diajeng.id - Delayed gratification adalah kemampuan untuk menunda kesenangan atau kepuasan sesaat demi mendapatkan hasil yang lebih besar di kemudian hari.
Kemampuan ini merupakan bagian penting dari pengendalian diri yang dapat berperan besar dalam mencapai tujuan dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan.
Misalnya, saat sedang menjalani pola makan sehat, kamu mungkin tergoda menikmati kue di sebuah pesta. Menolaknya memang tidak mudah, tetapi keputusan tersebut dapat membantu kamu tetap konsisten dengan tujuan kesehatan.
Salah satu penelitian yang terkenal tentang kemampuan menunda kepuasan adalah Stanford Marshmallow Experiment oleh Walter Mischel.
Peneliti kemudian mengikuti perkembangan mereka dan menemukan bahwa anak yang mampu menunggu cenderung memiliki kemampuan mengendalikan diri yang lebih baik, lebih termotivasi, serta menunjukkan prestasi akademik lebih tinggi.
Temuan ini menunjukkan bahwa menunda kesenangan sesaat dapat membantu kita mengembangkan pengendalian diri dan mencapai tujuan yang lebih besar di kemudian hari.
Mengapa kita perlu menerapkan delayed gratification? Apa saja contoh dan manfaat penerapannya dalam hidup sehari-hari? Berikut penjelasannya.
Manfaat dan Contoh Delayed Gratification
Menunda kepuasan bukan berarti harus selalu mengorbankan kesenangan. Kebiasaan ini sebenarnya dapat membantu kita belajar mengendalikan keinginan sesaat demi mendapatkan hasil yang lebih baik di masa depan.
Jika dilatih secara konsisten, delayed gratification dapat memberikan beberapa manfaat berikut.
1. Fokus pada proses belajar
Belajar membutuhkan pengendalian diri dan kedisiplinan. Menguasai keterampilan tertentu bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya terlihat.
Siswa yang mampu mengesampingkan kesenangan sesaat, misalnya dengan mengutamakan waktu untuk belajar alih-alih bermain gim atau nongkrong, cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik.
2. Menerapkan pola makan sehat
Menikmati kue atau makanan tinggi kalori memang lebih menggoda dibandingkan makanan sehat. Namun, pola makan sehat memberikan manfaat jangka panjang, seperti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kesehatan secara umum.
3. Meningkatkan keterampilan
Mempelajari dan mengembangkan kemampuan kerja mungkin tidak langsung memberikan hasil. Namun, usaha tersebut dapat membuka peluang untuk mendapatkan perkembangan karier yang lebih baik di masa depan.
4. Berinvestasi
Menabung, terutama dalam bentuk tanam uang pada saham atau instrumen keuangan lainnya, dapat memberikan keuntungan yang signifikan dalam jangka panjang. Alih-alih membuat kita kaya mendadak, investasi ini memerlukan waktu bertahun-tahun sampai hasilnya dapat kita nikmati.
5. Berolahraga dan aktif bergerak
Memilih bangun pagi untuk berolahraga daripada kembali tidur atau pergi ke gym daripada menonton Netflix merupakan contoh paling simpel delayed gratification.
Mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan atau mencapai target olahraga membutuhkan waktu, usaha, dan konsistensi.
6. Menghindari belanja impulsif
Budaya konsumtif sering mendorong kita membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan demi mendapatkan kepuasan instan. Menahan keinginan berbelanja dapat membantu menghemat uang dan mengalihkannya untuk sesuatu yang lebih penting atau bernilai.
7. Menerapkan disiplin dalam mengasuh anak
Orang tua juga dapat menerapkan konsep delayed gratification dalam mendidik anak. Misalnya, memberikan camilan setelah anak selesai merapikan kamar atau menghadiahkan sesuatu setelah mereka berhasil mencapai target belajar.
8. Membangun hubungan romantis
Menjalin hubungan yang sehat membutuhkan waktu, perhatian, dan usaha. Meski hasilnya tidak selalu instan, hubungan yang dibangun dengan baik dapat memberikan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih bermakna dalam jangka panjang.
9. Memulai bisnis
Membangun bisnis tidak selalu memberikan hasil dengan cepat. Banyak pengusaha sukses harus bekerja keras selama bertahun-tahun sebelum merasakan pencapaian yang signifikan.
Kemampuan bersabar dan berfokus pada hasil jangka panjang menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kesuksesan dalam berbisnis.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih