Menuju konten utama

Cerita Lala Tawarkan Jasa Antar-Jemput Perempuan di Yogyakarta

Mahasiswa semester akhir ini juga menawarkan jasa teman main dan pengurusan berkas administrasi wisuda yang tarifnya dihitung per jam.

Cerita Lala Tawarkan Jasa Antar-Jemput Perempuan di Yogyakarta
Header Diajeng Jasa Antar Jemput Perempuan. foto/istockphoto

diajeng.id - Berawal dari keinginan untuk punya usaha sendiri tanpa perlu “ikut orang”, seorang perempuan berusia 22 tahun asal Yogyakarta menemukan celah bisnis yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan sesama perempuan.

Bisnis ini lahir pada 27 Oktober 2024 di Sleman yang sepenuhnya dioperasikan oleh Lala (22), seorang driver perempuan yang menawarkan jasa antar-jemput khusus konsumen perempuan.

“Awalnya saya ingin kerja tapi tidak mau ikut orang. Terus saya riset; di Jogja, apa bisnis yang sepele tapi belum ada yang buka? Akhirnya saya buka jasa antar-jemput tapi khusus perempuan,” ujar Lala saat dihubungi melalui panggilan telepon oleh Diajeng Tirto pada 27 Oktober lalu.

Konsumennya pun beragam, mulai dari mahasiswa, anak sekolah, hingga para wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta. Meski kliennya khusus perempuan, Lala masih menerima penumpang laki-laki dengan syarat ketat; hanya untuk anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) yang didampingi ibunya.

Selain antar-jemput, Lala diandalkan oleh klien-kliennya untuk mengurus berkas administrasi skripsi sampai menjadi pihak yang dipercaya untuk mengambil toga wisuda lalu mengirimkannya langsung ke alamat klien.

Lala juga menawarkan jasa sebagai teman main. Lala sering mengajak kliennya jalan-jalan ke Pantai Parangtritis, Malioboro, dan Alun-Alun Kidul. Tarifnya dihitung per jam dengan batas waktu hingga pukul sebelas malam, sementara antar-jemput biasa dilayani paling malam sampai pukul delapan.

Mengandalkan media sosial, Lala menjalankan bisnis ini sendirian. Berawal dari konten TikTok yang menembus 90 ribu penonton, Lala mulai kebanjiran pelanggan. Tak lama kemudian dia memperluas jangkauan promosinya ke Instagram dan Threads.

“Pertama kali buka usaha ini, banyak banget yang nge-chat dan banyak yang minta menjadi mitra. Tapi saya tidak bermitra, saya sendiri. Terus setelah rame di Tiktok, di Instagram juga, akhirnya saya juga nyoba di Threads, alhamdulillah juga rame. Promosi dari mulut ke mulut juga ada,” kata Lala.

Tarif Mulai dari Rp15ribu Saja

Klien dapat mengakses layanan antar-jemput pelanggan melalui kontak langsung dengan Lala via WhatsApp. Setelah klien berkonsultasi mengenai kebutuhan perjalanan dan mengisi format reservasi, klien akan menerima tarif yang dihitung berdasarkan jarak tempuh.

Jarak 0,5-5 km dikenakan biaya Rp15 ribu, lalu jarak 5,6-10,5 km menjadi Rp20 ribu. Skema tarif ini berlaku kelipatan, artinya setiap bertambah 5 km, harganya bertambah Rp5 ribu.

“Jadi setelah customer mengisi form, ada link antar dan link jemput, lalu link maps. Terus saya hitung, ‘Kak, harganya jadi segini.’ Kalau berkenan, ada lanjutannya. Tapi kalau nggak, ya cuma sampai tanya di harga,” jelas Lala.

Demi kenyamanan dan keamanan, Lala sudah memfasilitasi setiap pelanggannya dengan helm dan jas hujan untuk mengantisipasi cuaca di perjalanan.

Berbeda dengan antar-jemput biasa, tarif untuk jasa teman main dan pengurusan berkas administrasi dihitung per jam, yakni Rp20 ribu per jamnya.

“Kalau ngurus berkas itu saya hitungnya per jam, misalnya saya ngurusnya 1 jam itu harganya Rp20 ribu. Jasa teman main juga patokannya sama. Jadi saya tidak memberatkan customer dan saya tidak memberatkan saya juga,” tutur Lala.

Aktivitas Sambilan di Tengah Kesibukan Kuliah

Kesibukan ini dijalani Lala sembari merampungkan kuliah semester akhir di jurusan ilmu komunikasi.

“Kalau waktunya kuliah, saya kuliah, kalau waktunya lagi nggak kuliah saya baru bisa ambil orderan. Kebetulan saya sistemnya kuliah itu yang dosennya terjadwal. Jadi alhamdulillah bisa berjalan bareng,” jelas Lala.

Lala mengaku ilmu terkait komunikasi yang dipelajarinya selama kuliah membantunya dalam menjalin hubungan dan berinteraksi dengan para pelanggannya.

“Kan saya tahu feedback-nya, komunikasinya bagaimana. Oh, ini banyak customer yang nggak mau komunikasi kayak gini. Banyak yang minta saran dari permasalahannya, ‘Mbak, idenya gimana ya?’ itu banyak yang tanya,” tutur Lala.

