dulunya hangat dalam selalu penuh dengan tawa canda, tiba-tiba saja terasa monoton dan garing. Tak ada perasaan kangen jika tak bertemu, dan bila berjumpa, perasaan juga terasa hambar?

Perubahan ini mungkin akan jadi pertanyaan, apakah rasa cinta mulai memudar?

Kondisi tersebut dikenal sebagai lost interest. Namun, sebelum buru-buru menyimpulkan hubungan telah berakhir, penting untuk memahami penyebab dan tanda-tandanya.

Apa Itu Lost Interest dalam Hubungan?

Secara sederhana, lost interest dalam hubungan artinya berkurangnya ketertarikan emosional atau romantis terhadap pasangan. Perubahan ini bisa terjadi secara bertahap seiring waktu, terutama ketika hubungan menghadapi masalah yang tidak terselesaikan.

Menurut Verywell Mind dalam artikel β€œIs It Normal to Lose Feelings in a Relationship?”, perubahan perasaan merupakan hal yang dapat terjadi dalam hubungan. Komunikasi yang buruk, memudarnya ketertarikan awal, perubahan prioritas, dan perbedaan tujuan hidup bisa memengaruhi kedekatan pasangan.




Dengan demikian, lost interest tidak selalu berarti cinta telah hilang sepenuhnya. Terkadang, kondisi ini menjadi tanda bahwa hubungan membutuhkan perhatian lebih.



Tanda Lost Interest dalam Hubungan

Lantas, bagaimana mengenali tanda lost interest dalam hubungan? Women's Health Magazine membahas sejumlah perubahan yang dapat menunjukkan seseorang mulai kehilangan perasaan romantis terhadap pasangannya.

Salah satunya adalah komunikasi yang semakin berkurang. Jika dahulu kamu selalu ingin berbagi cerita, kini kamu justru merasa tidak punya banyak hal untuk dibicarakan. Kamu juga mungkin lebih sering menghindari waktu bersama, kehilangan keinginan untuk menunjukkan kasih sayang, atau merasa kurang tertarik memperbaiki masalah yang muncul.




Artikel Verywell Mind turut menjelaskan bahwa berkurangnya percakapan, perubahan sikap, dan kecenderungan menarik diri dapat menjadi tanda adanya jarak emosional. Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak otomatis berarti hubungan harus berakhir.

Cara Mengatasi Lost Interest

Jika kamu benar-benar sedang dalam kondisi tersebut, tetapi hubungan dengan sang kekasih masih ingin tetap dipertahankan, cobalah terlebih dahulu untuk mencari tahu apa yang berubah. Misalnya, perubahan itu terjadi apakah karena kalian yang memang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan rutinitas harian, jarang berkomunikasi secara mendalam, atau menyimpan konflik yang belum terselesaikan?

Situs West Hollywood Couples yang dipandu terapis Dr. Harel menebutkan, rutinitas, stres, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, dan konflik berkepanjangan dapat membuat pasangan semakin menjauh.

Komunikasi terbuka dan upaya membangun kembali kedekatan menjadi langkah penting untuk mengatasinya.

Kamu bisa mulai dengan menyediakan waktu berkualitas bersama, mencoba aktivitas baru, dan mengungkapkan perasaan tanpa saling menyalahkan.

Menghargai usaha kecil pasangan serta mengingat kembali hal-hal yang membuat kalian jatuh cinta juga dapat membantu menghidupkan kedekatan.

Namun, usaha tersebut perlu dilakukan oleh kedua pihak. Jika perubahan perasaan terus berlanjut dan sulit diatasi, konseling pasangan bisa dipertimbangkan.

Pada akhirnya, lost interest bukan selalu akhir dari sebuah hubungan. Yang terpenting adalah memahami perasaan diri sendiri, membicarakannya dengan jujur, dan menentukan apakah kalian masih sama-sama ingin memperjuangkan hubungan tersebut.

Simak juga artikel lainnya terkait relasi di sini.

Baca juga artikel terkait RELATIONSHIP atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Dhita Koesno & Sekar Kinasih