Selain sering mendengarkan berbagai keluh kesah hingga cerita pribadi dari para pelanggannya. Lala pernah mendapat pelanggan yang menjalani long distance relationship (LDR). Pasangan laki-laki memesan jasa teman main khusus untuk menemani sang kekasih yang sedang berliburan di Yogyakarta.

“Banyak yang LDR sama pacarnya, cowoknya yang pesan saya, saya diminta nyamperin ceweknya ajak main,” kata Lala.

Selama dua tahun membuka bisnis jasa antar-jemput, ada tiga sosok pelanggan yang paling meninggalkan kesan mendalam bagi Lala. Pertama, seorang mahasiswa dari satu kampus negeri yang awalnya pelanggan, kini justru telah menjadi sahabat dekatnya.

“Keluarganya tahu saya sampai saya udah dianggap adiknya sendiri,” tutur Lala.

Pelanggan kedua adalah keluarga dokter yang rutin menggunakan jasa antar-jemputnya. “Istri dan anaknya sering saya antar-jemput. Terus saya sering diberi makanan, masuk rumahnya disambut seperti tamu baik,” lanjut Lala.

Terakhir, Lala pernah dibantu oleh pelanggan yang bekerja di bidang Human Resources Development (HRD). Pelanggan tersebut berjasa dalam membantu Lala membenahi sistem tarif bisnisnya.

Dulu, Lala mematok harga yang sangat murah untuk jasanya, yakni hanya Rp1.000 per 1 kilometer. Berkat masukan dari pelanggan HRD tersebut, tarif usahanya kini menjadi masuk akal.

“Saya disarankan untuk membenahi tarif. Jadi beliau yang menentukan harga yang sekarang. Sebelumnya, 1 km dihargai seribu rupiah, jatuhnya saya rugi. Saya sekarang tidak tahu HRD-nya itu ke mana karena saya juga udah nggak pernah chat. Terakhir dia minta tolong dibantu fotokopi surat resign,” kata Lala.

Aktivitas lalu-lalang dengan penumpang di jalan juga menyisakan cerita tidak biasa. Satu waktu, Lala mendapat pelanggan yang minta diantar ke Pantai Parangtritis sambil membawa keranjang bunga.

Dari awal perjalanan hingga tiba di lokasi, pelanggan tersebut diam saja. Lala sebenarnya tidak mempermasalahkan jika pelanggannya enggan berinteraksi atau mengobrol.

Namun hati kecilnya bertanya-tanya, sambil terkekeh dia masih terbayang-bayang, “Yang saya bonceng itu manusia bukan, ya?”

Di luar itu, Lala pernah menghadapi calon klien laki-laki yang diduga memiliki niat tidak baik. Orang tersebut, menggunakan nama yang bisa dipakai untuk laki-laki maupun perempuan, menghubungi Lala selama tiga hari berturut-turut dan mendesak Lala agar mau memberikan layanannya.

“Akhirnya saya tanya, ‘Kakak laki-laki atau perempuan?’ Kemudian dijawab, ‘Laki-laki.’ Sebelumnya, dia mengeluh susah cari driver. Padahal driver kan ada banyak. Menurut saya itu aneh,” ujar Lala.

Keanehan tidak berhenti di situ. Laki-laki tersebut menanyakan tinggi dan berat badan Lala hingga meminta foto pribadinya. Lala pun memutuskan untuk tidak meladeni orang tersebut.

Bersama Motor Honda Vario 125, Melaju ke Tanah Suci

Selama ini, seluruh hasil kerja keras yang Lala lakukan bersama motor merek Honda Vario 125 tahun 2023 kesayangannya itu dikumpulkan dan ditabung. Kendati sibuk mencari penghasilan tambahan, Lala mengaku kebutuhan kuliah dan uang jajannya sehari-hari masih sepenuhnya ditanggung oleh keluarga.

Lantas, ke mana perginya tabungan dari jerih payahnya di jalanan?

Usaha mandiri yang dirintis selama dua tahun tersebut membuahkan hasil yang tak pernah Lala duga sebelumnya. Dari ketekunannya melakoni jasa antar-jemput, tabungan Lala perlahan terkumpul hingga akhirnya dapat disetorkan untuk mendaftar haji.

“Alhamdulillah, uang jalan-jalan saya masih diberikan orang tua, kuliah juga dibayarkan orang tua. Saya sempat bingung uang kerja ini mau saya apakan, jadi saya tabung biasa. Alhamdulillah dua tahun usaha ini, uangnya bisa dipakai untuk mendaftar haji,” tutur Lala.

Selepas lulus kuliah nanti, Lala berencana untuk melanjutkan studi S2 dan memperluas jangkauan layanan jasanya. Tidak hanya antar-jemput dan teman main, tetapi juga merambah sebagai Personal Assistant (PA) yang bisa diandalkan untuk mendukung orang-orang yang membutuhkan bantuannya secara profesional.

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Syifa Khairunnisa Zahrah

diajeng.id - Binar
Kontributor: Syifa Khairunnisa Zahrah
Penulis: Syifa Khairunnisa Zahrah
Editor: Sekar Kinasih